PEREMPUAN NINGRAT [3]

Wanita bukan berarti tidak boleh mengungkapkan perasaannya lebih dulu kepada lelaki, sebaliknya harus! Apalagi jika hal itu menyangkut harga diri dan kebebasannya mencintai lelaki lain, serta kasihnya yang tak terhingga pada seorang laki-laki yang tak bisa dimilikinya.

 

Bagas memang seorang pria yang unik, seorang seniman yang berasal dari keluarga seniman pula. Namun begitu, kadang terbersit dalam benak Ajeng, haruskah seorang anak seniman jadi seniman? Haruskah pula ia berdandan sok nyentrik dan jorok untuk memperkuat profesinya tersebut? Profesi ataukah status belaka?

 

Ah, Ajeng tidak ingin menjawab pertanyaan-pertanyaannya sendiri, karena jawaban Ajeng cuman satu; Ajeng mencintai Bagas lebih dari seorang teman.

 

Hubungan Ajeng dan Bagas berlangsung beberapa tahun. Semuanya tampak baik-baik saja dan Ajeng hampir mengira Bagas adalah seorang soulmatenya. Is he?

 

Bagas dengan lugas menjelaskan bahwa akhirnya dia memilih seorang perempuan lain untuk menjadi kekasih resminya. Hancurlah hati Ajeng seketika. Namun dalam keterpurukan itu, sekali lagi hati Ajeng sebagai perempuan ningrat diuji lagi.

 

Demi segala pertimbangannya, Ajeng memberanikan diri menyatakan segala perasaannya pada Bagas. Berat memang. Sakit bahkan. Namun Ajeng akhirnya bisa sangat merasa lega karena beban hatinya terangkat, walo Bagas tak menerima cintanya seperti yang ia harap, dan karena ia telah menjadi wanita utuh yang tidak hanya mampu mengutarakan aspirasinya, namun juga perasaannya.

 

Ajeng harus memilih pergi dari Bagas agar hatinya bisa terbang dan mencari sosok lain yang tak lain adalah her true soulmate. Selain itu, Ajeng sangat menyayangi Bagas seperti kasih ibu pada anaknya. Just giving without taking and wishing all the best for someone she loves.

 

Ayahandanya bangga melihat tindakan tegas Ajeng. Hanya saja ayahnya mengingatkan bahwa kekuatan berbicara tegas tentang perasaan cinta yang kita miliki harus sama besarnya dengan kekuatan bersikap tegas pada para lelaki yang mencintai kita namun tidak kita cintai.

Semuanya itu karena perempuan ningrat hanya boleh menikah dengan pria ningrat yang lolos bibit, bobot, bebet dan sesosok pribadi yang memang terpilih oleh cinta dalam hati seorang perempuan itu sendiri. [To be continued]

PEREMPUAN NINGRAT [4] >


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s