<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>welcome to my library!</title>
	<atom:link href="http://helenarinthasari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://helenarinthasari.wordpress.com</link>
	<description>Banyak kata, banyak cerita, banyak pilihan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 13:16:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='helenarinthasari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>welcome to my library!</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://helenarinthasari.wordpress.com/osd.xml" title="welcome to my library!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://helenarinthasari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Copeeet!</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/copeeet/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/copeeet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 12:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOLOM BENGONG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya itu teriakan wajib para wanita yang sudah atau sedang mau dicopet. &#8220;HEH!&#8221; Itu teriakan spontan saya. Beberapa hari yang lalu saya menggertak seorang pencopet yang sedang berusaha merogoh tas saya. Hanya satu gertakan namun dengan pandangan sadis dan menusuk &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/copeeet/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=831&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2012/01/evilangel.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-832" title="evilangel" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2012/01/evilangel.jpeg?w=110&#038;h=150" alt="" width="110" height="150" /></a>Biasanya itu teriakan wajib para wanita yang sudah atau sedang mau dicopet.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;HEH!&#8221; Itu teriakan spontan saya. Beberapa hari yang lalu saya menggertak seorang pencopet yang sedang berusaha merogoh tas saya. Hanya satu gertakan namun dengan pandangan sadis dan menusuk tajam, plus aura evil saya yang membara, cukup membuat si pencopet gemetar dan mematung beberapa saat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya karena menjaga gengsinya sebagai pencopet ia kemudian berusaha berteriak &#8220;APA?!&#8221; Namun, tampaknya sang pencopet akhirnya sadar, saya bukan sasaran empuk, walaupun benar-benar tampak empuk. Ia pun memilih pergi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ini bukan preman. Saya cuma orang biasa. Dan saya selalu percaya orang-orang dengan pakaian rapi bisa lebih psikopat dibandingkan para preman kacangan tak tahu diri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Why?</p>
<p style="text-align:justify;">Soalnya kita-kita ini masih punya keluarga yang kita sayangi, yang apapun akan kita lakukan demi kebahagiaan mereka. Kita masih punya kehidupan yang kita cintai. Jadi lebih gahar dalam bertindak terkait dengan <em>survival matters in life</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, percayalah para preman itu tak segahar anda sebenarnya. Bukan, bukan berarti saya menyuruh anda melawan mereka, toh saya juga lebih suka menghindari mereka, tapi bertindaklah seberani dan sebijak mungkin saja. Pun saya berdoa semoga saya ataupun anda enggak perlu mengalami kejadian seperti itu lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>So, just make it sure that the world under your control!</em> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/831/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=831&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/copeeet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2012/01/evilangel.jpeg?w=110" medium="image">
			<media:title type="html">evilangel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa yang beruntung? &#8211; Jurnal wanita masa kini bertradisi timur vol.03</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/siapa-yang-beruntung-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-03/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/siapa-yang-beruntung-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-03/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 11:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[MY WRITING COLLECTION]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Kata ibu saya, yang nantinya menikah dengan saya akan merasa beruntung, sementara saya berpikir sebaliknya. Ibu saya berkomentar terus menerus bahwa saya ini sebagai wanita pekerja sangat sensitif dalam hal terkait urusan rumah tangga &#8211; saya belum menikah so it &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/siapa-yang-beruntung-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-03/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=823&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2012/01/lotere.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-825" title="lotere" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2012/01/lotere.jpeg?w=128&#038;h=150" alt="" width="128" height="150" /></a>Kata ibu saya, yang nantinya menikah dengan saya akan merasa beruntung, sementara saya berpikir sebaliknya.