FRANKLYN

Directed by Gerald McMorrow
Starring by Ryan Philippe, Eva Green, Sam Riley

For further information you may click Franklyn|Wikipedia

Film ini atmosfernya dark dengan setting lokasi dan emosi yang gloomy. Bercerita tentang empat karakter yaitu Pria bertopeng yang ingin membunuh seorang pemimpin agama yang terkenal di Meanwhile City, seorang cewek yang membuat tugas akhir tentang bunuh diri dari sudut pandang art, seorang cowok yang mencari cinta sejati dari seseorang yang berada di masa kecilnya, dan seorang ayah, yang religius, yang mencari anaknya yang hilang.

Film ini bisa diinterprestasikan secara luas.

Buat gw, film ini walau di beberapa bagian sedikit terasa boring, tapi film ini messagenya menarik. Pria bertopeng itu adalah anak si ayah yang hilang. Hanya saja si pria bertopeng itu dalam pikirannya, ia hidup di Meanwhile city-kota metropolis yang futuristik-dimana semua orang harus beragama. Sedangkan si ayah adalah pria yang hidup di London di masa kini dan sangat menyadari bahwa anak yang dicarinya mengalami gangguan mental. Bagi si pria bertopeng, ayahnya adalah pemimpin agama yang bernama the Individual yang ingin dibunuhnya.

Sementara itu, cowok yang mencari cinta sejatinya dari seseorang di masa kecil, buat gw, seperti orang autis yang hidup di dunianya sendiri, even berteman dengan tokoh imajiner. Dan cewek yang berulangkali suicide untuk tugas akhirnya, emang terlihat paling absurd, tapi menurut gw tokoh ini adalah tokoh yang paling realistis, yang akhirnya saling menemukan dengan cowok yang mencari cinta sejatinya itu.

Tanpa harus mengaitkan dengan ilmu filosofis tingkat tinggi, film ini sangat mengena. Gak cuma untuk masyarakat London, tapi buat gw secara personal hehe

Film ini makin ngingetin gw tentang kehidupan masa kini yang mendorong orang untuk menjadi makin individualis, dan dengan begitu tiap pribadi rentan untuk makin tenggelam dalam dunianya masing-masing dan mengutamakan kepentingan pribadi.

Tapi di sisi lain, film ini ngingetin gw untuk makin menghargai sudut pandang, dunia, dan cara pikir orang lain, karena tiap orang dengan segala proses hidupnya pastilah punya cara survive sendiri-sendiri.

Seperti Film Life is Beautiful (Italian: La vita e bella) by Roberto Benigni, yang menceritakan tentang seorang ayah yang mencoba menanamkan pikiran pada anaknya kalo peperangan disekitarnya adalah tempat bermain, begitulah tiap orang memahami realita dengan dunia yang tercipta dalam pikiran mereka masing-masing.

Dan dunia itu berbeda-beda, ada dunia yang seperti tempat perburuan, sebuah perjalanan, tempat terjadinya waktu yang berjalan paralel dan sebagainya.

Buat gw sendiri, gw punya sebuah dunia kecil. Dunia kecil ini buat gw seolah-olah seperti galaksi mungil dan permainan puzzle berhadiahkan kesempatan. Dari kecil gw cuma pengin jadi bintang, sederhana dan rendah hati, karena walo hanya mampu menyinari beberapa orang, tapi udah membuat orang-orang itu ngerasa sangat cukup disinari. Selain itu, hidup gw adalah kesempatan kedua yang dikasih sama orang-orang tercinta di sekitar gw especially my beloved father. So, di tiap langkah, gw selalu berusaha untuk menyusun puzzle demi puzzle untuk ngedapetin berbagai kesempatan sebagai hadiahnya. Just that simple, but more than enough for me.

Karena dunia kecil itu, cukup menjadi alasan gw menjalani hidup gw dan akhirnya menjadi tujuan hidup gw.

What about you, guys? What kind of world do u have in your mind?
It would be my pleasure to know your world, guys…

Karena pada akhirnya, komunikasi diantara tiap personal adalah hal yang penting. Bukan berarti untuk menghapus dunia dalam pikiran kita masing-masing, tapi untuk ngingetin kita kalo realita sendiri juga adalah sebuah dunia yang kita jejak sekarang ini, sebuah dunia yang layak untuk kita bikin seindah mungkin dengan berbagai kompromi dan toleransi, karena realita bukan dunia milik gw dan elo semata, tapi milik kita semua.

So guys, I recommend you to watch this movie!
Especially, untuk kalian yang individualis, sakit, and having very strong dark side! ;D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s