Dear My Future Children [2]

Ijinkan Mama membuka satu cerita masa lalu. Cerita manis sekaligus sangat menyakitkan yang Mama tidak mau mengulangnya lagi di langkah hidup Mama selanjutnya.

Sayang, Mama tidak tahu apakah menceritakan seorang laki-laki yang pernah ada dalam kehidupan Mama di masa lalu merupakan hal bijak atau tidak untuk kalian. Hanya saja Mama merasa kalian harus tahu mengenai seseorang ini karena dia banyak mengubah Mama.

Mama minta terimalah cerita ini dengan menghargai Mama sebagai pribadi sekaligus wanita yang pernah melewati masa-masa muda.

Mama pernah berpikir seseorang ini adalah soulmate Mama. Sekaligus dari awal Mama tahu dia bukan Ayah kalian.

Nama. Apalah arti sebuah nama.

Seseorang itu masuk dalam kehidupan Mama dengan berani. Dia begitu alive. Tidak pernah ragu meminta apapun dari Mama. Sangat extravaganza.

Mama tidak pernah tahu pasti kapan Mama akhirnya menyayanginya. Waktu terus berjalan, dan kemanapun Mama dan seseorang itu berpisah, kami selalu bertemu, saling menemui.

Dia tidak pernah benar-benar ada disamping Mama, tapi dia selalu ada setiap saat Mama membutuhkannya.

Buat Mama, seseorang itu sudah sangat sabar menghadapi Mama kamu yang sempat membeku. Mama pernah menutup hati Mama semenjak Mama kehilangan kakek kamu. Tapi seseorang itu mampu mencairkannya. Barangkali memang butuh waktu lama, tapi dia sangat sabar menghadapi Mama kamu.

Dengan seseorang itu Mama belajar menjadi pribadi yang lebih berkembang dan terbuka.

Dengannya Mama bisa melihat dunia dengan lebih luas, merasakan warna-warninya kehidupan, dan cinta itu sendiri.

Tapi Mama masih muda dan ambisius saat itu. Mama memilih mengejar impian. Mama mencintai diri Mama sendiri, dan karena Mama sangat mencintai kalian. Mama sadar Mama harus segera beranjak, daripada hanya mengikuti cinta yang Mama sendiri tak yakin.

Uniknya, kami masih tetap saling menemui. Menghabiskan sederet malam yang berjumpa dengan pagi. Menatap hari yang pada satu titik kami tahu, kami tak ditakdirkan untuk menjelang hari esok bersama hingga tua nanti.

Di suatu pagi, kami menemukan bahwa kami tak lagi bisa saling berbicara. Satu kata terlepas menambah jarak yang kian melebar.

Mama sangat menyayanginya. Hanya saja, Mama sadar Mama harus segera melepasnya. Mama sudah berusaha keras menahannya. Tapi seseorang itu lebih dulu tahu kalau Mama hanya menjanjikan komitmen tanpa batas waktu. Sementara dia ingin segera menikah.

Rasanya sakit sekali, sayang. Dia orang yang telah mencairkan hati Mama sekaligus membekukan hati Mama lagi. Mama pikir setelah melepasnya, Mama bisa moving on.

Ternyata terkadang Mama masih mencari sosoknya di pribadi-pribadi yang lain. Mama pun butuh waktu yang sangat lama untuk Mama bisa jatuh cinta lagi.

Sayang, kamu jangan marah ya dengan om itu. Percayalah, dia sangat berarti dalam hidup Mama. Kalau dia pernah melukai Mama, Mama juga pernah menyakitinya.

Mama menceritakan seseorang ini, karena kalau Mama tak bertemu dengannya, sebelum Mama bertemu dengan Ayahmu. Barangkali Mama dan Ayahmu tak akan menikah.

Kalau Mamamu tak pernah memiliki seseorang itu di masa lalu, Mama pasti masih introvert, seribu kali lebih sensitif daripada sekarang, ambisius, tegang, kaku, dan menderita syndrom super. Tertawalah kalau kalian ingin tertawa, sayang.

That’s why, bagaimanapun juga berterimakasihlah pada om itu ya, sayang.

Dia pernah ada dalam hidup Mama kamu di masa lalu. Itulah mengapa Mama tak mau lagi menyebut namanya sekarang di depan kalian. Semua sudah berlalu.

Tapi percayalah, satu orang demi satu orang akan mengantar kita pada seseorang yang tepat, sayang.

Mama pun jatuh cinta lagi. [to be continued]

 DEAR MY FUTURE CHILDREN [3] >


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s