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ibu saya berkomentar terus menerus bahwa saya ini sebagai wanita pekerja sangat sensitif dalam hal terkait urusan rumah tangga &#8211; saya belum menikah <em>so it refers to nurturing, kitchen matters and so on</em>, sehingga ibu saya menilai saya tahu apa yang harus saya lakukan demi memenuhi kebutuhan bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak terlalu bangga dengan pujian itu, karena saya malah berpikir sebaliknya. Ya barangkali<em> nurturing people for only a few days</em> berbeda dengan yang harus ngurusin tiap hari dengan komitmen seumur hidup. Itulah mengapa saya tampak sempurna di mata ibu saya, yang saya kunjungi hanya di saat-saat saya cuti dan libur hari raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau mau berbesar rasa sedikit, barangkali saya ini punya bakatlah untuk bisa menjadi pendamping yang okay, tapi apalah arti bakat tanpa kemauan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ini wanita aneh yang bisa menjadi sangat <em>entertaining</em> dan <em>nurturing</em>, tapi saya wanita tanpa garansi yang bisa pergi kapan saja dan butuh waktu untuk diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukan tipe wanita normal yang bisa berbasa-basi di acara keluarga terlalu sering, tidaklah seorang wanita yang selalu bisa jadi konyol dan meracau dengan suara aneh di depan anak kecil, bukan anak berbakti yang bisa selalu mendengarkan keluh kesah begitu saja, suka menghabiskan waktu di kedai kopi mahal, dan begitu banyak kekurangan yang merupakan dampak dari kesenangan saya memuja-muja apa yang namanya <em>privacy</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi bukan berarti saya tidak mau menikah dan bertoleransi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melihat film <em>I Don&#8217;t Know How She Does It</em>, saya makin tahu bahwa kehidupan pernikahan itu memang butuh komitmen tingkat tinggi, untuk itu diperlukan tak sekedar kekasih, gigolo, atau lelaki mapan, namun seorang partner untuk bisa bahu membahu dalam komitmen tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun jadi sadar bahwa keanehan yang ada pada diri saya, barangkali hal  umum, toh manusia memang tidak ada yang sempurna bukan? Toh banyak orang yang memiliki kekurangan namun tetap terlihat seksi, seperti Johny Depp yang <em>cool</em> tapi <em>creepy,</em> Shak Rukh Khan dengan tariannya yang kadang agak bikin doi norak, dan banyak lainnya. Mungkin saja Susi, si isteri Tukul, memang menganggap bibir suaminya seksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, beruntung atau tidak beruntung, kitalah yang menentukan. Toh kita tak lagi hidup di jaman Siti Nurbaya, atau memilih jodoh layaknya kucing dalam karung, atau memilih dari daftar nama yang disodorkan orang tua kita seperti lotere dan ketika membukanya kita mendapat pilihan &#8216;anda kurang beruntung&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai wanita masa kini, saya enggan bersembunyi di balik karier saya untuk menutupi status jomblo saya. Saya tidak takut menikah. Saya hanya seperti layaknya seorang pengunjung di <em>theme park</em>, yang harus mengukur nyali sendiri sebelum naik <em>roller coaster</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali sekarang saya belum beruntung mendapatkan partner dalam hidup saya, tapi paling tidak perbolehkan saya merasa beruntung karena tidak terjebak dalam omongan tetangga atau tuntutan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Are you lucky?</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=823&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2012/01/23/siapa-yang-beruntung-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-03/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2012/01/lotere.jpeg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">lotere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miss You Most at Christmas Time (Daddy)</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/19/miss-you-most-at-christmas-time-daddy/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/19/miss-you-most-at-christmas-time-daddy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 09:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[MY WRITING COLLECTION]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/19/miss-you-most-at-christmas-time-daddy/</guid>
		<description><![CDATA[http://www.youtube.com/watch?v=vAOIC737e_k&#38;feature=endscreen&#38;NR=1
<p></p> <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/19/miss-you-most-at-christmas-time-daddy/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=816&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe width="593" height="445" src="http://www.youtube.com/embed/vAOIC737e_k?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Miss You Most at Christmas Time</em></p>
<p>Dear my daddy,</p>
<p>Aku tidak peduli bagaimana dunia ini menerimaku, pun tak peduli apakah hidupku menakjubkan atau tidak, buatku senyum ayah lebih berarti dari segalanya.</p>
<p><em>I wish you were here</em>.</p>
<p>Aku punya banyak hadiah untukmu, ayah. Banyak hal yang mungkin bisa kau banggakan dariku, tapi aku tahu hal terpenting yang kau inginkan untukku adalah kebahagiaanku.</p>
<p>Dicintai olehmu rasanya bebas. Aku bisa terbang kemanapun aku mau. Punya banyak pilihan dan bebas menentukan apa yang terbaik untuk diriku sendiri. Kau memberi hidup sepenuhnya padaku, Ayah.</p>
<p><em>I always miss you</em>.</p>
<p>Sejak hari itu, sakit dan rasa rindu selalu campur aduk. Namun aku berhasil melewati rasa sakit, dan rindu ini masih ada di hatiku untukmu, ayah.</p>
<p>Hanya saja, di hari natal, kerinduan ini memuncak. Barangkali karena aku percaya banyak keajaiban sering terjadi di hari natal.</p>
<p>Kadang aku berkhayal kau datang dengan berpura-pura menjadi Santa Claus. Sejenak saja sudah lebih dari cukup bagiku Ayah, aku tahu Ayah enggak boleh lama-lama disini lagi.</p>
<p><em>I know you are always be there for me</em>.</p>
<p>Akhirnya aku tahu, kau selalu ada mengiringi langkahku, Ayah. Ayo kita menjelang hari natal ini, Ayah. Kita hias pohon natal kita dengan berbagai kisah kau dan aku. Merry Christmas, Daddy.</p>
