Another Day of My Life

Starbucks di suatu sore bersama hujan. Tumpukan buku, tulisan demi tulisan di layar netbook, orang lalu-lalang tanpa saling menyapa, harum kopi, dan London.

Deretan huruf terasa sangat menyenangkan saat dirangkai dalam berbagai kata hingga menjadi sebuah cerita, kritik dan resensi buku. Jurnal dengan kata-kata menyeramkan untuk menyampaikan ide ringan yang tajam. Semuanya berbaur dengan pemandangan kota London.

Suara berat membuyarkanku, “Do you enjoy it?”

“Yes, I do.” Jawabku gamblang dan senang.

Kami saling tersenyum dengan musik romantis yang sedang mengalun. Seharusnya disini dan biasanya kalau di film-film kegiatan mesra bisa dilanjutkan, namun malah terdengar suara memekakkan telinga dan seperti lagu yang mendadak terdengar tak jelas karena kasetnya kusut, here we are.

“Ini dosennya kurang VITAMIN apa yah, kok kalo ngasih tugas udah susah, banyak, bikin males hidup pula.” Kata Olive mengomel.

“Ciyuuuusss?” Suara berat nyeletuk sok unyu.

“Oh, noooo! No alay language, no unyu dialect with your voice, Bay.” Teriakku lebay.

Kami tertawa senang, sekaligus demi menyaingi suara tertawa dari meja sebelah yang sedari tadi mengalahkan suara hujan yang turun.

Lalu suasana kembali sunyi, semua mendadak kembali ke lamunan masing-masing.

“Yelloooow, ada enggak sih yang ngerasa SESUSAH gw karena tugas ini?”

“Mau seberat apapun, akan gw lakuin Liv, demi pemandangan bis merah dan Big Ben ini.” Jawabku melo.

“Hadeuuuh, ini big city ya non, please gak usah melo-melo! Hadapi kalo sekarang ini kita harus ngerjain tugas, dan jam 7 nanti kita harus cuci-cuci piring di gerai makan badut jelek itu DEMI bisa dapat ayam buruk rupa tanpa rasa!!” Omel Olive makin berangas. Mungkin memang cuma dia yang stres sama tugas.

Bay sendiri sepertinya lebih memilih memeloti diktat di depannya. Bay memang kadang suka keseringan fokus dengan hal-hal serius tanpa dia sendiri menyadari. Mungkin mind set-nya sedari kecil udah begitu.

Bay tiba-tiba menoleh kearahku, “Vel, naik ferris wheel yuk!”

Olive langsung teriak lagi, “Ya ampuun! Kalau dihitung-hitung nih ya, dari sejak kalian menginjak tanah bangsawan ini, kalian udah 1001 KALI naik komidi putar itu! Pemborosan!”

Bay dan aku hanya saling tersenyum, tapi Olive pun dengan cekatan segera membereskan barang-barangnya dan menyusul kami yang langsung berjalan cepat-cepat.

Hari itu London tampak murung dan basah. Buatku London indah dalam segala cuaca. Olive walaupun udah sering naik ferris wheel selalu kecentilan untuk mengambil foto-foto narsis dari magic-not only smart-phonenya. Hanya aku dan Bay yang menikmati suasana.

“Bay, gw sampai sekarang masih enggak ngerti. How could you make all of these things happen beautifully?” kataku ringan menuntut jawab.

Bay tersenyum dan menatap jenaka, “Do you think I’m the part of this big plan?”

“Simpan saja kata-kata misteri lo, Bay. Please, give me the clue at least.”

Bay menggeleng pelan, ” Life is like this ferris wheel, right? Yang penting tetap di poros aja. Just enjoy it, Vel. I’m happy for you and I’m also happy to be with you in this city.”

Bay selalu punya caranya sendiri untuk menghadapi dunia sekaligus menciptakan dunia seperti yang dia mau. Hamparan pemandangan di depan mata kami menjadi tak sebegitu indah kalau dibandingkan dengan dunia yang telah ia ciptakan untukku.

“Today, I want you to meet someone.” Katanya lembut.

Tepat di saat ferris wheel berhenti, aku melihat sosok itu. Aku berteriak senang dan menoleh pada Bay, “Once again, you give me magical moment, Bay. Thanx a lot.” Aku memeluk Bay sesaat dan segera menghambur kearah sosok itu. Setelah berpelukan lama dengan sosok itu, hanya sesaat sebelum aku beranjak pergi, aku menoleh kearah Bay. He’s still looking at me with his mysterious smile and eyes.

“Thanx a lot, Bay.” Kataku tanpa suara kepadanya.

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s