Masihkah Kita Bertalenta? [3]

latent_talentKamu temen apa sama Femi? Kata pak Hansip tegas tapi ramah. Saya gelagapan. Sudah lama tidak ada yang bertanya pada saya asal-usul pertemanan saya dengan orang lain. Teman main gundu, teman kecil atau teman tapi mesra.

Ternyata pak Hansip melontarkan pertanyaan yang sama pada semua teman yang datang di acara doa 1 tahun untuk Femi. Tentu semua menjawab bermacam-macam. Nino sempet berseloroh, “masak aku bilang bekas temen tidur?”. Jawaban boleh bermacam-macam, tapi pak Hansip mencatat semua status teman tersebut. Mencatat rapi.

Yup, pertemuan Talenta yang kedua kalinya di Jakarta pada tahun 2013 ini bertepatan dengan undangan acara doa untuk Femi. Kali ini formasi bertambah lengkap dengan kehadiran Nino yang entah kenapa tampak terlihat muda daripada Nino waktu dulu. Formasi sebelumnya yaitu Deon & istri, Yoko, Indah, dan saya. Acara doa diadakan di gedung Kontan, tempat Femi pernah berkarya cukup lama di kantor tersebut bersama Deon.

Undangan sekali lagi saya dapatkan dari Deon. Entah kenapa undangan dari Deon selalu membuat saya ingin datang. Saya selalu ingat jawaban dia waktu saya ingin tahu alasan dia dulu selalu rajin mengantar-jemput saya “karena emang ada gunanya ngajak kamu ke pertemuan.” Entah gunanya apa, pokoknya jawaban Deon kurang lebih begitu dan saya cukup suka dengan jawaban itu sehingga saya tidak pernah mencari tahu lebih tentang jawabannya.

Kembali ke pertanyaan pak hansip, saya menjawab apa adanya, “teman Talenta, komunitas di Jogja dulu.” Saya gelagapan juga karena saya malah tidak ingat kapan terakhir saya bertemu Femi dan dalam acara apa. Saya lebih ingat pada cerita-cerita kakak laki-laki saya setiap saat ia pulang setelah bersua dengan Femi. Ya, memang pada akhirnya Femi dan Indah malah berteman (lebih) dekat dengan kakak saya.

Dari dulu saya selalu merasa Mas Kunto, Femi, Yoko, Indah, Deon, dan Nino adalah sepaket orang pintar yang nyentrik. Saya pikir saya adalah bagian dari anak Talenta yang lebih bergerak ke bidang seni seperti Giras, PS, atau Boim. Ternyata saya tidak di kedua-keduanya. Saya penulis di bidang hore-hore. Sampai sekarang pun saya masih suka takjub dengan obrolan Yoko, Indah, Deon dan Nino. Tapi uniknya di Talenta, Deon, Yoko dan Indah dengan rendah hati tak mau terlibat jauh dengan obrolan Nino yang dengan sengaja dan gamblang mereka bilang terlalu berat. Sementara kadang saya pun suka mendengarkan Nino menceritakan banyak hal rumit dengan gaya santai dan sederhana. Kadang Yoko dan Indah dengan baik hati menemani saya berbincang tentang TV dan korporasi tempat kami masing-masing bernaung. Deon selalu menyelipkan obrolan rumah tangga, kali ini tentang pembagian tugas antara dia dan isterinya. Deon mencuci di depan tv-tidak di depan laptop lagi- dan bersih-bersih rumah, istri menyetrika dan memasak. Ya begitulah kalau pengantin baru 5 bulan hehe.

Obrolan pun kadang ratingnya turun drastis namun cukup membuat tertawa, seperti misalnya saat Yoko bercerita tentang beli nasi goreng membawa nasi sendiri pakai panci saat dulu ia dan Nino hidup jadi anak kost di Jogja. Olala mungkin inilah jawaban misteri mengapa Nino yang dulu tampak lebih tua dibandingkan sekarang. Kurang gizi barangkali mempengaruhi kualitas wajah seseorang *EH

Begitulah Talenta. Banyak wajah, banyak cerita, banyak warna. Pergaulan ala Jogja satu-satunya yang terlihat awet diantara kita semua, barangkali seawet hp jadul Yoko yang tampaknya kali ini bakal digantikan dengan gadget baru *Whatsppmu mana, Yok?

Selain itu diantara kita selalu ada pembauran dan penyesuaian satu sama lain. Hubungan antar pribadi pun menjadi cukup cair. Sehingga kalau ditanya “Anda teman apa?” tentu malah jadi ingin berseloroh atau bercanda.

Masihkah kita bertalenta? Selagi masih terus melangkah semoga pemberi talenta masih berkenan menitipkan talenta pada kita semua.

Lalu bagaimana jenk Indah, mas Yoko, Masihkah kamu sendiri? hehehehe

Anyway, untuk teman-teman Talenta lainnya, mari ikut berceloteh dan bersua lagi. Barangkali kalau tidak berdomisili di Jakarta, bisa memfungsikan kembali groups Talenta di Yahoo sebagai sarana berkomunikasi. Maaf juga kalau mungkin saya lupa tidak menyebut nama teman-teman yang lain. Saya memang lupa. Saya juga bukan administrator, saya hanya suka menuliskan pertemuan-pertemuan dengan anak-anak Talenta.

Sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

[to be continued]

< Masihkah Kita Bertalenta [2]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s