<p>&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/816/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=816&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/19/miss-you-most-at-christmas-time-daddy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Dunia Tobong</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/16/di-balik-dunia-tobong/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/16/di-balik-dunia-tobong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 08:29:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[MY WRITING COLLECTION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/16/di-balik-dunia-tobong/</guid>
		<description><![CDATA[Detak kehidupan, luapan rasa, hujan ide, tawa getir, tangis bahagia semuanya harus dituangkan dalam adonan pulen demi terwujudnya suguhan hiburan yang tak ubahnya seperti makanan, butuh pengorbanan dan waktu tak terhingga demi kenikmatan sesaat. Inilah dunia tobong. Saya bukan seniman &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/16/di-balik-dunia-tobong/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=805&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/12/tobong1.jpg"><img class=" wp-image" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/12/tobong1.jpg?w=254" alt="Gambar" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Detak kehidupan, luapan rasa, hujan ide, tawa getir, tangis bahagia semuanya harus dituangkan dalam adonan pulen demi terwujudnya suguhan hiburan yang tak ubahnya seperti makanan, butuh pengorbanan dan waktu tak terhingga demi kenikmatan sesaat. Inilah dunia tobong.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukan seniman tulen. Banyak teman saya yang merasa dirinya seniman menjuluki saya pegawai industri. Saya tidak keberatan. Toh saya memang dalam berkarya selalu bernegoisasi dengan industri, entah karya saya, atau gaji bulanan saya tentunya. Lalu apakah dengan begitu, karya saya tidak bisa disebut karya seni?</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi saya tidak keberatan. Namun apabila usaha saya dan teman-teman saya di bidang industri hiburan dibilang tak setara dengan usaha para seniman dalam menghidupkan dunia tobong mereka, saya keberatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia tobong. Kita memiliki cara yang berbeda untuk menghidupkan dunia itu. Selebihnya, kita sama-sama merasakan betapa dunia nyata di balik dunia tobong sungguh tak seindah, bahkan tak segemerlap dunia tobong itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti cerita-cerita sedih para seniman yang sungguh mengabdi pada seni, di dunia tobong mereka memiliki peran entah sebagai raja atau puteri tercantik di seantero kerajaan antah berantah, namun dalam panggung kehidupan ini, mereka hanyalah aktor malang yang demi kepulan asap di dapur harus menjalani profesi lain seperti penarik pedati atau tukang bangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya dan teman-teman tentunya punya cerita yang walau tak serupa, namun bernafas sama. Ironi. Kita selalu memiliki ironi tragis di balik dunia tobong.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menghadirkan sajian beberapa menit saja, kita harus mengusir kantuk berhari-hari lamanya. Demi mempersembahkan hiburan yang mampu membuat penonton bahagia, kami harus menggadaikan kebahagiaan kami sendiri, entah dengan melewatkan momen bahagia bersama orang tersayang, atau menafikan kehidupan pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun banyak kisah hidup kelam di balik dunia tobong. Rumah tangga yang hancur. Perceraian yang alot. Anak-anak yang tak benar-benar mengenal siapa ayah dan ibu mereka. Wanita tangguh yang tak kunjung dilamar, hingga akhirnya bersembunyi di balik pilar bernama jabatan untuk menutupi kisah cintanya, yang barangkali mengecapnya pun ia tak pernah. Lelaki hidung belang yang berdalih demi penghayatan peran, lalu menghalalkan perzinahan. Wanita yang terus menelan begitu banyak pekerjaan bahkan perjalanan dinas dengan alasan demi <em>show must go on</em>, padahal ia menjalani semua itu untuk menanggung keperihan hatinya tatkala ia sadar, suaminya bukan jodoh yang ia harapkan. Para lelaki yang melambai dan mendamba cinta dari lelaki lain. Kehidupan hingar bingar yang semu. Isu gender yang tumpah ruah tak karuan demi begitu banyak pembenaran. Operasi plastik menjelma menjadi rahasia di balik keelokan sang aktor dan aktris. Kisah yang dimampatkan dari begitu banyak ide dengan motivasi pribadi yang terselubung. Politik dan persaingan yang dileburkan di balik topeng-topeng. Bahkan kehilangan hati nurani pun tak menjadi masalah demi terciptanya pagelaran maha sempurna. Pun akhirnya menjual jiwa demi meleburkan diri dalam dunia tobong. Lebur dan hilang seiring berakhirnya dunia tobong itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tak mengharapkan semua itu terjadi pada saya pun teman-teman saya. Toh ada segelintir teman yang sangat bisa membedakan garis diantara panggung kehidupan ini dan dunia tobong. Teman-teman yang melarutkan diri dalam karya, tanpa pernah berkeinginan mendapat spot light layaknya seorang tokoh di dunia tobong. Saat tanggung jawab selesai, cepat-cepat ia kembali ke panggung kehidupan, entah bertemu sahabat, menggendong si anak pertamanya, atau mencumbu kembali sang kekasih. Ya, kita punya peran yang sesungguhnya dalam panggung kehidupan. Motto kehidupannya bukanlah tagline yang digembor-gemborkan dalam dunia tobong seperti Satu untuk Bersama, Oke dan Bisa, tapi motto sederhana yang sungguh riil dan menggugah hati; Anakku sudah bisa jalan! Aku mau married! Travelling is the best part of my life! dan banyak lagi tentunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun membatasi diri saya dan berusaha memberi waktu yang paling tidak setara antara berkarya di balik dunia tobong dan panggung kehidupan. Kalaupun ada kegagalan yang terjadi dalam panggung kehidupan, saya tidak lantas menjadikan dunia tobong itu tempat persembunyian saya. Biarlah dunia tobong hanyalah dunia tobong. Biarkan saya berperan sepenuh hati di panggung kehidupan saya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah kumpulan kain perca seumpama kita boleh menyebut dunia tobong sebagai kain utuh. Kecintaan saya pada dunia tobong tak sebesar cinta saya pada panggung kehidupan yang disutradarai langsung oleh sang Maha Pencipta. Kita bukan sekedar pelakon, kita karya-Nya nan agung.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>16 Desember 2011</em><br />
