Skenario yang Salah

I want to feel the rain on my face.

Tiap pagi yang aku temui hanyalah gundah. Kata-kata beku tertahan di mulut. Rasa hampa mengisi penuh rongga hati. Jeritan tidak memiliki ruang. Apalagi tangis.

Seperti sebuah sinetron yang tak kunjung usai, hari-hariku bergulir tanpa ada plot cerita yang berubah secara signifikan. Membosankan, namun harus tetap hadir.

Saat aku bertemu dengan orang lain, gundahku menguar berganti dengan semangat yang tersisa sedikit untuk menjalani hari, sambil berkata pada diri sendiri bahwa memang semua ini yang harus kujalani.

Namun saat aku bertemu malam, ia  akan mengembalikan kegundahanku lengkap dengan pikiran-pikiran liar yang menyelimutiku dengan bersahabat.

Seminggu, sebulan, dan beberapa saat, mulai terlintas di pikiranku, akulah sang aktor yang mendapatkan skenario yang salah, tak pantas, dan picisan.

Bukan. Tak seharusnya begini.

Semestinya saat aku menjejakkan kakiku pertama kali tiap kali kubangun tidur, bukan rangkaian scene ini yang harus aku perankan.

Semestinya saat aku membuka mataku kembali, bukan gundah ini yang harus kurasakan.

Aku tak tahan lagi. Aku harus segera memberitahukan pada sutradara atau produser kalau penulis skenarionya ngawur. Talent coordinatornya apalagi. Pasti skenarioku tertukar dengan aktor lain, dan dia sengaja tidak melaporkan kekeliruannya itu, demi menjaga nama baiknya sendiri.

Atau jangan-jangan manajerku yang alpa dan lupa?

Ah tapi cerita ini terlanjur bergulir, aku tidak pernah mau menjadi aktor yang peranku tiba-tiba ditiadakan tanpa alasan yang jelas, dan akhirnya malah memperkosa plot yang stagnant.

Baiklah, aku akan terus memainkan peran ini dengan sebaik-baiknya, namun bukan untuk menunggu semua orang sadar kalau mereka telah memberiku skenario yang salah, tapi sampai aku bisa menafikan skenario ini, dan menulis skenarioku sendiri. Skenario yang kumau dan kuinginkan, serta tepat untuk kemampuan aktingku.

As soon as possible.

The end.


One thought on “Skenario yang Salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s