NINE

Ada saatnya untuk berlari. Ada saatnya untuk berhenti.

Directed by Rob Marshall. Produced by Rob Marshall, Marc Platt, Harvey Weinstein, John DeLuca, Maury Yeston. Written by Anthony Minghella, Michael Tolkin. Starring Daniel Day-Lewis, Marion Cotillard,Penélope Cruz, Judi Dench, Fergie, Kate Hudson, Nicole Kidman, Sophia Loren. Music by Andrea Guerra (Score), Maury Yeston (Songs).

Film Nine ini merupakan film yang kisahnya cukup historikal karena pernah dirilis beberapa tahun yang lalu dan punya unsur semi auto-biografi juga. Untuk data lengkapnya kalian bisa klik di Wikipedia atau mencari ke web resminya film Nine ini.

Film Nine ini bercerita tentang seorang sutradara sekaligus penulis bernama Guido Contini. Guido menghadapi krisis paruh baya yang membuat kreativitasnya mandeg dan membuat ia tertekan secara psikis menyangkut kehidupan pribadinya yang dipenuhi dengan banyak wanita; Ibunya, pelacur di masa kecilnya, istrinya, selingkuhannya, artisnya, wartawan majalah yang juga memujanya, dan juga sahabat wanitanya yang seorang designer baju dalam film-filmnya.

Guido pun berusaha untuk menemui seorang kardinal, tapi sia-sia. Guido jadi disoriented dan akhirnya mandeg dalam berkarya. Ia pun untuk sementara waktu memutuskan mundur dari pekerjaannya.

Akankah Guido kembali ke dunianya?

Just watch it the movie, guys! Dijamin gak rugi, karena film ini walaupun menyuguhkan message yang agak berat, tapi ceritanya simple dan disajikan dengan penuh tarian dan nyanyian yang memukau, serta dialog-dialog smart penuh sindiran yang mengundang tawa. Apalagi beberapa artis cantik yang seksi ikut berpartisipasi dengan memberikan goyangan mereka :p

Kelebihan dari film ini, tiap bagian cerita, atmosfernya bervariasi tapi bisa terbangun dengan kuat, dan tetap terjalin dengan indah sebagai keseluruhan cerita. It’s wonderful!

So, don’t miss it, guys!

Eniwei, buat gw pribadi, film ini berkesan karena barangkali gak cuman di usia paruh baya orang mengalami krisis, tapi di setiap fase kita, at least gw, juga menghadapi hal tersebut. Beberapa saat terakhir ini pun gw juga baru aja mengalami krisis.

Tahun kemarin tepat rencana per lima tahun gw berakhir. Ada kepuasaan sekaligus kekecewaan yang gw dapetin. Tepat kemarin itu gw juga mengalami sedikit kemunduran dalam hal fisik yang bikin psikis pun jadi amburadul. Bukan sakit parah, hanya kecapekan yang akumulatif. Apalagi mengingat gw juga udah berulangkali kena typus selama 5 tahun terakhir itu.

Dan rasanya kemarin itu pikiran gw jadi sedikit mengalami kemandegan, dan jadi gampang capek. Sehingga di penghujung tahun kemarin gw putuskan untuk mengambil pekerjaan yang bisa memberi gw banyak waktu untuk istirahat. Ya, gw istirahat. Even gw sempet beristirahat di Jogja selama sebulan, dan bekerja secara online.

Selama waktu istirahat gw itu, selain bekerja, gw cuman tidur, just do some relaxing activities such as shopping with mom, cooking, hanging out with friends, dan jalan-jalan sendiri.

Di sela-sela kegiatan itu, sesekali gw mengevaluasi kembali lima tahun terakhir dalam hidup gw. Thanx God ada banyak plan yang udah terwujud, but still thanx God gw masih punya plan yang belum terwujud kemarin, dan mesti dimasukkan dalam plan lima tahun ke depan, yang semoga tidak menjadi beban tapi malah penyemangat di masa yang akan datang.

Gw pun berusaha beranjak kembali, menyusun rencana-rencana baru untuk lima tahun ke depan, sekaligus untuk menguatkan rencana jangka panjang dalam hidup gw.

And it works well! Setelah merasa cukup beristirahat, pikiran dan fisik gw jadi berasa sangat fresh, akhirnya gw putuskan untuk segera kembali ke realita, demi mewujudkan impian jadi kenyataan. And here I am! With the fresh power I took some challenges in my hand now!

So, kisah Guido Contini jadi berasa banget di gw karena Guido pada akhirnya tahu kapan dia harus berhenti. Dan kapan dia mesti beranjak lagi.

Ini seperti filosofi balap mobil. Kalau kita memilih untuk terus melajukan mobil, tanpa mau berhenti untuk menservis mobil kita di tiap titik, barangkali mobil kita akan menjadi nomer satu di awal, tapi kemungkinan besar kita malah kemudian tidak akan pernah bisa mencapai akhir.

What about you, guys?

Tentu saja titik krisis tiap orang beda-beda. Solusinya pun pasti juga berbeda. So, just do it the best way for you, guys!

Gw sendiri memang lebih senang memilih untuk tidak terburu-buru mencapai ini-itu, tapi gw pastiin gw tepat dalam menentukan timing di setiap langkah. At least kapan jam tidur kapan jam maen hehehehehe

Jangan lupa nonton filmnya ya, guys!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s