<em>Untuk dunia tobong saya yang pertama, yang terangnya mulai memudar, saat orang-orang dibaliknya lebih memilih mencampur-adukkan dunia tobong dan panggung kehidupan. Ah seandainya kalian tahu, menjadi tua selayaknya seperti padi. Menjadi semakin lihai semestinya mencontoh samurai. Menjadi hebat seyogyanya makin mengakui kebesaran Sang Pencipta dan merangkul sesama dengan lebih erat.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/805/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=805&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/12/16/di-balik-dunia-tobong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/12/tobong1.jpg?w=254" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jawaban Itu Kamu &#8211; Jurnal wanita masa kini bertradisi timur vol.02</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/10/18/jawaban-itu-kamu-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-02/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/10/18/jawaban-itu-kamu-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-02/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 16:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[JURNAL SUKA-SUKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya aku tahu apa yang aku butuhkan dan inginkan dari seseorang. Kamu. Saat cinta tak ubahnya seperti udara yang sehari-hari harus aku hirup hingga keberadaannya tak lagi aku sadari, di saat itu pulalah aku menemukan jawaban atas pertanyaan yang kuajukan &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/10/18/jawaban-itu-kamu-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-02/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=793&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/10/us_legs1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-795" title="us_legs" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/10/us_legs1.jpg?w=150&#038;h=71" alt="" width="150" height="71" /></a>Akhirnya aku tahu apa yang aku butuhkan dan inginkan dari seseorang. Kamu.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saat cinta tak ubahnya seperti udara yang sehari-hari harus aku hirup hingga keberadaannya tak lagi aku sadari, di saat itu pulalah aku menemukan jawaban atas pertanyaan yang kuajukan pada diriku sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak lagi seperti anak remaja yang punya sejumlah kriteria tanpa esensi terhadap seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku bukan lagi wanita beranjak dewasa yang berusaha menghimpun banyak kriteria menjadi bibit, bobot, dan bebet.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku kini hanyalah seorang manusia yang memahami dan menerima kodrat sebagai manusia yang menginginkan seorang teman hidup. Teman hidup itu kamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari awal aku mulai memperhatikanmu, aku tahu aku tak perlu terburu-buru mengubah rasa simpatik menjadi rasa cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak awal kamu mulai memberiku perhatian, kamu memberiku waktu yang cukup untuk menumbuhkan rasa yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari awal aku mulai masuk dalam kehidupanmu, tak sedikitpun aku merasa khawatir, cemburu, meragu atau kesal. Hanya nyaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak awal, kamu membiarkanku masuk dalam kehidupanmu dengan senyum dan keramahan yang sesuai porsi, tak berlebihan pun tak glamor. Hanya hati yang terbuka lebar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari awal aku tahu kamulah orang yang aku cari.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak awal, kamu tahu akulah orang yang sudah lama kamu nantikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu bisa membuatku jatuh cinta tanpa membuatku mabuk asmara. Kamu membuatku jatuh mencinta tanpa hasrat yang meletup-letup.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertemu denganmu aku makin tahu apa artinya jodoh. Kita tak perlu saling buru-buru memiliki karena kita sama-sama tahu, cepat atau lambat kita akan bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemanapun kamu pergi, aku tahu kamu tak akan pergi kemana-mana dariku.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku makin mengerti kini, yang aku butuhkan dari seseorang untuk menjadi teman hidupku adalah seseorang yang saat tak sedang bersamaku dia akan selalu menjagaku, saat aku mulai beranjak pergi seseorang itu tahu bagaimana menahanku untuk tetap tinggal, dan saat bersamaku kita bisa menenggelamkan diri dalam kesunyian yang damai sambil berpegangan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang itu kamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari nanti aku pun yakin kamu tak hanya akan menjadi teman hidupku yang terhebat, tapi seorang ayah yang juga paling hebat untuk anak-anak kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu menghargai sebuah proses. Dengan begitu aku yakin kamu tahu makna dari sebuah perjalanan. Dengan begitu, aku kini tahu bersamamulah aku bisa melakukan begitu banyak perjalanan hebat, walau tanpa keliling dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">The end.