HOLD MY STORY PLEASE…

Kamu selalu memukauku lebih dari yang aku duga selama ini.


Kalau saja kamu tahu berapa kali aku menelusuri profile di Facebookmu, hanya untuk sekedar mengikuti perjalananmu, hidupmu, dan bayang-bayangmu. Berjuta kali aku pun berusaha menahan diri untuk tidak menuliskan sepatah katapun di statusmu, hanya karena aku tidak ingin masuk dalam kehidupanmu. Bukan, bukan karena aku tidak benar-benar menginginkannya, tapi karena aku tahu tempat itu bukan untukku.

Tapi kamu boleh tahu bagaimana aku menemukanmu.

Waktu itu hidupku hanyalah aku dan pekerjaanku, ketika kamu datang menyeruak ditengah-tengahnya. Kamu suka memakai baju hitam waktu itu. Dan raut wajahmu yang tegas makin terbingkai jelas dengan baju hitam itu.

Awalnya, semua terkunci.

Lalu, kamu mulai membuka jendelamu dan menatap kearahku tanpa ragu.

Di saat itulah, aku tahu aku sudah boleh menyapamu.

Dalam pikiran liarku kamu duduk diam menatapku dengan tatapan matamu yang tajam, senyum tipis yang menggoda, aura dirimu yang seksi,dan kharismamu yang cool.

Aku menikmatimu.

Lalu kita mulai bersentuhan, duniamu dan duniaku melebur.

‘Masih ingat gak waktu kita syuting bersama?’

‘Kamu suka musik apa?’

‘Tulisanmu mengesankan’

‘Kamu cowok paling cool yang pernah aku kenal’

Dan sejuta bla bla bla diantara kita.

Kamu mengerti aku, aku mengerti kamu.

Mungkin ada sedikit perbedaan dan pertengkaran diantara kita, tapi kita terlalu sempurna untuk berpisah begitu saja hanya karena hal-hal kecil. Kitalah peran utama dalam cerita cinta ini.

Lalu orang-orang mulai suka mengamati kita. Kita. Aku dan kamu.

Tapi kita mengabaikan mereka semua, karena aku memilih tenggelam dalam pesonamu, dan kamu pun tak ingin aku pergi. Indah. Semua itu indah.

Lalu aku dan kamu memutuskan untuk membuat sebuah film tentang kita. Film yang sekuelnya banyak. Film yang hanya boleh menemui akhir saat hidup kita berakhir, dan bukan cinta kita.

‘kamu suka dengan film kita, sayang?’

‘hate it not, baby.’

Dan kita berpelukan, kamu di sofa ujung sana, aku di sofa ujung sini, saling tatap dalam ruang waktu, saling bicara dalam tatapan, saling merasakan dalam riuh rendah suara hati kita.

Aku ingin tulisan tentang kita, hanya sampai disini saja. Bahagia dan menarik kan, sayang?

Tapi pada kenyataannya, cerita bergulir menjadi kisah bersambung yang menjemukan. Kamu dan aku hanya boleh saling memiliki dalam pengapnya hidup kita masing-masing. Aku dengan kisah-kisah cinta picisan. Kamu dengan bahtera perkawinan.

Tidak sempurna.

The end for sure. But not expected.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s