S & K – Jurnal wanita masa kini bertradisi timur vol.04

36203974693944394264107835nSaya wanita muda dengan sejuta kelebihan, bukan wanita jaman dahulu dengan kemampuan terbatas. Paket menarik dan lebih komplit serta menggiurkan. S & K.

Beberapa saat terakhir ini saya terlibat pembicaraan dengan beberapa teman wanita, tentu saja wanita masa kini dengan berbagai kesibukan dan pekerjaan yang mereka cintai. Pada ujung-ujungnya memang akhirnya diskusi berujung pada masalah pria. Banyak hal-hal menggelitik yang terungkap dari diskusi tersebut.

“Dia pria yang mendekati sempurna. Hanya saja, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri saja hubungan kami.” Keluh teman saya, sebut saja si Cheesecake.

“Memangnya kamu nyari yang totally perfect?” Kata saya terdengar naif.

Cheesecake menggeleng perlahan, “Cinta saja enggak pernah cukup untuk kehidupan pernikahan. Sepertinya visi misi kami cukup berbeda.”

Lain lagi dengan teman saya yang lain, sebut saja Red Velvet. Dia tidak mengeluh, namun memberikan banyak masukan untuk saya.

“Buang semua majalah yang membahas tentang hubungan pria dan wanita. Lepasin diri lo dari semua teori yang ada, entah itu tentang cinta beda agama, umur dan sebagainya. Namanya cinta itu elo enggak akan pernah bisa mendikte cowok lo akan melengkapi lo dalam hal apa atau sebaliknya, semuanya akan terjadi by process, yang penting komunikasi. Make sure cowok lo nanti bisa selalu membicarakan segala hal dengan baik!” Jelas Red Velvet dengan berapi-api.

Saya hanya mengangguk-angguk mencoba memahami penjelasannya.

Sementara teman saya Black Forest punya pendapat lain lagi dengan permasahan yang lain lagi tentunya.

“Suami gw too good to be true. Baik banget. Nerima gw apa adanya. Super top! ( tiba-tiba berbisik) Walaupun gw suka sebel sama habit lambannya. Kadang pengin gw keramasin saking gemesnya! Tapi ya begitulah namanya pasangan, kita kan belinya sepaket, enggak a la carte. Pastiin aja paketnya mendekati komplit.” Katanya dengan senyum manis.

Lalu terjadi dialog antara gw dan temen gw lain lagi, si Cupcake.

“Lo suka sama dia kenapa?” Tanyanya renyah.

“Berke-Tuhanan.” Jawab saya ringan.

“Wuidih udah nambah syarat-syarat lo?” Sahutnya takjub.

“Iyah, enggak cuma bibit-bobot-bebet, sekarang plus Pancasila.” Jawab saya asal.

Cupcake geleng-geleng kepala, “Dulu asal pria itu setia dan baik hati, cukup sudah deh, sekarang makin banyak aja syaratnya, dasar perempuan masa kini.”

“Bukan salah mereka, kamu atau aku, salah Kartini tuh.” Sahut saya makin asal.

***

Begitulah kebanyakan wanita masa kini, memang berbeda dengan wanita jaman dahulu. Dahulu wanita tidak memiliki media promosi, bahkan banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk paling enggak bisa memilih. Sekarang wanita punya banyak akses untuk mengenal banyak pria, kebebasan untuk memilih, bahkan promosi terbuka layaknya iklan di baliho.

Hanya saja sekali lagi, ibarat promosi pada umumnya, perhatikan di bagian paling bawah atau di pojokan paling sudut selalu ada keterangan S & K yaitu Syarat dan Ketentuan berlaku. Wanita jaman sekarang punya berjibun kriteria dan alasan untuk memilah dan memilih. Bahkan setelah menikah pun, janji sehidup semati pada akhirnya hanyalah menjadi kenangan.

Dimanakah wanita yang bisa duduk dengan tenang dan lembut untuk memeluk seorang pria yang dicintainya tatkala pria itu terjatuh? Wanita yang bisa menjadi seksi dan nakal di tempat tidur? Wanita yang bisa memberi dukungan tanpa embel-embel ego? Wanita yang bisa menyeimbangkan begitu banyak peran dalam hidupnya tanpa tuntutan?

Dimanakah wanita timur yang kriteria utamanya memilih suami hanyalah kesetiaan dan cinta yang tulus?

Apakah Kartini menginginkan kita meninggalkan identitas kita sebagai wanita timur?

Anyway, kita pun juga tidak bisa mengingkari fakta bahwa pria sekarang rasa-rasanya juga tak setangguh pria jaman dahulu. Banyak yang berharap pada sang isteri untuk ikut mencari nafkah. Nafkah gabungan. Sementara dulu apapun yang terjadi, pria akan mencari cara untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Dengan begitu wanita pun lebih leluasa untuk menjalankan perannya di rumah.

Namun begitu, siapa dan bagaimana pasangan kita nanti, semoga kita bisa menyelaraskan tradisi timur dengan pikiran barat yang terbuka sekaligus beradaptasi dengan jaman secara harmonis.

S & K. Ya, saya tetap memiliki S & K. What about you, women?

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s