THE UGLY TRUTH

Everyone wants to look perfect in front of his or her lover. Do you, guys?

The Ugly Truth. Directed by Robert Luketic. Produced by Katherine Heigl, Karen McCullah Lutz, Kirsten Smith, Tom Rosenberg. Written by; Story Nicole Eastman, Screenplay Karen McCullah Lutz, Kirsten Smith, Nicole Eastman. Starring by Katherine Heigl, Gerard Butler.

Abby Richter (Katherine Heigl), seorang produser acara yang cantik, pintar, tapi judes dan kaku dalam hal relationship puyeng tujuh keliling karena harus bekerjasama dengan Mike Chadway (Gerard Butler), seorang host sebuah program acara ‘The Ugly Truth’. Menurut sang produser, host acara itu terlalu sinis dengan segala hal tentang cowok dan cewek, kata-katanya juga kasar, gak educated, terlalu mendiskriminasikan wanita, uh pokoknya gak banget!

Tapi tak disangka, penampilan host itu malah berhasil menaikkan rating dan share program acara mereka. Mau nggak mau, mereka tetap harus bekerjasama.

Kerjasama itu tentu aja penuh dengan caci maki. Dan Abby makin sebel karena semuanya harus terjadi tepat disaat ia menemukan cowok impiannya. Cowok ini ganteng, hot, dokter pula! Named Colin. Mike mengetahui hal ini. Akhirnya mereka pun bikin sebuah perjanjian. Kalau Mike berhasil bikin Abby dan Colin jadian, dan itu berarti mampu membuktikan teori-teori relationshipnya, Abby berjanji akan terus bekerjasama dengan Mike happily. Kalau enggak, Mike harus segera keluar dari program acaranya. Deal!

Tak diduga, ternyata Mike dengan segala teori dan tipsnya malah berhasil mendekatkan Abby dengan Colin yang notabene adalah tetangga Abby. Tips Mike such as; Cowok itu makhluk yang visual, so ganti bra elo dengan push-up bra! Ganti juga gaya rambut lo yang terkesan mendominasi! Cowok gak suka itu! Jangan kejar cowok itu. Biarkan dia yang penasaran! bla bla bla…

Abby pun akhirnya keasyikan dengan uji cobanya dan girang banget karena akhirnya Colin pun jatuh dalam pelukannya. Di saat yang sama, ia juga harus menjaga Mike di sebuah undangan acara program TV lain, agar Mike tidak menerima tawaran kontrak dari station yang lebih besar. Sebuah pesta pun menghanyutkan mereka.

Di balik teori relationship yang dianggap sinis oleh Abby, Mike mengaku bahwa selama ini ia berhasil mendapatkan segala jenis perempuan yang dia inginkan, tapi semuanya berakhir dengan kenyataan bahwa semua cewek itu ternyata tidak benar-benar menyukainya.

Abby pun menjadi berpikir ulang tentang sosok Mike yang sebenarnya. Namun, mereka pun makin terhanyut dalam alunan musik, hentakan dansa, dan ciuman yang panas di lift!!!

Hemm… Ingin tahu lebih detail tentang teori Mike dan kelanjutan hubungan mereka? Saksikan film ini!

Film ini juga menyentil sisi kemanusiawian gw. Kadang-kadang gw juga selalu pengin tampit fit, chic, dan hot dimanapun dan kapanpun. Gak lupa beli beberapa barang yang dari merknya aja bisa bikin orang berhitung kira-kira berapa harga barang itu, apes-apesnya ya paling enggak bisa bikin orang punya bahan buat tebak-tebak buah manggis tentang keaslian barang yang gw pake itu.

Duh, apalagi kalo jatuh cinta ya bow, jerawat aja penginnya ditutupi, apalagi sifat atau kebiasaan buruk sehari-hari gw yang barangkali norak dan memalukan buat orang lain. Cuman setelah dipikir-pikir,gw bisa kuat berapa lama ya hidup dibalik topeng sendiri?

Berpenampilan okay itu wajib kali ya, walaupun gak harus (selalu) mahal. Dan jangan keseret juga jadi fashionista yang menistakan esensi diri kali ya. Daripada nanti abis marriage, pasangan kita kaget sama bentuk asli diri kita yang sesungguhnya, trus ujung-ujungnya cerai… widih, artis kali ya, kawin cerai.

Ya seyogyanya, biarkan orang lain melihat kita mencintai diri kita apa adanya (dan bukan seadanya), dan biarkan seseorang mencintai kita, as just the way we are!

What do you think, guys?

Eniwei, Gerard Butler sekali lagi tampil sebagai cowok yang macho banget, tapi sekaligus bisa sangat gentleman (including kebapakan dan ngemong banget huhu yummy!!) As he did in PS: I Love You. Watch him, ups, the movie, guys!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s