The Journal of A Deadly Sophisticated Professional. Vol.01

Life is not that easy, baby…

 

Bertahun-tahun gw bekerja, hanya segelintir orang yang benar-benar bisa bekerja secara profesional yang gw temuin. Selebihnya adalah orang-orang yang suka sekali mengerjakan banyak hal diluar jobdesk mereka termasuk senyum basa-basi, mendekati bos dengan cara apapun, bahkan bekerja keras dengan mental dan cara berpikir pedinde.

Gw tahu semua orang barangkali tidak memiliki keberuntungan atau kelebihan yang sama, tapi gw yakin banyak orang yang sama-sama punya Tuhan.

Ketika semua orang sibuk mengejar jabatan dan gaji tinggi, gw enggak pernah berpikir untuk mendapatkannya, hingga suatu hari semua itu disodorkan ke gw. Semua orang sibuk mendapat senyum atau ajakan makan dari bos, gw lebih suka sibuk titip makan ke OB ketimbang mesti makan dengan bos yang malah bisa bikin gw keselek.

Ada temen yang pengin ngejatuhin gw, malah gw kasih kesempatan untuk ngebuktiin kebisaannya. Sayang, ternyata dia emang cuman bisa jilat pantat bos. Sok atuh.

Ketika semua orang ingin mendapatkan eksistensi, dengan sok sibuk di depan bos, gw berusaha membagi waktu dengan cermat dan efisien antara kantor, side job, kehidupan sosial, dan urusan pribadi.

Barangkali orang akan bilang gw sombong dengan menuliskan jurnal ini. Barangkali ada yang iri dengan load kerja gw yang barangkali seolah tak sebanyak mereka. Barangkali ada yang gemes ngeliat gw bisa sesantai ini menyikapi politik kantor yang memanas sekaligus dalam menjaga kursi panas gw, serta merta sebel menyaksikan betapa gw bisa tetap menjadi diri gw sendiri, tanpa takut ini-itu.

Di balik itu semua, gw bekerja dan belajar lebih keras dari mereka. Integritas gw tidak terbangun dalam hitungan menit. Dari awal kuliah hingga titik ini, gw belajar lebih banyak daripada orang lain, bekerja lebih giat daripada orang lain, dan menangis darah lebih sering karena saat orang lain terlena, gw terjaga.

Ribuan kritikan juga gw cerna. Menyakitkan tapi sangat membangun kepribadian gw. Pro dan kontra tentang diri gw sama besarnya. Menyesakkan namun menggembleng diri gw.

Saat semua orang berpikir tentang bagaimana mengisi hidup dengan hal-hal yang duniawi, mengandalkan harta dan kekuasaan orang tua, gw cuma berpikir bagaimana bisa membuat bokap gw bangga sama gw. Walaupun gw enggak akan bisa lagi melihatnya tersenyum.

Saat semua orang tidur, gw menjahit rencana demi rencana langkah karier gw, menambah satu demi satu karya tulisan gw untuk portofolio, dan mengintropeksi diri demi berkembangnya kepribadian gw.

Dan diluar semua itu, gw hanya percaya dan yakin pada satu hal, hidup ada di tangan Tuhan. That’s it.

Guys, just believe me, life is not that easy. Seberapa besar kekuasaan ortu elo, seberapa banyak jalan pintas untuk menghalalkan segala cara, dan seberapa banyak uang bisa menyelesaikan apapun masalah elo dan mewujudkan keinginan elo, pada akhirnya kehidupan tetap akan menampakkan rupa aslinya pada kalian. You have to face that life is full of ups and downs.  You should face it by the strength  of yourself.

But don’t worry though life is not that easy, just do your best, and only believe in Him, then everything’s gonna be alright.

Gw menuliskan jurnal ini karena gw miris melihat banyak orang yang sibuk melakukan ini-itu demi menyenangkan sesama manusia yang masih sama makan nasi juga. Sementara kita semua punya Tuhan.

Gw juga sadar diatas langit masih ada langit. Gw hebat untuk ukuran gw sendiri, tapi gw tahu masih banyak orang yang lebih hebat daripada gw. Kalian semua hebat.

You are great too, baby. Just believe in your self and Him.

 

The end.

 

 

 

 


One thought on “The Journal of A Deadly Sophisticated Professional. Vol.01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s