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/793/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=793&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/10/18/jawaban-itu-kamu-jurnal-wanita-masa-kini-bertradisi-timur-vol-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/10/us_legs1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">us_legs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Bukan Gadis Museum</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/09/18/aku-bukan-gadis-museum/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/09/18/aku-bukan-gadis-museum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 10:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA PENDEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada lagi masa lalu yang ingin kusimpan. Kamu adalah salah satu donatur terbesar barang-barang antik di museumku.  Ada surat cinta masa lampau dengan kertas yang sudah kekuning-kuningan. Baju klasik yang aku pakai saat pertama kali berkencan denganmu. Serta sederet &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/09/18/aku-bukan-gadis-museum/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=787&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/09/museumgirl.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-788" title="museumgirl" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/09/museumgirl.jpeg?w=150&#038;h=111" alt="" width="150" height="111" /></a>Tidak ada lagi masa lalu yang ingin kusimpan.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
Kamu adalah salah satu donatur terbesar barang-barang antik di museumku.  Ada surat cinta masa lampau dengan kertas yang sudah kekuning-kuningan. Baju klasik yang aku pakai saat pertama kali berkencan denganmu. Serta sederet kisah yang terwakilkan oleh berbagai barang yang menjadi saksi bisu diantara kita berdua. Sebongkah batu Kristal menjadi pralambang sebongkah hatiku untukmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada barang-barang antik di masa lalu yang sehebat barang-barang darimu. Awalnya aku menyukai semua itu, walaupun kamu kemudian berhenti menjadi donatur untuk museumku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu tren bisnis berubah haluan. Museum tak lagi menarik untuk kebanyakan orang dan juga untukku. Aku kini lebih suka sesuatu yang terus-menerus baru. Ada tantangan dan keuntungan yang lebih menarik.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mulai berniat untuk mengubah museumku barangkali menjadi galeri seni yang bisa selalu update lebih sering daripada museum, atau butik pakaian, atau gerai franchise junk food. Fresh, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Di saat itulah, kamu datang kembali mengunjungi museumku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu menawarkanku beberapa barang, ah tapi ternyata hanya barang-barang lapuk yang aku tahu persis para pelanggan setiaku pun pasti tak ingin berkunjung demi melihat barang-barang itu. Aku pun tak lagi tertarik dengan barang-barang darimu. Entah kenapa, nilai dan sisi historis barang-barang darimu itu terhitung nol.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedatanganmu membuat tekadku menjadi bulat untuk menutup museum ini, dan menjadikan tempat ini sebagai sebuah tempat usaha baru yang mampu menampung hal-hal terbaru pula.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sedih dan kecewa. Sama sekali tidak menyangka aku bisa setegas ini menutup museumku,dan mengobral semua barang-barang darimu. Hanya ada satu barang yang tak kunjung laku, yaitu sebongkah batu Kristal. Dengan cuma-cuma akhirnya kuberikan pada penjual barang bekas yang mampir di garage sale yang kuadakan. Kamu terlihat patah hati. Lebih patah hari daripada aku yang dulu patah hati karenamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maafkan aku. Hanya kata itu yang bisa aku ucapkan untukmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu kamu tak mau pergi demi menyaksikan aku yang mengubah museum itu untuk akhirnya menjadi sebuah gerai kopi. Franchise dari sebuah gerai kopi internasional yang sejak dulu selalu menjadi favoritku.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang datang dan pergi, mereka membawa begitu banyak nuansa dan cerita baru yang tentunya lebih menarik. Aku berharap akan ada seorang pengunjung yang nantinya bisa berbagi denganku menjalankan bisnis baruku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu kamu menghilang di bawah deraian hujan deras. Sementara aku menyesap secangkir cappuccino hangat dari baristaku, memalingkan mukaku darimu kearah seseorang yang baru saja masuk gerai kopiku.</p>
