12 MEGAPIXEL [11]

Menikahlah seperti sebuah foto yang abadi.

Selama berhari-hari persiapan pernikahan dibiarkan terus berjalan, tanpa ada yang menginterupsi. Barangkali semua orang masih berharap aku dan calon suamiku akan kembali dalam satu kata sepakat. Sementara bagaikan orang yang dipingit, aku menjauh dari semua orang. Calon suamiku pun tampaknya juga menghindar dari segala hal yang menyangkut pernikahan kami.

Dulu ketika aku merasa tak yakin dengan suatu hal, calon suamiku selalu ada untuk mendukungku. Sekarang, aku tahu aku harus meyakinkan diriku sendiri.

Beberapa saat sebelum isteri mantan cintaku datang, aku yakin kalau aku siap melangkah ke pernikahan walaupun sosok mantan cintaku hadir kembali. Namun, semua menjadi keraguan absolut saat kebenaran dimuntahkan padaku. Mantan cintaku menginginkanku, selalu dan selamanya.

Ibu menghampiriku sambil membawakanku secangkir teh hangat.

“Kamu masih bingung, ya?” Tanya Ibuku dengan polos tapi lugas.

Aku tersenyum sembari menerima teh hangat darinya.

“Anak sekarang punya banyak pilihan untuk mendapatkan jodoh. Dari facebook aja, bisa ketemu jodoh. Lain sama orang dulu.” Kata Ibu dengan nada halus.

Mau tak mau aku tersenyum lebar mendengar ungkapan Ibuku yang lugu dan konservatif saat menyebut jejaring sosial yang sedang trend saat ini.

“Tapi permasalahan menjelang pernikahan tetap aja sama. Memilih seseorang untuk selamanya memang bukan perkara mudah. Udah pacaran lama, tetep aja kalau mau nikah, bawaannya bingung dan ragu. Untung kamu enggak punya masalah kayak gitu.” Kata ibuku lagi dengan tenang.

Sementara aku terperangah kaget. Sudah jelas-jelas aku merasa bingung dan ragu, kok bisa-bisanya Ibuku berkata sebaliknya.

“Ibu enggak ngerti aja.” Sahutku pendek dan datar.

Ibuku tersenyum lebar, dan membelai rambutku.

“Kamu itu bingung enggak penting. Udah jelas-jelas calon suamimu itu sangat mencintaimu dan satu-satunya yang memenangkan hatimu, kok kamu malah jadi ragu cuman gara-gara laki-laki sontoloyo itu.” Ujar Ibuku dengan tenang walaupun kata-katanya menyentil.

“Tapi bu, kalau dia cinta sejatiku gimana?” Tanyaku gamblang.

“Emang kalau nikah harus sama cinta sejati, biar kalo mati, arwahmu gak penasaran gitu?” Kata Ibuku sambil tergelak.

Aku cemberut, bête dengan Ibu yang malah bikin joke di saat yang enggak tepat dan tertawa seenaknya di depan anaknya yang galau.

“Aku enggak ngerti deh sama Ibu. Maksud Ibu apa sih?” Tanyaku bête.

Ibuku berhenti tertawa tapi senyumnya masih tersungging.

“Cinta sejati itu cinta yang enggak mengenal realitas. Makanya kalau ada orang yang kasihnya tak sampai malah dibilangnya cinta sejati, soalnya yang dramatis itu kan puitis. Sementara kalau dalam rumah tangga dengan berbagai kenyataan, dibilangnya bukan cinta sejati. Lha ya memang bukan, lha wong kehidupan pernikahan itu bukan sandiwara.”

Aku terdiam berusaha mencerna kata-kata Ibu yang sebenarnya tak kusangka akan keluar dari Ibuku yang lugu dan polos.

“Maksud ibu, asal sudah ada cinta dan kesiapan berdua, itu udah jadi modal cukup buat menikah. Enggak usah pusing sama yang enggak real atau istilah-istilah yang beredar.” Kata Ibuku serius sambil tertawa lebar.

Aku mengangguk-angguk.

“Tapi kan emang mesti dipertimbangin bener-bener kan bu kalau tiba-tiba ada ragu begini?” Tanyaku tetap berusaha membela diri.

“Ya, tentu saja. Pernikahan yang sudah disiapkan jangan dijadikan deadline buat kamu. Pastikan itu jadi momen paling bahagiamu sekali seumur hidup.” Jawab ibuku tenang.

Kami pun berpelukan beberapa saat. Ada beban yang sedikit terangkat di lubuk hati ini. Dan aku tahu, aku harus menemuinya. [To be continued]

12 MEGAPIXEL [12] >


4 thoughts on “12 MEGAPIXEL [11]

  1. Huahahahaha… fans berat! Tersanjung aku! ;p

    Thanx berat, Fem! Udah baca dan menanti-nantinya! Tapi kalo tiap hari ntar kayak sinetron donk ;p

    Sabar yak! Terusannya asap!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s