Cucu Pak RT

Ingat pemilu tahun depan, bikin gw tiba-tiba kepikiran tentang pak RT. Presiden adalah pamong negara dengan jabatan hampir tertinggi, sebaliknya pak RT adalah jabatan pamong negara yang hampir paling rendah.

Mungkin kalian suka menertawakan profesi pak RT yang sangat familiar di kehidupan kita. Entah karena pak RT adalah pemegang tampuk kendali paling rendah dalam strukturisasi pemerintahan atau karena barangkali menjadi pak RT itu udah gak keren lagi terkait dengan image pak RT itu kadang genitlah, suka duit sogokanlah, dan lain-lain semacam itu.

Gw juga paling males kalo harus ngurus KTP dan nemuin pak RT, yang ada gw harus terpaksa sok baik dan menyelipkan beberapa lembar duit ke tangannya demi kelancaran pengurusan KTP. Gw malah kadang udah gak ngeliat pentingnya jabatan itu, secara sekarang orang cari KTP tinggal sogok petugas kelurahan atau bayar calo. Selain itu, kadang mereka juga sok menjabat, tapi lupa sama tanggung jawab dasarnya yaitu menjaga kerukunan antar tetangga.

Tapi hehe…selidik punya selidik, gw mau ngaku kalo gw tuh cucu mantan pak RT lhoh dan gw bangga karenanya. Pasalnya waktu kakek gw jadi pak RT banyak orang mendadak hormat kalo gw lewat. Bukan gw gila hormat, bow. Gw bangga karena kakek gw terkenal sebagai pak RT yang disegani banyak orang. Cara mereka menghormati dan membalas budi pada kakek gw adalah dengan sangat menghargai kami para keturunannya.

Gw sendiri sebenarnya juga gak begitu ngerasain kakek gw waktu jadi pak RT karena waktu itu gw masih sangat belia dan giliran gw dah rada gede, kakek gw dah pensiun jadi pak RT. Anehnya, tetep aja kami para keturunannya kalo lewat, masih suka disapa dengan sapaan penuh hormat gituh deh. (jadi cucu mantan pak RT aja segitu bangganya, gak kebayang kalo kakek gw mantan lurah atau presiden hehehe)

Even gw sendiri tidak punya kesempatan untuk mengenal beliau secara lebih jauh. Cuma kata bude, om, bulek, dan bokap gw yang cukup jadi orang sukses dalam kehidupan mereka masing-masing, kakek gw tuh ahli bahasa, bisa beberapa macam bahasa gitu deh. Ini mengindikasikan bahwa beliau punya pandangan open mind dan sadar bahwa pendidikan itu hal terpenting untuk memperbaiki taraf hidup orang dibandingkan orang-orang pada jamannya. That’s why bokap dan saudara-saudaranya pun bisa mandiri. Selain itu beliau sangat tegas namun baik hati bahkan royal-kayaknya ini nih yang bikin masyarakatnya seneng hehe.

Gw berharap pak RT-pak RT yang sekarang pun bisa lebih kompeten dan menyadari bahwa jabatan dan tanggung jawab mereka adalah sesuatu yang mulia. Sehingga mereka pun bisa jadi pamong yang dibanggakan dan disegani. Kalau bisa malah memberi suri teladan pada pejabat-pejabat diatasnya even seorang presiden. Nah lho! Eits, tapi kenapa tidak? berubah kan tidak harus dari atas ke bawah. Dari bawah ke atas juga sah-sah saja kok.

Hidup pak RT!


One thought on “Cucu Pak RT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s