PETAK UMPET [5]

How can the devil be pulling you toward someone who looks so much like an angel when he smiles at you. Taylor Swift – I knew you were trouble.

 

Ibu mertuaku tak  menyia-nyiakan momentum kelancanganku yang menyebabkan Ia harus ke rumah sakit untuk memaksaku menjadi menantu sempurna. Namun tentu saja, Ibu mertuaku masih mengatup rapat-rapat mulutnya padaku.

Meja makan hening dengan 7 orang dewasa dengan muka tegang. Aku. Bubi. Ibu mertua. 2 saudara Bubi yang lain beserta pasangan mereka masing-masing. Semuanya sengaja dihadirkan tanpa serta merta anak-anak mereka yang masih balita, demi penyampaian perintah yang pasti tak akan kusambut dengan confetti.

“Filo, ada yang harus aku sampaikan.” Kata Bubi tegas namun sangat tegang.

Aku mengangguk seadanya, dan berusaha keras terus fokus pada sapi panggang yang mendadak benar-benar menjadi seonggok daging tanpa makna apalagi rasa.

“Ibu menyarankan kamu pergi ke Psikiater.” Jelas Bubi lirih namun menghujam tajam.

Semua gerakan jariku terhenti, dan mendadak aku ingin jantungku ikut berhenti.

Tiba-tiba salah satu kakak perempuan Bubi angkat suara, menggenapi skenario yang tentunya telah dirancang sempurna oleh Ibu mertuaku.

“Dulu mbak juga ngerasa ngeri sama apa yang namanya mengandung, melahirkan, dan punya anak. Tapi mbak yakin itu semua ada sebabnya, dan bisa dicari solusinya. Psikiaternya baik dan menyenangkan kok.”

Bubi menatapku terus dan kembali bersuara, “Mau ya, Filo?”

Tiba-tiba aku sangat membenci Bubi. Kali ini aku hanya bisa mengiyakan dengan mengangguk seadanya. Aku bisa merasakan Ibu Mertuaku tersenyum puas.

Sepanjang perjalanan pulang ke apartemen kami, aku membisu. Sementara Bubi berusaha bersikap wajar.

“Filo, besok minggu kita jalan-jalan yuk. Kamu mau kemana?”

Aku menoleh padanya, dan Bubi sedang menatapku dengan senyumnya yang menawan. Bukan, bukan aku yang selama ini bersembunyi. [To be continued]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s