<p>The end.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=787&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/09/18/aku-bukan-gadis-museum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/09/museumgirl.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">museumgirl</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skenario yang Salah</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/12/skenario-yang-salah/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/12/skenario-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOLOM BENGONG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[I want to feel the rain on my face. Tiap pagi yang aku temui hanyalah gundah. Kata-kata beku tertahan di mulut. Rasa hampa mengisi penuh rongga hati. Jeritan tidak memiliki ruang. Apalagi tangis. Seperti sebuah sinetron yang tak kunjung usai, &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/12/skenario-yang-salah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=776&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/manuscript3.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-777" title="manuscript3" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/manuscript3.jpeg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>I want to feel the rain on my face.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tiap pagi yang aku temui hanyalah gundah. Kata-kata beku tertahan di mulut. Rasa hampa mengisi penuh rongga hati. Jeritan tidak memiliki ruang. Apalagi tangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti sebuah sinetron yang tak kunjung usai, hari-hariku bergulir tanpa ada plot cerita yang berubah secara signifikan. Membosankan, namun harus tetap hadir.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat aku bertemu dengan orang lain, gundahku menguar berganti dengan semangat yang tersisa sedikit untuk menjalani hari, sambil berkata pada diri sendiri bahwa memang semua ini yang harus kujalani.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun saat aku bertemu malam, ia  akan mengembalikan kegundahanku lengkap dengan pikiran-pikiran liar yang menyelimutiku dengan bersahabat.</p>
<p style="text-align:justify;">Seminggu, sebulan, dan beberapa saat, mulai terlintas di pikiranku, akulah sang aktor yang mendapatkan skenario yang salah, tak pantas, dan picisan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan. Tak seharusnya begini.</p>
<p style="text-align:justify;">Semestinya saat aku menjejakkan kakiku pertama kali tiap kali kubangun tidur, bukan rangkaian scene ini yang harus aku perankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semestinya saat aku membuka mataku kembali, bukan gundah ini yang harus kurasakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak tahan lagi. Aku harus segera memberitahukan pada sutradara atau produser kalau penulis skenarionya ngawur. Talent coordinatornya apalagi. Pasti skenarioku tertukar dengan aktor lain, dan dia sengaja tidak melaporkan kekeliruannya itu, demi menjaga nama baiknya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau jangan-jangan manajerku yang alpa dan lupa?</p>
<p style="text-align:justify;">Ah tapi cerita ini terlanjur bergulir, aku tidak pernah mau menjadi aktor yang peranku tiba-tiba ditiadakan tanpa alasan yang jelas, dan akhirnya malah memperkosa plot yang stagnant.</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah, aku akan terus memainkan peran ini dengan sebaik-baiknya, namun bukan untuk menunggu semua orang sadar kalau mereka telah memberiku skenario yang salah, tapi sampai aku bisa menafikan skenario ini, dan menulis skenarioku sendiri. Skenario yang kumau dan kuinginkan, serta tepat untuk kemampuan aktingku.</p>
<p style="text-align:justify;">As soon as possible.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">The end.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=776&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/12/skenario-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/manuscript3.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">manuscript3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Cemburu dengan Bb-mu</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/aku-cemburu-dengan-bb-mu/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/aku-cemburu-dengan-bb-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 18:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA PENDEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Bb kamu ada di hampir setiap detik hidup kamu. Kamu selalu membutuhkannya dan kamu rela terikat dengannya. Kamupun akan patah hati kalau Bb kamu menyelinap pergi sejenak. Sementara kamu tidak pernah mencariku.   Bb kamu itu bisa memenuhi segala kebutuhan &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/aku-cemburu-dengan-bb-mu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=761&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/puzzle.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-763" title="Puzzle" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/puzzle.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Bb kamu ada di hampir setiap detik hidup kamu. Kamu selalu membutuhkannya dan kamu rela terikat dengannya. Kamupun akan patah hati kalau Bb kamu menyelinap pergi sejenak. Sementara kamu tidak pernah mencariku.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Bb kamu itu bisa memenuhi segala kebutuhan dan keinginan kamu. Setiap kali bersamanya, kamu bisa berbagi sedih ataupun senang. Jika sesekali dia membuatmu marah, kamu tak pernah melepaskannya. Bahkan kamu akan mengerahkan begitu banyak ahli ataupun membeli begitu banyak alat yang dibutuhkannya, untuk tetap membuatnya hidup. Hidup di samping kamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara aku tak sesempurna Bb kamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak selamanya bisa memenuhi apa yang kamu inginkan. Tak jarang aku sering mengecewakanmu dengan segala sifatku yang bertolak belakang dengan sifatmu. Kalau aku membuatmu marah, kamu lebih memilih pergi dan menghindariku, tanpa sedikitpun kamu mencoba memberi ruang untukku dan kamu berbicara dengan dewasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau aku pergi, kamu melepasku begitu saja. Seolah aku hanyalah salah satu dari hp sejuta umat, yang tidak memiliki harga ataupun sedikitpun kesan darimu. Lalu kamu tak pernah mencariku lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara aku, aku bukanlah Bb kamu yang sekeras apapun aku berusaha, tetap tidak bisa mewujudkan segala kemauanmu. Aku cuma manusia biasa, yang pada akhirnya tak bisa memaksakan situasi yang entah mengapa menjadi tak harmonis tatkala aku tak bisa menjadi seperti Bb-mu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kamu mau aku mundur dari kehidupanmu, karena aku tak bisa memenuhi spesifikasi seperti yang Bb kamu miliki, tidaklah mengapa, aku akan menghilang diantara kerumunan hp bekas yang diperjual-belikan dari tangan ke tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidakcocokan toh manusiawi. Tidak perlu dipaksakan. Supaya kedua belah pihak bisa sama-sama mundur dan meniadakan transaksi dengan toleransi.