Dear My Future Children [4]

341851427934763818o27SvdJNcPanggil aku Raden Roro.

Beberapa saat yang lalu, mama akhirnya mengurus gelar. Yup, akhirnya. Mama yang memuja-muja kehidupan metropolis penuh kebebasan dan suka dengan kota metropolitan serta selalu mengingkari dan menertawakan urusan gelar yang mengesahkan darah biru keluarga kita, di saat para artis sekalipun bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam demi sebuah gelar, akhirnya mengurus gelar atau bibit.

Dulu eyang kakung kalian hanya mengajarkan pada mama bahwa yang melekat dalam diri seseorang adalah hatinya. Bukan identitas akseoris seperti jabatan, agama, status sosial apalagi gelar.  Itulah alasan terbesar mama untuk tidak meributkan masalah gelar.

Ada perjalanan panjang hingga akhirnya mama mengurus gelar ini. Pada awalnya, mama hanya tahu secara simpang siur mengenai silsilah keluarga kita. Lalu pernah suatu kali, kakak perempuan eyang kakung kalian, hanya beberapa tahun sebelum beliau meninggal, menunjukkan sertifikat atau surat kekancingan, yang adalah bukti resmi kita masih trah dalem kraton, kepada mama. Beliau, yang  selalu terkesan galak dan tegas, di hari itu, beliau dengan sangat lembut dan telaten menjelaskan perihal surat tersebut kepada mama. Mama mendengarkan apa kata beliau, namun masih belum paham pentingnya mengurus surat tersebut.

Hari demi hari berganti, pada satu titik mama makin menyadari pentingnya memilih pasangan hidup yang baik, demi kalian. Hal ini terkait erat dengan keyakinan mama tentang bibit, bobot, bebet. Dalam budaya  Jawa, tiga hal tersebut menyangkut asal-usul, status sosial, dan pekerjaan seseorang dalam menyeleksi calon menantu atau suami/isteri. Hanya saja, mama lebih suka berpikir akan esensi tiga hal tersebut. Bibit buat mama tidak harus melulu pada darah biru, namun keluarga maupun lingkungan yang membentuk seseorang. Bobot tak juga melulu pada status sosial semata, tapi bagaimana seseorang tersebut menyelaraskan hatinya sehingga ia bisa menerima dan diterima oleh  kehidupan di sekitarnya. Lalu bebet lebih pada kemampuan seseorang dalam menjalani hidupnya.

Lalu perjumpaan mama dengan adik eyang kakungmu yang saat itu tak terlepas dari obrolan mengenai bibit bebet bobot makin membulatkan tekad mama untuk mengurus surat tersebut. Jika meyakini bibit bobot bebet, maka rasanya lebih konsisten kalau mama juga mengurus bibit, begitu pesan beliau. Alasan mengurus surat kekancingan ini pun lalu menjadi sesuatu yang mama inginkan setelah mengetahui bahwa eyang kakungmu sendiri adalah seseorang yang paling rajin mengurus keluarga dan surat-surat terkait silsilah keluarga. Eyang kakungmu pun adalah seseorang yang mendedikasikan seluruh hidupnya sepenuh hati demi keluarga, isteri dan anak-anaknya. Mama kira itulah alasan terbesar beliau mengurus silsilah keluarga.

Silsilah keluarga. Mama mengurus gelar karena akhirnya juga makin menyadari pentingnya silsilah keluarga. Bukan karena darah biru yang membuat mama bangga, tapi eyang-eyang kalian. Eyang-eyang kalian bukan orang terkenal atau kaya raya, tapi mereka tahu apa yang terpenting untuk kehidupan ini; pendidikan dan cinta. Mama ingin kalian menyandang gelar untuk mengingatkan kalian pada mereka. Jika kalian suatu saat kehilangan arah, merekalah tonggak sejarah kehidupan kalian yang bisa kalian pegang erat-erat, selain tentu saja hati kalian sendiri.  

Kalian Raden Roro dan Raden Bagus. Sandanglah gelar tersebut dengan esensinya yang sebenarnya. Bukan kerajaan yang diwariskan pada kalian, tapi teladan hidup mengenai perjalanan hati manusia.

Dan sayang, silsilah keluarga juga sebaiknya tak membatasi kalian dalam menyayangi. Keluarga adalah pondasi kita, namun banyak sekali sahabat-sahabat mama yang pada akhirnya menjadi keluarga bagi mama. Oleh karena itu, siapapun boleh menjadi keluarga kalian. It’s not only and always about the blood. Just follow your heart to choose the best people for your life, dear. [To be continued]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s