12 MEGAPIXEL [2]

Kamu tidak sedang menjepret realita di depanmu, tapi perasaanku. Berharap kamu masih menemukan aku yang dulu. Aku yang mencintaimu. 

Aku memilih tidak banyak mengumbar kata padamu. Aku, kamu, dan calon suamiku tidak perlu lagi curiga pada hatiku. Sehingga kita pun tanpa perlu berbasa-basi lebih panjang, segera ambil posisi masing-masing untuk sesi pemotretan pre-weddingku ini. 

Calon suamiku memandangiku dengan penuh cinta sekaligus khawatir. Namun, aku berusaha meyakinkannya bahwa hanya dia yang ada di hatiku sekarang.  “Sayang, kamu gak usah mikir yang macem-macem, ya. Ingat ini pre-wedding kita. KITA!” kataku padanya dengan tegas tapi mesra. Calon suamiku mengangguk lega.

Sang fotografer (pura-pura) sibuk dengan kamera di tangannya. Ia mengarahkan gaya pada kami dengan sangat profesional. Sama sekali tak ada kecanggungan atau tingkah laku yang salah. 

Beberapa saat kemudian. 

“Okay! Sesi pemotretan di tempat ini gw rasa udah cukup. Besok gw kirim hasil foto hari ini. Sampe ketemu di lokasi berikutnya, ya.” Kata si fotografer itu dengan senyum ramah yang tidak dibuat-buat. Aku dan calon suamiku mengangguk senang. Hari itu kami akhiri dengan tenang. Aku lega masa lalu tidak memporak-porandakan sesi pemotretan itu apalagi pernikahanku. Benarkah? 

Keesokan harinya. 

Calon suamiku sedang melihat-lihat hasil foto kami berdua kemarin. Kami akan memilih beberapa foto untuk diperbesar dan nantinya dipajang saat hari pernikahan kami. Ketika aku menghampirinya sambil membawa secangkir teh untuknya, aku melihat rona mukanya berubah masam. 

Aku memilih pura-pura tidak menyadari perubahan pada wajahnya dan menyapanya dengan mesra. Ia terdiam sesaat. Membekukan realita dengan tanda tanya di wajahnya.  

“Honey, apakah kamu benar-benar mau menikahiku?” tanyanya lembut dengan wajah tegang. Ia menyodorkan foto pre-wedding kami. 

Aku menerima foto-foto itu dan melihatnya dengan pandangan tak mengerti. Seolah memahami kebingunganku, calon suamiku mengurai jawab. “Sorot mata kamu ke aku nggak secerah sorot mata kamu saat memandang ke arah kamera, honey.” [To be continued]

12 MEGAPIXEL [3] >


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s