Next

“Mau dikatakan apalagi, kita tak akan pernah satu. Engkau disana, aku disini, meski hatiku memilihmu.” -Kahitna- Akhirnya dia membawaku pergi darimu.

Kita berdiri berhadapan, ada jarak diantara kita. Kamu memohon padaku, dan aku terdiam. Tak ada sedikitpun air mata pun binar kecewa di mataku. Kamu terus mengais-ngais sedikit rasa padaku, namun aku hanya bisa menatapmu tanpa ekspresi.

“Kita masih bisa bersama, kamu sayang aku, kan?” Teriakmu mengiba.

Kata-katamu hanya sayup-sayup terdengar di telingaku.

“Kenapa? Kenapa kamu membiarkan semua ini terjadi? Kenapa?” Kamu berteriak putus asa.

Aku tetap terdiam.

Lalu mendadak, kamu datangkan hujan badai, dan suara gemuruh. Petir pun menyambar.

Kamu berharap aku akan menjawab, atau aku marah padamu. Namun, aku tersenyum. Tanpa kamu sangka, aku memelukmu erat-erat. Kamu terpaku. Hatimu berhenti berdegup.

Lalu aku melepasmu perlahan, dan aku berbalik pergi.

Dengan suara penuh harap, kamu masih tetap bertanya, “Kenapa?”

Hujan mereda. Bajumu basah kuyub dan kamu mulai menggigil kedinginan.

Sementara tak setetes pun air menyentuhku. Aku baik-baik saja tanpa sedikitpun merasa apapun padamu. Aku bahagia, bukan karena aku melihatmu terluka, namun karena pada akhirnya aku mampu melewati semua ini tanpa beban.

Kamu meredup, dan akhirnya aku menjawab.

“Tidak perlu ada kata kenapa dan karena. Seperti posisi kita berdiri sekarang, kamu disana, aku disini.”

Kamu tetap mengejar jawaban yang kamu harapkan keluar dari mulutku dengan mencoba memberiku sebuah pernyataan, “Aku selalu memikirkanmu. Kamu adalah duniaku.”

Aku hanya tersenyum.

Aku berbalik pergi dengan amat lega. Kisah denganmu berakhir. Satu jalan sudah terselesaikan. Kini dia membawaku ke tempat yang jauh lebih besar dengan banyak orang menantiku. Ini saatnya, aku harus lebih berbagi demi semua orang. Tidak hanya untukmu, pun segelintir orang. Jalan ini akan jauh lebih berat, namun aku yakin hanya bersamanya aku mampu menjalaninya.

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s