COMING SOON

radioSo listen to the radio (listen to the radio), remember where we used to go. The Corrs.

Hari ini rasanya riang. Aku menikmati ritualku beberapa saat terakhir ini. Sebelum aku dan kamu pergi berkencan, aku akan mendengarkan radio, dan diujung sana kamu berceloteh dan mengirimkan pesan-pesan penuh isyarat supaya kamu tidak dianggap sebagai penyiar radio yang pilih kasih hanya pada satu pendengar setia kamu.

“Lagu selanjutnya Superfantastic by Mr. Big, lagu ini khusus dari mister pie buat gadis food lover-nya. Katanya 1 jam lagi Hawaian steaknya well done!” Kata Wollly dengan gembira.

Lagu mulai mengalir, dan aku tertawa-tawa. Tepat 1 jam kemudian Wolly datang dan kami pergi untuk makan bersama dan berbagi cerita. Radio is only about you.

“Aku suka dengan kode-kode rahasia kamu, rasanya aku seperti pacaran sama James Bond.” Celetukku ringan.

Kamu tertawa dan menyantap steakmu dengan lahap.

“Kamu pendengar yang kreatif, aku juga suka.” Katamu disela-sela kesibukanmu mengunyah.

Aku hanya tersenyum dan memandang kearah pemandangan kota yang berkerlap-kerlip indah di kala malam.

“How do you know it?” Tanyamu sambil menatapku lekat-lekat.

Aku mengangkat bahu dan membalas tatapannya, “I just know it. Kadang kamu bahkan mengatakannya tanpa isyarat, tapi kamu menjalin kalimat majemuk dengan sebab akibat yang pas.”

Kamu mengangguk-angguk sambil melihatku takjub.

“Let’s keep it, shall we?” Tanyanya dengan ringan sekaligus amat serius.

Aku tersenyum misterius.

“You know my reason.” Tambahnya lagi dengan secercah kekhawatiran yang terselip.

Aku dan kamu saling bertatapan. Lalu aku berpaling dan mengaduk cappucinoku tanpa tujuan pasti. Kamu menggenggam tanganku dan menghentikan adukan berputar-putar itu. Pelan-pelan, kulepaskan tanganku dari genggamannya.

“Aku suka radio hanya karena kamu penyiarnya. Tapi akan ada saatnya kamu dan aku lelah dengan semua ini. Akan ada saatnya titik akumulasi dimana radio tak lagi bisa menjembatani komunikasi diantara kita, saat komitmen membutuhkan tak hanya isyarat namun rangkaian kata yang riil, dan kehadiran yang tak lagi tersembunyi.” Kataku gamblang.

“Coming soon.” Sahutnya cepat sembari tersenyum.

“You’re kidding me.” Ujarku tanpa jeda.

“I don’t ask you to keep it forever, right? Sebentar lagi, okay?” Katanya tenang sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aku tersenyum, “But promise me one thing.”

Matanya langsung berbinar-binar, entah kenapa ia selalu suka berbagai kejutan dariku.

“Always keep the distance.” Kataku ramah menusuk.

“I will.” Katamu sambil menyodorkan cangkir kopimu, dan kita bersulang bersama.

Lalu setelah itu kamu beranjak pergi. Sudah saatnya kamu kembali berceloteh gembira dan menjadi milik publik. Sementara aku untuk sementara waktu akan mematikan radio, sampai tiba saatnya nanti kamu on air.

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s