Menelusuri Jejak Patah Hati – jurnal wanita masa kini bertradisi timur vol.01

Akhirnya aku bisa mengerti bahwa kamu sudah sangat memahamiku dan memberiku keputusan yang terbaik.


Ketika seorang laki-laki membuntutiku dan mengiba rasa cintaku di saat hatiku sedang kosong, aku memilih menolaknya.

Bukan karena aku tidak butuh cinta ataupun laki-laki, tapi karena aku tahu, suatu hari nanti kalau aku menyakiti hatinya, aku juga akan sekaligus menghancurkan hidupnya.

Aku memilih memberinya luka sesaat daripada seumur hidup. Dan karena aku tahu bukan cinta yang ia tawarkan padaku, tapi rasa suka bercampur penasaran yang tiba-tiba menggunung lalu menjelma menjadi keinginan memiliki yang sedemikian kuatnya.

Ketika seorang laki-laki menawarkan kenikmatan sesaat, aku juga memilih untuk menolaknya.

Bukan karena organ-organku tidak berfungsi sebagaimana mestinya, tapi karena aku tahu laki-laki itu tidak cukup berharga untuk mendapatkannya.

Aku memilih untuk mengecewakannya daripada aku yang jadi merana seumur hidup.

Dan karena aku pun juga tahu bukan kenikmatan yang sebenarnya ia tawarkan, tapi sebongkah hasrat yang tak tahu diri.

***

Saat aku menawarkan sebuah komitmen pada seorang pria, kini aku mengerti alasan ia menolaknya.

Dia lebih dulu sadar bahwa aku tak benar-benar menawarkan sebuah komitmen, tapi pernyataan sayang tak berujung karena dia tahu aku belum benar-benar siap meninggalkan impian-impianku demi dia.

Saat aku menangis meraung-raung memohon pada seorang pria untuk menerima cintaku, kini aku sangat berterimakasih padanya karena dengan tegas ia mengembalikan cintaku.

Dia lebih dulu sadar kalau aku menawarkan rasa cinta yang sudah terkontaminasi dengan obsesi dan rasa posesif dalam takaran yang sudah over dosis. Sehingga daripada membuatku sakaw dan mati perlahan, ia membiarkan aku patah hati sesaat.

Saat aku berusaha menjadi yang terbaik untuk seseorang, ia memilih sosok lain untuk menambatkan cintanya.

Ternyata dia lebih sadar kalau aku memang bukan untuknya, dan daripada memaksaku berubah menjadi sosok yang ia inginkan, ia lebih memilih untuk meninggalkanku cepat-cepat. Agar aku tetap bisa menjadi diriku, just the way I am.

***

Pada akhirnya, patah hati yang menyakitkan dan menyesakkan pun juga selalu memiliki lika-liku yang asik saat ditelusuri dan sangat melegakan ketika jawabannya sudah ditemukan.

Pada akhirnya, hanya cinta saja yang bisa membuat cinta itu sendiri abadi dan bersifat menyatukan untuk sepasang hati.

-Phoenic-

Jawaban Itu Kamu – jurnal wanita masa kini bertradisi timur vol.02

Siapa yang Beruntung – jurnal wanita masa kini bertradisi timur vol.03



One thought on “Menelusuri Jejak Patah Hati – jurnal wanita masa kini bertradisi timur vol.01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s