12 MEGAPIXEL [4]

Aku bimbang menentukan. Adakah cinta sejati ada pada seseorang yang mampu mencintaiku seperti yang kumau, ataukah pada dirinya yang mencintaiku dengan caranya sendiri?

Kamar apartemen kami mendadak terasa begitu dingin dan hampa saat acara pemotretan kami sudah usai dan fotografer itu dengan sopan pamit undur diri. Calon suamiku duduk di hadapanku dengan muka tegang.

“Aku makin gak ngerti sama kamu, honey. Makin dekat hari pernikahan kita, makin kamu terasa jauh dariku.” Katanya sambil mendesah gelisah.

Aku tersenyum kaku sambil berusaha menatap matanya.

“Sayang, mungkin itu perasaan kamu aja dan siapa tahu emang begitulah sindrom orang mau nikah.” Jawabku mencoba menenangkannya.

“Emang kamu juga ngerasain apa yang aku rasain, honey?” tanyanya lagi dengan tegas.

Aku menggeleng perlahan. Kemudian calon suamiku beranjak dari duduknya dan memelukku dengan lembut, membuatku terbawa dalam sebuah perasaan yang hangat dan manis.

“Honey, ingetin aku ya kalau aku udah terlalu khawatir dengan semua ini. Ingatin aku juga untuk selalu membahagiakanmu.” Katanya lembut mengalun.

Aku mengangguk-angguk sambil mencoba menahan air mata yang sudah menepi di pelupuk mata.

Malam itu kami habiskan untuk pergi makan malam bersama dan mengurus kembali beberapa keperluan untuk persiapan pernikahan kami nanti.

Di ujung hari, mataku menerawang ketika aku mulai merebahkan diri di tempat tidur. Teringat tentangnya. Fotografer mantan cintaku dan percakapan kami.

“Emang sebenarnya gak perlu travelling sebelum nikah. Untung kamu cepet sadar.”

“Aku meralat makna kata travelling itu.” Jawabku lugas sekaligus defensif. Ia menatapku serius dengan pandangan bertanya-tanya. Semburat luka terlintas sesaat di matanya.

“Travelling kan gak harus menempuh perjalanan ke berbagai tempat. Hidup ini kan juga sebuah perjalanan.” Jawabku ragu.

“Kapan kamu meralatnya? Ketika menyadari laki-laki itu mencintaimu seperti yang kamu mau? Ataukah saat orang tua dan lingkunganmu makin rajin menyuruhmu menikah?”

Mendadak mataku terasa panas. Hatiku pun rasanya tertusuk melihatnya terluka di hadapanku setelah sekian lama kami berusaha untuk saling melupakan. [To be continued]

12 MEGAPIXEL [5] >


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s