Selalu Jodoh

artistic,bride,fashion,legs,photography,red-8568f2c8f71042f9684029d54557e37f_hSetiap hari adalah perjuangan. Perjuangan mencari jodoh. Kata Nenek tanpa ampun.

Tepat seminggu yang lalu, Nenek bertandang ke Jakarta. Yup, sampai sekarang, dan katanya sampai aku ketemu jodoh.

Tiap hari bukannya menyiapkan sarapan yummy untuk cucunya yang cantik ini, Nenek malah punya menu spesial yang terus diulang-ulang, bagaikan kaset yang selalu siap direwind. Olala, kaset! Era apa ini?!

Akhirnya, minggu ini aku bertekad enggak akan sarapan di apartemen lagi. Bangun, mandi, langsung cabut. Rencana masygul ini sempat berjalan dengan baik. 1 hari. Yup, 1 hari. Saja.

Hari berikutnya, Nenek sudah mencium modusku ini. Alhasil, karena memang aku tipe yang jarang banget mengunci diri sendiri di dalam kamar, Nenek selalu masuk ke kamar dan menemaniku berdandan. Menemani.

Biasanya abis mandi, aku masih suka tidur-tiduran, baru pake make-up, abis itu setelah puas liat riasan, suka selfie-selfie dikit, abis itu pilah-pilih baju lamaaaa banget, begitu udah milih dan makai, eh ganti lagi, nah baru kalo ngeliat jam udah mepet, baru deh bergerak cepat kayak Superman, keluar kamar, menyambar makanan, dan tergopoh-gopoh pergi ke kantor. Tapi semenjak Nenek menginvasi kamarku, semua kulakukan dengan secepat kilat. Bahkan kalau masih kepagian nyampai kantornya, nongkrong di Starbucks dulu aku jabani deh.

Ini semua karena sekali lagi Nenek selalu berusaha sangat keras memaksakan menu spesialnya untukku. Seperti pagi ini, saat badan berasa rontok karena kebanyakan kepagian sampai kantor dan kemalaman pulangnya, aku harus pasrah mendengarkan Nenek berkicau.

“Dulu kamu bilang bakal nemu jodoh di Jakarta raya ini, mana? Nenek udah nunggu 5 tahun, kamu masih aja jomblo. Jakarta ini luas lho. Liat tuh kalau macet, mobilnya berentengan panjang banget. Berarti manusianya juga tak kalah banyak kan. Tuh di busway umpek-umpekan, manusia juga kan? Kurang gede apa Jakarta kok sampai sekarang belum juga nemu jodoh?”

Lipstik yang merah meranum tiba-tiba berubah warna jadi ungu. Barangkali wajahku begitu.

“Mmhh.. ya udahlah ya nek, Jakarta biar diurusin sama Jokowi aja.” Jawabku asal.

Nenek mengernyit, mungkin sadar kalau jawaban cucunya enggak nyambung. Tapi Nenek pantang menyerah.

“Kamu selalu minta Nenek jadi update dan kekinian. Liat tuh Nenek udah pakai smartphone. Solmet Nenek banyak juga tuh-“

“Hahaha solmet? pasangan jiwa Nenek?” Aku tertawa dan berharap Nenek jadi malay nerusin obrolan berujung jodoh ini. Tapi ternyata enggak. Sama sekali.

“Social Media! Nah, sekarang Social Media aja banyak. Kamu bisa punya banyak kesempatan nemuin lagi cinta monyet kamu, cinta lama, cinta bersemi kembali, dan bahkan cinta mati kamu kan?! Masak enggak bisa juga sih?”

Aduh, kok alis kanan sama kiri beda gini yah. Efek emosi mendadak nih pasti, jadinya salah coret.

“Eh, Nenek belum share sama aku di Path lho.” Kataku makin gak keruan.

Tak kusangka, tiba-tiba Nenek merebut baju yang baru mau aku pakai; rok dan atasan hitam. Lalu Nenek menyodorkan baju kantor dengan belahan dada yang agak rendah dan berwarna cerah.

“Nenek putus asa banget sama aku  ya?” Tanyaku bingung.

Nenek menggeleng keras, “Dress to kill! Mau jaman batu, jaman gadget, jaman apapun, persaingan mendapatkan jantan yang benar-benar bagus itu akan selalu keras. Pakai ini!”

Kali ini aku hanya bisa melongo. Nenek tampaknya makin berapi-api. Jadi tanpa protes, cepat-cepat kupakai baju pilihan Nenek.

Nenek terbelalak melihatku dan dengan suara lirih berkata, “Dari kecil kamu ini udah cantik, Nenek juga selalu yakin nanti pasti kamu tumbuh jadi wanita yang makin cantik, dan memang benar.”

Walaupun terasa aneh melihat Nenek tiba-tiba menjelma menjadi Ibu peri, aku jadi ingin memeluk nenek ketika tiba-tiba Nenek meneruskan kata-katanya.

“Tapi Nenek enggak pernah menyangka cantik-cantik begini, ternyata kamu susah nemuin jodoh kamu.”

JRENG!!!!

Kedua tangan yang terlanjur terbuka lebar, langsung kugerak-gerakkan ala SKJ. Senam Kesehatan Jasmani. Tentu bukan rohani. Eh, era kapan juga nih?!

Lalu Nenek tiba-tiba duduk dan sesenggukan di ujung ranjang. Yaaah, kok sekarang jadi drama queen sih nek??

Kudekati Nenek perlahan dan aku bersimpuh di depannya.

“Nek, kok jadi gini sih? Maafin aku ya?”

Sambil terisak Nenek menjawab, “Kalau kamu memang jadi mau ke London, Nenek akan tetap kasih restu ke kamu. Kalau kamu mau ambil gelar master atau doktor, Nenek juga tetap akan ngedukung kamu. Tapi Nenek cuma mau kamu ketemu jodoh. Biar tua nanti kamu enggak sendirian. Ada yang nemenin kamu pake krim keriput, darmawisata ala manula, atau cuma sekedar jalan gandengan bareng di taman. Ngerti kan kamu maksud Nenek?”

Makcess.

Kali ini Nenek benar-benar kupeluk erat-erat. Nangis bareng. Sampai akhirnya Nenek melepas pelukanku dan pasang muka nenek lampir lagi.

“Udah ah, ntar kamu telat. Sana berangkat.”

Aku mengangguk dan beringsut mengambil tasku.

“Oiya, Nenek udah beli tiket. Nenek besok berangkat ke singapore.” katanya ketus.

Ugh rasain! Besok giliran si abang yang bakal kena teror Nenek, batinku senang.

“Ya udah, besok aku anterin ke bandara ya, Nek. Sekalian titip oleh-oleh boleh ya nek buat si abang.” Kataku mendadak sumringah, cerah, ceria.

Saat sudah di ambang pintu, Nenek berkata dengan suara yang entah kenapa suaranya tiba-tiba terdengar kayak suara Tuhan di film-film; besar, lantang, menggelegar.

“Kalau wanita mau dapat jodoh, jangan pernah sekali-kali berpikir dan bertindak seperti lelaki.”

Kali ini aku tidak membantah, aku tersenyum manis dan berlari kearah Nenek lagi dan mengecupnya, “Makasih, Nek.”

Sarapan pagi ini boleh dibilang very very yummy. Pada akhirnya Nenek dan cucu bisa akur. Perkara dapet jodohnya kapan, yang penting pesan sudah tersampaikan, dan semoga asa dan cinta pun segera kesampaian.

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s