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, sekali lagi maafkan aku yang tidak bisa menjadi seperti Bb kamu. Aku tidak memiliki begitu banyak fitur yang bisa memahami dirimu atau tentang  semua ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun begitu, bukan berarti  aku kalah peduli dengan Bb kamu. Bukan berarti aku bisa berhenti mencemburui BB kamu. Bukan berarti, aku tak pernah berharap kamu mencariku.</p>
<p style="text-align:justify;">The end.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=761&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/aku-cemburu-dengan-bb-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/puzzle.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Puzzle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bilik Kecil</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/bilik-kecil/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/bilik-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 18:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[MY WRITING COLLECTION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Aku selalu punya bilik kecil di tempat itu. Tempat kumenuangkan keramaian dalam sunyi yang memabukkan.   Aku tidak pernah ingat hari pertama aku bekerja di kantor itu. Bahkan kubikel yang aku kuasai, kursi yang aku duduki, ataupun komputer yang aku &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/bilik-kecil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=752&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/art-hotel-theme-rooms.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-756" title="art-hotel-theme-rooms" src="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/art-hotel-theme-rooms.jpg?w=150&#038;h=110" alt="" width="150" height="110" /></a>Aku selalu punya bilik kecil di tempat itu. Tempat kumenuangkan keramaian dalam sunyi yang memabukkan.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak pernah ingat hari pertama aku bekerja di kantor itu. Bahkan kubikel yang aku kuasai, kursi yang aku duduki, ataupun komputer yang aku gunakan sehari-hari. Aku hanya ingat, aku selalu memiliki bilik kecil, tempat aku menghilang dari hiruk pikuk orang-orang yang mengejar ambisi dan menjadikan politik kantor sebagai udara yang mereka hirup setiap saat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bilik kecil itu hanyalah dua; toilet dan perpustakaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di toilet, aku bisa menuangkan sampah-sampah hasil tekanan kantor dan caci maki yang menggunung di balik sikap datarku yang tenang, sembari sesekali berusaha tebak suara, tebak kaki, atau tebak rumor tentang orang-orang yang keluar masuk ke dalam toilet.</p>
<p style="text-align:justify;">Di perpustakaan, aku bisa menemui sepi dengan lebih leluasa. Hanya suara lembaran kertas dibolak-balik yang mengusik acara kencan kami. Segala kata-kata ekspresi dari rasa depresi beradu dengan kata-kata yang menguar dari majalah maupun buku yang kubaca. Tiba-tiba saja, kemudian semuanya hilang tak berjejak. Menyenangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua bilik kecil itu kemudian menjadi saksi bagaimana pikiran dan hati akhirnya bekerjasama dan memberi keputusan padaku untuk hijrah ke tempat lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa selanjutnya adalah acara resign dan hari pertama di kantor yang baru. Tentunya kali ini pun aku tak terlalu menaruh peduli apakah kedua agenda tersebut termasuk sesuatu yang harus aku ingat dengan khusus dalam hidupku ataupun tidak. Tapi aku sekali lagi memiliki hal yang aku ingat tentang bilik kecil; di kantor-kantorku yang baru dan selanjutnya, aku tidak memiliki bilik kecil seperti kantorku yang pertama, karena sekarang bilik kecilku punya mata, mulut, hati, jiwa dan nama.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman seprofesi yang menyenangkan adalah bilik kecil yang eksklusif, mewah, private, bahkan bisa menawarkan berbagai solusi.</p>
<p style="text-align:justify;">Senang rasanya bisa berbagi bilik kecil, dimana kami bisa melakukan petualangan  menjelajah ruang pikir dan berbagai kantung rasa, lalu sama-sama bersembunyi seolah kami hanya sedang bermain petak umpet dengan realitas yang pedas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada kalanya bilik kecil yang lama pergi, dan datanglah bilik kecil yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, semua bilik kecil selalu sangat berarti bagiku.</p>
<p style="text-align:justify;">Di hidup ini, aku memilih untuk memiliki dan menjaga begitu banyak bilik kecil yang menawarkan kunci dan pintu masuk.  Aku butuh memasuki bilik-bilik kecil itu, dan menjadi bilik kecil bagi orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari bersembunyi sejenak, bercumbu dalam gelap, membungkam kegaduhan, dan menertawakan fantasi sebelum akhirnya memasuki kembali ruang besar bernama kenyataan.</p>
