CHAO PHRAYA – Jurnal Perjalanan I: Wisata Bangkok 2012 vol.01

IMG_4741Menyusuri sungai Chao Phraya, menikmati angin yang menerpa wajah, dan bersahabat dengan air. 

Hampir setahun yang lalu, gw pergi ke Bangkok dan menulis tentang perjalanan gw di blog ini. Sampai saat ini, banyak sekali teman-teman yang mengirim berbagai pertanyaan seputar Bangkok.

Gw pun jadi makin terdorong untuk menceritakan Bangkok lebih jauh lagi. Sesuatu yang sudah gw tunda-tunda sampai hari ini. Sesuatu yang terus menggantung di pikiran karena gw telah jatuh hati pada Bangkok.

Having a traveling itu sebenarnya seperti menjelajahi hati seseorang. Kita perlu mengenalnya terlebih dahulu sebelum akhirnya kita menceburkan diri ke dalamnya. So guys, selain bertanya pada gw, sering-seringlah menjelajah google dulu, sebelum ke tempat yang kalian tuju, karena dengan cara begitulah, gw bisa mengenal, menjelajahi dan akhirnya jatuh hati pada Bangkok.

Salah satu keindahan Bangkok yang membuat saya jatuh hati pada Bangkok adalah sungai Chao Phraya. Oleh karena Chao Phraya memiliki begitu banyak kanal yang terhubung dan transportasi air di sungai ini cukup dinamis, tak heran kalau sungai ini pun memperkuat julukan Bangkok sebagai Venesia dari Timur.

TIPE BOAT

Dari pengalaman perjalanan gw kemarin, ada dua tipe boat transportasi umum yang gw pakai. Satu adalah Chao Phraya Express Boat. Kapalnya lebih besar sehingga tentu saja daya tampungnya pun lebih banyak. Tarifnya 40 baht. Salah satunya lagi adalah cross-river ferry dengan tarif yang jauh lebih murah yaitu sekitar 13 baht. Kalau mau cross-over pakai juga yang cross river ferry khusus menyeberang, tarifnya sekitar 3 baht sekali antar, kalau pp jadi 6 baht. Cross-river ferry sepertinya jam operasinya lebih lama dibandingkan dengan Chao Praya Express Boat.

Gw sarankan pakai kedua jenis boat tersebut. Selain untuk memperkaya experience, lihat kembali peta lokasi dan jam operasinya. Harus jeli-jeli membedakan jenis-jenis boat yang ada di Chao Phraya, karena selain boat untuk transportasi umum, terdapat juga free boat dari beberapa hotel terkenal yang ada di sepanjang sungai tersebut, juga ada free boat dari pier Saphan Taksin untuk beberapa tempat wisata tertentu.

Selain jeli membedakan boat, jeli juga untuk memilah dan memilih tempat penjualan tiketnya. Satu sama lain berbeda. Seperti misalnya tempat penjualan tiket Chao Phraya Express Boat terlihat lebih bagus dan mentereng, sementara tempat penjualan tiket cross-river ferry amat sangat sederhana, kadang hanya seperti warung kecil atau cuma pakai meja.

Lalu bedakan juga tempat penjualan tiket transportasi umum tersebut dengan tempat penjualan tiket cruise boat. Bahkan tempat penjualan tiket kapal itu pun berbeda-beda, beda counter, beda harga, beda kapal, beda service. Nah loooo!!

Weits jangan pusiiiing, inilah salah satu keindahan dari traveling, menjadi bingung dan tak tentu arah hehehe Makanya mendingan siap-siap pengetahuan dulu sebelum berangkat, siap sedia internet di gadget masing-masing, dan senjata terakhir adalah motto ‘malu bertanya sesat di jalan’.

OBYEK WISATA

Selain gw menikmati transportasi airnya, ada beberapa tempat wisata yang memang terhubung dengan sangat efisien oleh sungai Chao Praya, dibandingkan kalau kita melalui transportasi darat. Beberapa tempat tersebut juga merupakan landmark terkenal di Bangkok; Grand Palace yang satu area dengan Emerald Budha (jadi jarak diantara keduanya bisa ditempuh dengan jalan kaki), Wat Pho (patung budha leyeh-leyeh), dan Wat Arun.

Selain tempat-tempat itu sangat menarik, yang barangkali akan gw bahas di tulisan gw berikutnya, tempat-tempat itu ‘must have’ your pictures there. Lumayanlah buat koleksi foto perjalanan kalian, atau mungkin untuk bahan tulisan atau blog, atau buat nanti pamer-pamer ke anak cucu hehehe.

WHAT TO DO

Ngapain aja di Chao Phraya? Selain tentunya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang terkenal dengan menggunakan alat transportasi air, ada beberapa kegiatan yang bisa kita lakuin di sungai terkenal itu.

