When We Say Yes

Life begins with a simple answer, yes or no. What will you answer then?

Jawaban Ya mempunyai banyak arti saat ini. Apakah benar-benar mengiyakan tak hanya di mulut namun juga di hati? Apakah mengiyakan karena malas berpikir? Apakah karena merasa tidak punya pilihan lain? Apakah dan apakah tentunya.

Bahkan terkadang untuk mengiyakan suatu pertanyaan atau tawaran, kita sering merasa dilematis. Kadang kita pun juga terlalu keras kepala dan berpikir sempit sehingga sulit menjawab Ya.

Jawaban Ya tentunya lebih terasa berat daripada Tidak karena jawaban ini sarat dengan kesanggupan, tanggung jawab dan resiko.

Saya jadi teringat dengan film “Yes Man” yang dimainkan dengan kocak oleh Jim Carrey. Film ini mengisahkan bagaimana mengubah hidup hanya dengan cara always say yes untuk apapun yang ditanyakan atau ditawarkan oleh orang-orang di sekitarnya. Hasilnya memang hidup menjadi a little bit silly, but somehow it works, though it depends on how you think about it.

Don’t you ever say Yes without any consideration?

Saya enggak pernah.

Tapi bukan berarti saya selalu menjawab ya dengan pertimbangan matang. Ada saatnya saya menjawab ya dan membiarkan segala sesuatunya berjalan apa adanya, menanggung resiko dengan senyum kecut sembari menerima banyak kejutan yang kadang menyenangkan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Ternyata menjawab Ya tanpa pikir panjang kadang membuat hidup menjadi terasa lebih hidup.

Jadi anda menjawab Ya dengan atau tanpa pertimbangan, paling tidak pastikan bahwa anda tak akan menyesalinya.

Happy to say yes🙂

 

 

 


One thought on “When We Say Yes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s