PEREMPUAN NINGRAT [1]

Desahnya membuat kita terbawa suasana, memberi kehangatan aroma wanita sejati. Buah pikirannya membuat pria tersentak.

Perempuan itu bernama Ajeng Winatasari. Wanita jawa tulen. Ia besar di lingkungan jawa yang sangat menyanjung budaya timur dan adat istiadatnya. Keluarganya juga masih kerabat dekat orang-orang berdarah biru. Darah biru pun masih mengalir di darahnya.

Namun begitu, Ajeng mengenal hidup dengan pola pikir yang luas. Ia bisa memaklumi segala akulturasi yang terjadi di sekitar pergaulannya. Baik itu akulturasi budaya antara daerah, maupun antar bangsa.

Ia biarkan teman-teman perempuannya merokok, sementara ia sendiri berprinsip untuk tidak akan merokok. Begitupun free sex. Baginya, semua orang sah-sah aja untuk punya prinsip dan gaya hidup masing-masing, asal nggak memaksanya untuk juga harus seperti mereka.

Suatu hari di kantornya.

Ajeng melihat atasannya melakukan “pembunuhan” atas partner kerjanya. Sementara ia sendiri marah dengan etos kerja atasannya yang sangat buruk. Dengan lantang ia menyuarakan buah pikirannya.

“kenapa tidak bapak saja yang melakukan presentasi, bukankah itu memang tugas bapak?”

“kenapa bapak harus menjilat klien, sementara bapak bisa melakukan negoisasi berdasarkan fakta dan materi yang ada?”

“kenapa bukan bapak saja yang melakukan tugas itu, sementara itu memang tugas bapak?”

Atasannya pun marah dengan suara-suara Ajeng yang menurutnya sangat memekakkan telinganya dan bahkan bisa mengancam jabatannya. Sementara atasan itu pun sebenarnya juga sangat membutuhkan kepiawaian Ajeng dalam menyelesaikan tiap masalah yang dihadapinya.

Ajeng tetap pada pendiriannya. Baginya rejeki, integritas dan hidup itu sendiri bergantung pada diri kita sendiri dan Tuhan. Tidak ada yang boleh menaklukkan hati nuraninya, karena hanya hati nuraninyalah kompas satu-satunya untuk menjalani hidup dengan sejati.

Suatu malam di halaman kantor.

Ajeng melihat atasannya bersama dengan anak buah wanita yang punya seribu wajah. Ajeng memilih tidak memandang kejadian itu dengan matanya, namun dengan hatinya. [To be continued]

PEREMPUAN NINGRAT [2] >


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s