Sebelumnya, harus gw ingetin dulu ke teman-teman semua, bahwa warna air di sungai Chao Phraya tak jauh berbeda dengan sungai-sungai di negara kita, tapi sampahnya enggak terlalu banyak. Pemandangannya belum semuanya tertata rapi, enggak seperti kalau kita naik kapal dari dermaga Marina Bay, Singapore. Tapi barangkali inilah keunikan Bangkok. Transportasi airnya sangat dinamis dan efisien, dengan pemandangan yang masih sangat original, apalagi keindahan wat-wat di sepanjang sungai itu, sungguh meluruhkan hati.

So guys, kalau memang kalian suka dengan sungai Chao Phraya dan ingin menikmatinya, kalian bisa having dinner di salah satu restoran yang ada di sepanjang sungai tersebut. Banyak restoran yang menyajikan menu asli Thailand yang tentunya harus kalian cicipi. Cita rasa makanan yang eksotis memang cucok untuk suasana sungai Chao Phraya yang tak hanya eksostis namun juga menghipnotis.

Selain itu, kalau kalian menginap di hotel yang memberikan fasilitas free boat, kalian bisa duduk-duduk santai di dalam kapal yang setengah terbuka, menikmati betapa hidup ini sangat indah. Free boat ini biasanya kapalnya lebih cantik, karena lebih tradisional ala Thailand, dan cenderung lebih private. Gw dan teman seperjalanan gw sempat menikmati free boat yang cantik itu, selain kami berfoto-foto, sumpah euy, experiencenya tak terlupakan. Betapa gw ngerasa hidup di jaman yang serba maju, tapi gw masih bisa naik kapal tradisional, membelah sungai, menikmati angin yang menerpa, mensyukuri hidup, dan menikmati waktu yang sangat berharga dengan teman seperjalanan gw yang notabene my beloved brother. It’s amazing, guys!

Nah, kegiatan lainnya adalah naik kapal pesiar. Kapal pesiar ini akan membawa kita menyusuri sungai Chao Phraya saat malam hari. Menyusuri lagi? Yess!! I told you so many times, I love this river. Kapal pesiar ini bermacam-macam. Ada yang menjual tiket kapal tradisional dengan makanan tradisional ala Thailand. Pun ada yang menjual tiket kapal modern dengan suguhan makanan all you can eat, yang beberapa diantaranya juga makanan tradisional ala Thailand. Gw waktu itu merasa lebih aman untuk membeli tiketnya di Tourist Information di station BTS Saphan Taksin. Kami memilih The Chaophraya Cruises dengan harga per tiket 1350 baht.

Sebaiknya membeli tiket cruisenya beberapa hari atau jam sebelumnya. Kalau mau beli langsung bisa di counter dadakan yang dibuka di pier Rivercity, karena semua kapal pesiar berangkat dari pier tersebut. Tapi gw malay gambling saking kepinginnya hehe. Nah, gw berangkat dari pier Saphan Taksin ke pier Rivercity menggunakan free boat yang sudah disediakan. That’s why gw bisa menikmati free boat cantik seperti yang gw bilang di atas.

Di Rivercity ada tempat pijat kecil. Berhubung gw dan kakak so excited with this cruise boat, jadi kita sengaja datang lebih awal. Selama kami menunggu, kita pijat-pijat dulu. Dan jangan salah ya, counter di Rivercity itu emang counter dadakan. Kalau kita datang awal disana, kita hanya akan melihat lorong-lorong mall yang lengang, tapi begitu menjelang jam keberangkatan, beberapa meja ditata, mbak-mbak berpakaian tradisional mulai bermunculan, seiring dengan kedatangan para turis lainnya. Buat yang udah beli tiket, jangan lupa check-in, biar dikasih nomer dan bunga untuk ditempel pakai peniti di baju. Ingat, jangan salah meja! Jangan salah kapal!🙂

Naik kapal pesiar menyusuri sungai Chao Phraya di malam hari tentu saja experiencenya pun sangat berbeda kalau dibandingkan saat di siang hari. Inilah yang gw tunggu-tunggu! Menikmati kerlap-kerlip lampu dari wat-wat terkenal di Bangkok! Foto di malam hari yang paling gw inginkan adalah Wat Arun! It’s absolutely famous lhoh shot dengan latar belakang Wat Arun, entah di siang atau malam hari, pun jarak jauh atau dekat.

Selain menikmati suasana sungai Chao Phraya kala malam, gw menyantap makanan dengan puas. All you can eat. Plus ada juga live musicnya. Gw dan teman seperjalanan gw sengaja menempatkan perjalanan dengan cruise boat ini di malam terakhir kami di Bangkok. Berharap kami bisa kembali lagi di negeri ini. Pun berharap suatu hari nanti kami bisa naik kapal pesiar yang lebih besar dan membelah lautan.

Gw pun juga berharap, negeri kita memiliki fasilitas yang cukup ramah turis, tidak hanya sekedar sikap ramah. Bangkok enggak jauh berbeda dari Jakarta, tapi dari berkunjung ke negeri ini, ketauan kok mana bangsa yang mencintai budayanya atau enggak hehe.

So guys, enjoy Chao Phraya yaa!

<< Jurnal Perjalanan I: Wisata Bangkok 2012 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s