Bintang Kecil di Langit*

*Tulisan ini pernah published di account Facebook penulis.

Ini bukan tentang lagu anak-anak ataupun salah satu lagu band papan atas. Ini kisah manis tentangnya.

Ayah mengenalkan dia padaku sejak aku lahir di dunia ini. Kata Ayah, dia adalah teman sejati yang akan menemaniku seumur hidup. Aku abaikan kata-kata Ayah. Aku bilang pada Ayah, ‘aku akan mengenalnya sendiri dan biarkan semua proses itu mengalir sendiri, yah’.

Tapi Ayah tidak pernah lelah untuk selalu mengingatkanku tentang dia, disaat aku sendiri lebih senang tidak memikirkan tentangnya. Uniknya, Ayah memang selalu punya seribu satu cara untuk tetap mendekatkan aku padanya.

Hingga di sisa hidupnya, Ayah tetap mengantarkan aku padanya. Di suatu malam, sebelum Ayah pergi selamanya, Ayah gelisah. Aku pun bangun dari tidurku, beranjak mendekati Ayah. Lalu Ayah memintaku menemaninya untuk berbicara padanya. Aku tahu, walau tak terkatakan, Ayah menitipkan aku padanya.

Lalu Ayah pergi.

Aku marah padanya. Buat apa aku harus menyerahkan hatiku padanya disaat ia sendiri tak mampu menjagai Ayahku. Dan aku memutuskan untuk menyusul Ayah.

Noktah.

Aku dilahirkan kembali. Aku tahu ini yang Ayah inginkan dariku. Aku menjalani sebuah kehidupan lagi. Tapi aku tetap tidak mau mengenal dia. Kututup pintu hatiku rapat-rapat untuknya.

Anehnya, dia romantis dan suka memberi hadiah kejutan seperti Ayah. Tiba-tiba dia mengambil peran yang biasa Ayah lakukan padaku. Dia membiarkan aku hidup dengan bebas, memberiku banyak pilihan, teman-teman yang menakjubkan untukku, dan cinta.

Aku juga boleh minta apa saja darinya. Dan dia selalu memegang janjinya, membuat pintaku terwujud dengan berbagai cara yang indah.

Tapi kadang aku pun sedih karenanya. Aku sedih kalau aku merasa dia jauh dariku. Aku sedih kalau dia sedang memilih diam dan seolah membiarkanku sendiri. Dan aku sangat sedih saat aku marah dan menjauhinya.

Dan selalu, tiba-tiba, dengan cara tak terduga, dia datang menghampiriku kembali. Memberiku hadiah indah. Hadiah yang lebih indah dari apa yang aku inginkan, yang membuatku makin mengerti tentang hidup dan alasan diamnya padaku.

Sehingga lambat laun aku mulai mengerti alasan Ayah menyebutnya teman sejati untukku. Ia mencintaiku dan Ayah tahu suatu hari nanti aku pasti akan mencintainya juga.

Aku mencintaimu.

Cintanya makin melengkapi diriku. Dia selalu berjalan denganku, dan saat aku capek, dia menggendongku dan meninabobokanku dengan lembut. Katanya ‘tidur ya sayang, biarkan sekarang aku yang melakukan peranku.’

Dan saat aku terbangun, semua sudah baik-baik saja. Dia tersenyum melihatku kembali tersenyum bahagia.

Orang-orang pun takjub dengan perubahan yang terjadi padaku sekarang. Kata mereka, dia telah mengubahku dengan cara yang ajaib sehingga sekarang aku menjadi pribadi yang lebih unik dan indah.

Lalu mereka bertanya padaku, ‘dengan keberadaan dia dan hidup yang ada dalam genggamanmu, apa lagi yang kamu inginkan?’

Aku tersenyum lebar, dan jawabku mantap ‘Aku ingin jadi bintang kecil di langit. Aku ingin bisa menjadi bintang kecil yang walaupun tidak bisa menyinari banyak orang sepertinya, tapi semoga sinarku tetap bisa berpijar di hati orang-orang yang aku temui dan sayangi.’

Ada dari mereka yang mencibir padaku, ada yang mengangguk mengerti.

Ternyata keinginan itu tidak mudah untuk diraih. Mencintai dan mengikuti jalannya pun selalu penuh dengan rintangan. Tapi dia sering membisikiku sesuatu yang membuatku tak pernah lagi ingin meninggalkannya atau berpindah hati darinya. Sesuatu yang membuatku akhirnya mengerti tentang kepergian Ayah. Sesuatu yang manis seperti cintanya. Cinta yang telah membuat hatiku selalu hangat. Cinta yang membuatku pada akhirnya jatuh mencinta padanya.

Lalu aku tahu, dia memang sudah ditakdirkan untukku dari awal hingga akhir nanti.

***

‘Aku bersamamu.’


2 thoughts on “Bintang Kecil di Langit*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s