In Between

Rasanya seperti sudah berlari jauh dan terhenti di pinggir tebing, dengan pemandangan jembatan yang hancur, dan pulau impian jauh dari jangkauan. Tak ada satupun yang bisa membantumu berjalan kearah pulau itu. Jarak yang terlalu jauh dan deburan ombak yang ganas memburamkan logika.

 

Kalau kamu pernah merasakan menjadi zero, kamu akan menghargai tiap detik yang berjalan saat kamu menjadi hero. Begitupun sebaliknya. Tapi kamu tak akan pernah lagi puas saat hidupmu berada di antara keduanya. Tentu bukan ingin kembali menjadi zero, but absolutely a hero.

Bukan tepuk tangan, jeritan pujian, atau desah kekaguman yang diharapkan, toh semua itu hanya bersifat artificial dan temporary. Namun berada di titik top of your world itu rasanya tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Parahnya, rasa itu bikin nagih.

Bukan, bukan sekedar popularitas yang mengiringi saat sebuah karya terlahirkan kembali, kepuasan saat naik jabatan, atau kegirangan yang terjadi saat cinta bersambut.

Rasanya seperti Sang Pencipta sedang memelukmu, dan alam berdansa riang hanya buatmu. Rasanya tetap melampaui kata-kata bukan?

Bukan pula seperti penguasa yang hanya  menjentikkan jari lalu semua keinginannya bisa terwujud.

Rasa ini berbeda.

Bahkan tubuhmu bisa bergetar seiring detak jantungmu, dan tangan-tanganmu lemas karena kamu tahu ada tangan yang lebih berkuasa yang sedang mendukungmu untuk membuat impianmu terwujud.

Rasa itu sekali lagi tetap tak terwakili hanya dengan kata-kata. Sekali lagi, rasa ini bikin nagih.

Rasa nagihnya pun juga tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Bukan seperti saat kamu addicted sama drugs and love, yang membuat otakmu hanya berpikir pengin itu lagi dan lagi.

Rasa nagih ini tidak mengejar-ngejarmu, sebaliknya rasa nagih ini menyentuh jiwa kamu yang paling dalam, dan membuatmu tahu bahwa kamu harus segera mengarahkan biduk kehidupanmu menuju impianmu yang bisa menjadikanmu seorang hero lagi.

Tentu tak semudah mendapatkan drugs and love, pun juga tak sesulit mendapatkan drugs and love.

Ini bukan permainan halusinasi, ataupun perasaan semata. Namun cukup menghipnotis.

Kamu akan merasakan hidup kamu clueless, bagai sayur tanpa resep yang tepat. Kamu akan terus berjalan hingga sampai di satu titik kamu akan merasa jengah dan begah, tepat seperti kamu berdiri di pinggir tebing. Ada jarak antara kamu dan impian kamu. Ada begitu banyak hambatan yang memburamkan logika.

Beyond your mind.

Cuma kata-kata itu yang barangkali bisa menjadi jembatan antara tebing dan pulau impianmu.

Cuma kata-kata itu yang barangkali bisa menjadi bekal untuk meraih impianmu, to feel again being a hero on the top of your world.

For leaving life in between two spaces.

The end.

 

 

 

 

 


One thought on “In Between

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s