TOOTH FAIRY

It happens only when you believe it.

Directed by Michael Lembeck. Produced by Jim Piddock, Jason Blum, Mark Ciardi, Gordon Gray. Written by Lowell Ganz, Babaloo Mandel, Randi Mayem Singer, Josh Sternin, Jeff Ventimilia. Starring Dwayne Johnson, Ashley Judd.

Berawal dari suasana hati yang akhir-akhir ini gundah gulana, gw bertekad untuk nonton film-film yang fun aja. Somehow, dari sederet film yang ada, Tooth Fairy jadi film yang bersifat harus buat gw. Selain karena wondering juga kenapa nih film bertengger cukup lama di bioskop. Dan ternyata gw gak nyesel, bow! Nih film gak cuma entertaining, tapi juga menyentil. Ada sedikit awareness yang terselip dengan indah dan ringan.

Waktu gw nonton nih film kemarin, bioskop masih cukup penuh. Dan dari awal sampe akhir, penonton tertawa senang. Gw sih ketawa-tawa juga, tapi pas film udah selesai, gw nyahok alias tertohok hehehe

Film ini menceritakan tentang seorang pemain hockey di liga kecil yaitu Derek Thompson (Dwayne Jonhson) yang terkenal dengan julukan ‘Tooth Fairy’ karena keunggulannya bermain adalah menyerang lawan dan selalu sukses menanggalkan gigi lawannya.

Derek punya pacar bernama Carly (Ashley Judd) yang udah punya anak dua; Tess and Randy. Saat Derek ngejagain 2 anak Carly, Derek yang lagi main judi kecil-kecilan dengan temen-temennya, ngambil uang satu dollar dibawah bantal Tess.

Dan saat Carly pulang, Tess nangis karena uang satu dollarnya hilang. Derek langsung mau ngasih tuh anak duit dan bilang kalo peri gigi tuh gak ada, tapi Carly dengan sigap pura-pura nemuin satu dollar dari peri gigi dan bilang kalo peri gigi itu ada.

Derek dan Carly pun bertengkar. Carly keukeuh kalo fantasi ataupun dunia khayalan itu penting buat anak-anak. Sementara Derek ngotot agar ngomong tentang hal-hal yang riil aja.

Carly ngerasa susah buat Derek to say ‘what if’.

Malamnya, Derek terbangun dengan sayap dan baju tutu! Ibu peri memutuskan untuk menghukum Derek jadi tooth fairy beneran karena udah bikin anak-anak jadi gak percaya sama dunia khayalan. Derek awalnya gak mau, tapi dia gak bisa menghindar. Apalagi ada Tracy dari dunia keperian yang bertugas mengawasinya.

Jadilah banyak adegan lucu waktu Derek jadi tooth fairy. Tapi ada hal yang mencengangkan buat Derek, yaitu akhirnya ia menyadari Tracy juga pengin jadi tooth fairy.

Di satu sisi, Derek ngerasa harus nyemangatin Randy untuk ikutan talent show. Randy bilang ia mau tampil di talent show, asal Derek juga berani jadi pemain yang berani mencetak skor lagi.

Yup, Derek dulunya pemain di NHL, sebuah liga besar, terus bahunya cedera dan selama 9 tahun ia gak pernah lagi berani mencetak gol dan hanya bermain sebagai pemain ‘Tooth Fairy’ di liga kecil.

Akhirnya Derek setuju dengan tantangan Randy!

Apakah Derek berhasil mencetak gol lagi? Dan apakah Derek akan sukses membuat Tracy menjadi tooth fairy dan meyakinkan Randy untuk ikutan talent show?

Tonton filmnya ya, guys! Gak nyesel deh!

Eniwei, satu hal yang berkesan dari film ini adalah ‘don’t stop to have a dream’. Kalo dari kecil kita percaya dengan hal-hal yang bersifat khayalan, kita akan terbiasa untuk percaya pada keajaiban. Gak cuman itu, kalo dari kecil kita udah tahu keinginan dan impian kita, kita juga bakal terbiasa untuk fokus and push ourselves into limit.

Derek selalu berpikir kalo bahunya yang cedera bikin dia gak mungkin lagi jadi pencetak gol dan main di liga besar. But he never tried… he never think what if…But then, he did it!

Dulu waktu gw kecil, keinginan gw simple. Gw cuman pengin ke luar negeri gara-gara bokap rajin nonton Dunia dalam Berita. Waktu itu gw mikir kalo gw pengin liat sikon negara-negara di luar negeri by my self, gak cuman tahu dari berita.

Waktu itu impian gw diketawain. Ya gimana enggak, bokap gw orang biasa aja yang gak bakal ngeluarin duit begitu aja buat jalan-jalan ke luar negeri, apalagi jaman segitu, ke luar negeri tuh muahal banget. Udah gitu, gw tipe anak biasa aja yang gak pernah dan emang gak terobsesi jadi juara I atau punya prestasi gemilang yang bisa jadi jembatan ke abroad. How could it be?

Time goes on. Tapi gw selalu percaya gw bisa ke abroad someday. Then It happened lho! hehehe Dan gw bisa pergi ke abroad bukan karena duit dari bokap, atau hasil duit kerja. My dream came true because I believe in miracle.

Setelah itu, thanx God, ada beberapa impian yang terwujud lagi.

Tapi akhir-akhir ini, gw ngerasa ada impian-impian yang susah banget diwujudin. Dan gw baru sadar, impian itu susah jadi kenyataan salah satu faktor besarnya karena gw sendiri! I stop believe in miracle.

Guys, semakin kita tua, ati-ati lho. Semakin kita pintar menjadi realistis karena hidup, kemampuan kita untuk berimajinasi dan percaya sama keajaiban perlahan bisa berkurang. Pada akhirnya kita ngadepin hidup ini cuman kayak kita ngirup nafas, alias menjalani hidup begitu aja, tanpa berani bermimpi lagi.

Gw akhir-akhir ini sempet gitu juga kok. Gw memilih memakai rasio gw untuk ngejalanin hidup. Sampai akhirnya gw malah ngerasa hidup gw hampa and no purpose. Stuck malah.

That’s why, gw bertekad untuk back to my faith that is believing in miracle and having a dream. Dan kadang-kadang emang menyenangkan kalo kita ngebayangin dunia ini lebih kayak sebuah game atau theme park, ketimbang kehidupan yang serius dan penuh dengan orang-orang dewasa penuh dogma di kepala.

What about you, guys?

Impian boleh macem-macem kok. Percaya sama miracle dan impian juga bukan berarti lo gak boleh pake rasio kok. Kadang rasio dibutuhin untuk bedain kita bermimpi di siang bolong, atau having a dream beneran hehehe

Let’s have a dream!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s