Gadis Balloon

Apa kamu pernah mengenal gadis ceria yang jiwanya sekarat? Itu aku. Gadis Balloon. Aku lebih suka pengucapan kata balloon dalam bahasa Inggris, tanpa perlu mengganti kata gadisnya.


Aku balloon yang punya satu warna tegas yang ceria, merah. Banyak anak kecil atau orang dewasa yang sedang jatuh cinta, pun para lanjut usia yang ingin bernostalgia, memilihku. Aku mampu menyihir muka yang sedih menjadi  wajah yang penuh gelak tawa.

Dengan kekuatan terbangku, aku bisa mengajak siapapun yang merasa terpuruk ikut terbang mengejarku dan akhirnya mampu kembali berdiri bahkan meloncat sendiri.

Saat seseorang sedang sendiri dan merasa kesepian, aku bisa memberikan seutas taliku di tangannya, dan seseorang itu seketika akan memiliki aku sebagai temannya, dan kuperbolehkan menarikku kemana saja dia mau hingga akhirnya dia tak lagi merasa kesepian.

Diantara sesama balloon pun, aku adalah primadona. Hanya dengan bersamaku, orang-orang ikut memilih dan memainkan mereka. Aku memberi makna bagi balloon-balloon yang lain.

Kalau kemudian aku menemukan sebuah balloon yang gasnya menipis karena tak kunjung menjumpai tukang balloon keliling, dan ia menjadi buruk dan terancam untuk terinjak-injak di tanah, aku cepat-cepat menarik balloon itu, dan memberinya sehembus kehidupan berupa gas, sehingga ia bisa terbang tinggi lagi.

Kalau kamu mau tahu darimana aku bisa terus mendapatkan gas, kamu tak perlu mengikutiku seperti mengikuti balloon yang lain, yang pada satu titik mereka akan mencari tukang balloon keliling yang bisa memberi tambahan gas pada mereka. Kamu cukup bertanya padaku dan aku akan menjawabnya.

Aku adalah balloon spesial. Kata orang sangat jarang ada balloon sepertiku yang mampu menghasilkan gas sendiri. Aku mampu hidup sepanjang aku mau karena kelebihanku itu. Aku pun mau dan rela membagikan apapun yang aku miliki untuk balloon-balloon yang lain, karena aku sadar, menjadi spesial berarti sudah sewajarnya untuk menjadikan diriku berguna bagi yang lain.

Namun begitu, tak berarti aku sempurna. Serat balloonku sangat tipis kalau dibandingkan dengan balloon-balloon yang lain. Aku tak mampu menahan sedikit tekanan, cengkeraman, bahkan goresan kuku yang tak sengaja mengenaiku. Jarum adalah mimpi burukku.

Dulu, pernah ada seorang tua yang memilikiku. Dia yang menemukanku, menghembuskan gas pertama kali padaku, sekaligus menusukkan sebuah jarum padaku.

Awalnya kami memiliki hari-hari yang indah, selalu bersama menikmati waktu. Katanya aku adalah penyemangat hidupnya. Hingga suatu hari, ia tak mampu melawan kematian. Sosok hitam merenggutnya. Sebelum menjelang ajalnya, aku meminta dia untuk menusukkan jarum padaku, agar aku meletus dan ikut tiada bersamanya.

Ia menolak permintaanku.  Dan disaat aku terdiam dan bingung melihat kepergiaannya, sosok hitam itu berbalik cepat, mengambil sebuah jarum, dan menusukku kuat.

Jarum itu melesak jauh ke dalam diriku, nyaris membuatku meletus. Tapi kelebihanku untuk menghasilkan gas  dalam diriku sendiri ternyata mampu menyelamatkanku. Bahkan aku menjadi balloon yang lebih besar dan kuat, dengan warna merah yang makin menyala.

Tapi aku tak mampu membuang jarum itu. Kalau kamu perhatikan, ada satu dot terus menghiasi diriku. Satu dot kecil tempat jarum itu terkubur rapi. Semenjak itu, aku menjadi balloon yang tak hanya spesial, namun cacat.

Lalu aku bertemu dengan banyak orang. Semua datang dan pergi. Namun, sudah tertakdirkan bahwa akan ada orang-orang yang menusukkan jarumnya padaku. Memberiku satu dot demi satu dot pada warna merahku, sehingga warnaku menjadi tak sepenuhnya merah seperti dulu.

Hanya butuh hitungan waktu dan hasrat mengukur mauku sendiri untuk memutuskan apakah aku akan terus menghasilkan gas untuk diriku sendiri agar aku bisa terus bertahan, atau menghentikannya begitu saja.

Kalau aku maupun, akan aku isi diriku dengan begitu banyak gas lalu meletus, atau terbang tinggi sehingga aku bisa mendekati matahari dan panasnya bisa meletuskanku dalam sekejap.

Namun, banyak balloon yang memaksaku menunggu tangan pencipta mengeluarkan jarum demi jarum dari tubuhku, sehingga lukaku menguap seiring gas dalam diriku. Lalu saat lubang-lubang itu kian menganga dan permukaan balloonku tak mampu menyimpan gas, barulah aku boleh menjadi tiada.

Aku setuju dengan usul teman-teman balloonku. Namun hidup suka menggodaku untuk tak lagi memberikan gas pada diriku sendiri. Semoga aku pun cukup ceria untuk menghidupkan jiwaku sendiri yang sekarat dan sekali lagi mencoba bertahan.

Aku gadis balloon yang ceria dengan jiwa yang sekarat, maukah kamu berteman denganku?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s