Mr. Harley Davidson

3523145ccd2eca88a955705446d100dbIt’s a suddenly but deeply truly hot coincidence when we met. 

Pagi itu, aku menyusuri jalan tanpa berharap apapun, hanya segera ingin cepat-cepat menjemput segunduk mie ayam favorit for my brunch, tiba-tiba saat aku berbelok di tikungan, Olala! Aku  melihat sesosok laki-laki yang so manly mengendarai motor harley.

Wait! Aku bukan tipe cewek yang bisa naksir begitu aja hanya karena cowok itu mengendarai sebuah motor seharga satu buah mobil mewah. No, man! He’s different. Walaupun rambut putih dan umur separuh baya, he’s fucking sexy!

Tapi tujuan harus tetap terlaksana, anggap aja tadi pemandangan indah tak terduga yang mungkin alam semesta ini lagi pengin iseng mewujudkannya demi menghias hariku. Kupercepat langkahku. Ouwh man, I saw your eyes were staring at me.

Setelah tujuan pertama terlaksana, okay selanjutnya balik ke tempat Mister Harley Davidson nongkrong. Eits, ini bukan disengaja lho, emang tempat nongkrong tadi udah jadi urutan kedua dalam agenda gw hari ini.

Oh my gosh, untuk berjalan ke arah pintu masuk, aku harus melewatinya. Dia di utara, aku di selatan. Berbeda kutub, tapi saling menarik. Ugh.

Sok cool dan sibuk menutupi kepala dengan tangan saat gerimis ikut menggoda hati adalah reaksi paling make sense yang refleks kulakukan. Terutama saat aku dan dia hanya berjarak beberapa inchi. I felt it, sir! Walaupun kamu cuma duduk santai dan melihat kearahku sekilas, yes i felt your desire.

Cepat-cepat aku masuk ke bagian indoor dan mengatur detak jantung sembari membuat teh.

Lalu terdengar suara pintu terbuka, dan suara langkah yang kuat dan mantap. “Hey, kalau bikin kopi gimana caranya?” Tanyanya ramah dengan suara yang once again I should say MANLY.

“Mmmhh… tinggal pilih aja cupnya mau small atau large bbrrpp” Kataku tak jelas. Grogi parah.

Sir, ada banyak pilihan kopi lho. Gak usah nungguin pancuran deket gelas teh saya. Batinku sambil merasa awkward saat aku mengisi cup tehku dengan air panas, dan dia menanti dengan hening. Alhasil acara mengisi air secangkir ini berasa ngisi waduk.

Crrrrtt. Selesai. Lalu dia menyodorkan cupnya tepat di sebelah pancuran yang barusan ditinggalkan oleh cup tehku.

“Terus gimana?” Tanyanya menggoda.

Orang sekeren anda kayaknya enggak mungkin enggak tahu caranya deh, sir. Batinku sekali lagi.

“Mmrpph.. Kalau you small, pencet small..brrpp” jawabku dengan olala bahasa apa itu?! You you you… pake you gini kayak bapak-bapak pejabat orde baru, iya gak sih?!

Harusnya nih ya, harusnya, aku menjelaskan kalau pake hazelnut akan bikin lebih enak, atau nawarin tisu, tambahan gula, cinnamon-“Tawarin asuransi aja sekalian, Cyinn!” Celetuk suara misterius. Ugh.

Pada kenyataannya, aku hanya berdiri diam terpaku, gak jauh beda sama manekin di depan etalase toko.

Ccrrrtt. Selesai.

Yah, kok udah selesai. Sekali lagi cuma batinku.

Lalu dia menatapku dan berkata dengan sangat ramah, hangat dan manis, “Thanks yaa.”

“Iyaa.” Jawabku singkat sambil tersenyum sangat manis dan memberanikan diri membalas tatapannya.

ZZzzrrttt!!! Olala, getaran listrik 1500 joule terasa saat kami bertatapan!! Kali ini bukan chemistry, tapi ilmu fisika!

Saat dia beranjak pergi, aku mengaduk teh dengan sangat cepat. Tehku menjadi terlalu kental dalam waktu singkat. Sesingkat pertemuan ini. Tapi entah kenapa rasanya bombastis dan dramatis. At least for me.

Enggak semua cowok bisa jadi inspirasi. But you, Mr Harley Davidson, you don’t need even more than a day to inspire me.

You know where to find me, sir!

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s