<p style="text-align:justify;">The end.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=752&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/09/bilik-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://helenarinthasari.files.wordpress.com/2011/08/art-hotel-theme-rooms.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">art-hotel-theme-rooms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Robot Pergi ke Bumi</title>
		<link>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/01/robot-pergi-ke-bumi/</link>
		<comments>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/01/robot-pergi-ke-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 07:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>helenarinthasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOLOM BENGONG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helenarinthasari.wordpress.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak tahu mengapa makhluk disini sangat suka mengekspresikan pikiran dan rasa, bukankah itu malah memperburuk suasana hati? Aku suka sekali berjalan-jalan melampaui galaksi dan berkunjung di berbagai planet. Kali ini tempat tujuanku adalah bumi. Planet yang memiliki begitu banyak &#8230; <a href="http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/01/robot-pergi-ke-bumi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=735&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Aku tidak tahu mengapa makhluk disini sangat suka mengekspresikan pikiran dan rasa, bukankah itu malah memperburuk suasana hati?</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Aku suka sekali berjalan-jalan melampaui galaksi dan berkunjung di berbagai planet. Kali ini tempat tujuanku adalah bumi. Planet yang memiliki begitu banyak makhluk hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;So alive&#8221; itulah kesan pertamaku saat mengintip satelit mereka. Begitu banyak jejaring sosial di dunia maya yang berisi curahan isi hati atau ungkapan pikiran yang dramatis, begitu banyak blog berisi diary personal, bahkan video intim ikut menghiasi ruang publik tanpa malu-malu.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah dengan begitu makhluk bernama manusia sah menyebut diri mereka hidup?</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan aku, seorang robot dengan pikiran, perasaan, dan jiwa yang apatis? Sekedar barang matikah aku?</p>
<p style="text-align:justify;">Kuintip lagi satelit dan keberadaan orang-orang melalui mesin canggihku, ah semua itu bohong. Kalau ada yang memuat kata-kata mesra dengan kekasih, kenyataannya mereka sedang tak akur. Kalau ada yang memuat foto pribadi, belum tentu yang empunya wajah bangga dengan diri sendiri. Kalau ada yang memuat foto keluarganya, barangkali cuma itu kebanggaan dalam hidupnya. Kalau ada yang memuat kata-kata bijak, orang itu ternyata hanya melakukan denial atas dirinya sendiri yang tak bijak, dan banyak lagi kebohongan personal yang akhirnya menjelma menjadi kebohongan publik karena diungkapkan secara vulgar di jejaring sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara di planetku, semua jarang berekspresi. Aku sendiri lebih suka menyebut kami ini generasi apatis. Aku tak suka terlalu jauh berada dalam suatu masalah, berpikir terlalu dalam, merasa dengan segenap hati, ataupun berhubungan terlalu intim dengan makhluk lain. So far, hidupku dan seluruh bangsa kami baik-baik saja. Tidak rentan terhadap bahaya laten bernama rasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali kalian akan menyebut kami barang mati, karena sungguh apatis. Seolah kami tak memiliki empati ataupun simpati, walaupun kami mampu bertelepati.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukankah kebahagiaan adalah kepuasan pribadi? Dan kesedihan adalah tantangan hidup untuk menjadikan pribadi kita lebih baik? Haruskah semua itu menjadi milik publik?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku bisa memberi pertolongan tanpa rasa, dan tak menyukai makhluk lain tanpa rasa benci.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau aku menuliskan blog ini, aku hanya ingin merasakan sensasi menjadi alive ala manusia. Ternyata sensasinya biasa aja. Ah, barangkali karena aku hanyalah robot apatis tanpa rasa.</p>
<p style="text-align:justify;">End.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/helenarinthasari.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/helenarinthasari.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/helenarinthasari.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/helenarinthasari.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/helenarinthasari.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/helenarinthasari.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/helenarinthasari.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/helenarinthasari.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/helenarinthasari.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/helenarinthasari.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/helenarinthasari.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/helenarinthasari.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/helenarinthasari.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/helenarinthasari.wordpress.com/735/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=helenarinthasari.wordpress.com&amp;blog=1622452&amp;post=735&amp;subd=helenarinthasari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helenarinthasari.wordpress.com/2011/08/01/robot-pergi-ke-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54cc9a72978a059f94a96b207aa9b066?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">helena</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
