GADIS LOLI POP

Hidupku penuh warna-warni. Cita rasa auraku manis. Tapi aku cepat meluruh dan menghilang.


“Mau?”

Aku memandang ke sebuah lingkaran bulat yang besar dan berwarna-warni cerah yang ia sodorkan padaku. Ada sesuatu yang menarik dari lingkaran bulat itu, aku pun seperti dihipnotis dengan lingkaran-lingkarannya yang tampak seperti lingkaran tes psikologi, lalu aku menerimanya.

“Loli pop.” Kata orang itu.

Entah lolly pop atau loli pop aku tak peduli, yang jelas semenjak itu aku tidak pernah berhenti menikmati loli pop. Sehingga orang-orang mulai terbiasa dengan pemandangan aku dan sebatang permen loli pop. Loli pop juga memberi banyak warna dalam hidupku. Dengan loli pop, aku mengenal banyak teman yang mau berbagi loli pop denganku. Kadang loli pop juga mengisi kesendirianku dengan sensasi rasa manisnya yang selalu sukses membuaiku. Loli pop dan aku, adalah dua menjadi satu.

“Tapi tahukah kamu loli pop bisa cepat habis?”

Loli pop bisa dengan sangat cepat meluruh menjadi Kristal-kristal mencair di mulut dan lalu hilang begitu saja. Kadang aku hanya bisa menikmati kehilangannya sambil memandangi batang dimana loli pop itu tadinya ada dan berdiri angkuh disitu.

Begitupun aku.

Ketika ada anak-anak lain yang menginginkan loli popku, iri karena loli popku, atau merebut loli popku, aku tak segan-segan akan segera memberikan loli popku pada mereka. Bukan, bukan karena aku tak sayang pada loli popku, tapi aku tidak suka menikmati loli pop dengan pandangan iri, perasaan benci, dan tangan-tangan kotor yang siap memukulku kapan saja kalau aku tidak segera memberikan loli popku.

Aku tidak suka berebut. Aku tidak suka menanggung rasa nyeri. Aku tidak suka situasi yang ricuh. Aku tidak suka hidup menjadi tempat hitam dan putih saja, aku atau kamu, suka atau tidak suka, benci atau cinta. Itu semua bukan loli pop. Bukan aku.

“Ambillah kalau kalian mau.” Kataku pada mereka dingin.

Kusodorkan loli popku pada mereka. Mereka yang langsung merenggutnya dariku dengan tatapan yang teramat sangat rakus, tak mempedulikanku, dan loli popku yang barangkali akhirnya menyesal karena berpindah tangan dariku. Mereka tidak menikmati loli pop itu sebagaimana aku. Mereka hanya melihat warna-warninya. Mereka tidak tahu kalo loli pop cepat habis jika dimakan dengan sangat rakus, karena warna-warni loli pop itu akan menghilang seperti sinar bohlam yang tiba-tiba padam, dan keindahannya akan sirna begitu saja. Mereka pun melewatkan sebuah loli pop begitu saja. Begitu saja.

Aku pun akan berbalik pergi, tak kuasa untuk melihat nasib loli popku di tangan mereka. Aku akan segera meluruh dan menghilang dengan kehilangan yang teramat sangat, tapi aku lega aku terbebas dari mereka semua.

Barangkali sepi dan tanpa cahaya dalam beberapa saat.

Tapi aku yakin aku akan segera mendapatkan loli popku yang baru. Loli pop dengan rasa manis yang tidak membuatku terancam, yang bisa meninabobokanku dengan gulir-gulir indah hidup yang ceria dan berwarna.

The End.


One thought on “GADIS LOLI POP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s