My Lost Child [1]

WarframeI miss my lost child. He’s not the world’s favorite, but he’s the most precious child for me. Guard him!

Suasana kerajaan mendung dan berawan. Sang Raja sudah menanti kedatangan anak kesayangannya selama beberapa hari terakhir ini. Tidak ada seorang atau suatu hal pun yang bisa menghibur hati Sang Raja yang gelisah.

Sang Raja telah bertahta ratusan tahun di sebuah kerajaan surgawi nan indah. Hatinya sangat baik namun mata hatinya sangat tajam melihat tiap hati manusia.

Sang Raja memiliki lima orang anak. Empat orang anak adalah kebanggaan orang pada umumnya. Piawai di bidang mereka masing-masing, tidak pernah melanggar peraturan apapun dan menjalani kehidupan normal yang sempurna, sayangnya mereka tidak pernah sempurna di mata Sang Raja. Hanya satu anak yang amat sangat sempurna di mata Sang Raja.

Terdengar suara petir silih berganti. Awan hitam membumbung makin tinggi dan membentuk payung mengerikan di atas kerajaan. Lalu hujan mengguyur dengan amat sangat deras. Semua orang di kerajaan ketakutan, hanya Sang Raja yang tersenyum dan matanya bersinar-sinar. He’s coming.

Jika empat anak raja yang lain berjubah putih dengan hiasan emas yang berkilau dan selalu datang dengan sinar mentari nan cerah, tidak dengan anak yang satu ini. Kehadirannya selalu menjadi mimpi buruk bagi kebanyakan orang, tapi sekali lagi tidak untuk Sang Raja.

Di tangga utama kerajaan, terdengar suara langkah kaki yang kuat dan mantap. Diikuti oleh suara langkah kaki sepuluh orang yang berderap mengikuti ritme langkah kaki yang paling kuat itu. Bahkan suara hujan tak mampu bersaing dengan suara langkah kakinya. Empat anak Sang Raja, pengawal dan pejabat istana yang menemani Sang Raja di singgasana melihat ngeri kearah tangga utama.

Lalu tampaklah Ia. Anak kesayangan Sang Raja. Awalnya ia tampak datang sendiri. Dengan jubah hitamnya yang berkilat dan panjang, serta baju perang yang terbuat  dari titanium berwarna hitam absolut, Ia melangkah menuju singgasana Sang Raja.

Wajahnya yang tampan terlihat keras, pandangan matanya sangat tajam, dan kedua bola matanya bercahaya merefleksikan warna hitam yang mengerikan. Ia menatap lurus ke depan, keberanian menguar di sela aura gelapnya yang tak pernah ditutup-tutupinya. Ia melangkah dengan amat sangat pasti.

Tak lama kemudian, tampak sepuluh orang berjubah putih berjalan di belakangnya. Pasukan Kesucian. Pasukan ini adalah pasukan khusus yang dipimpin sendiri oleh Sang Raja. Total jumlah anggota dalam pasukan ini adalah enam puluh enam orang. Misi-misi yang diberikan Sang Raja untuk pasukan ini bersifat sangat rahasia dan hanya untuk kepentingan dan keselamatan dunia. Bahkan Sang Raja tidak pernah menggunakan pasukan ini untuk keamanan dirinya sendiri. Namun, kerajaan sempat terguncang saat Sang Raja sendiri memutuskan untuk mengirim sepuluh orang dari Pasukan Kesucian untuk turun langsung mengawal anak kesayangannya. Bahkan tersiar kabar, sepuluh orang ini adalah yang terbaik dari yang terbaik di dalam pasukan tersebut. Tentu saja hal ini membuat empat anak yang lain iri dan marah. Sementara Sang Raja hanya diam menghadapi reaksi-reaksi tidak setuju tersebut. Keputusan Sang Raja bersifat absolut.

Hanya saja walaupun sepuluh orang Pasukan Kesucian bersamanya, Ia tetap terlihat menyeramkan dan mengerikan bagi kebanyakan orang. Jubah hitamnya berkibar, makin memperlihatkan postur tubuhnya yang tinggi, tegap dan gagah. Semakin mendekati kearah singgasana, semakin orang memalingkan wajah darinya karena tak mampu melihat kekuatan gelap yang terpancar jelas dari sosoknya.

Ia terus berjalan tanpa sedikitpun memperlambat ritme langkahnya, matanya hanya tertuju pada Sang Raja. Ekspresi wajahnya tak terbaca. Pasukan Sang Raja lainnya dan juga empat saudaranya langsung bersikap siaga. Sementara Sang Raja menatap bangga pada anak kesayangannya.

Hanya berjarak beberapa langkah dari singgasana raja, Ia tiba-tiba menghentikan langkahnya dan segera bersimpuh. Suara kibasan jubah hitamnya menyayat telinga para hadirin. Sepuluh anggota Pasukan Kesucian ikut bersimpuh.

Si anak kesayangan menundukkan kepalanya dengan sikap tegas dan khidmat. Bukan hormat yang dibuat-buat.

Lalu Si anak kesayangan mulai bersuara. Suaranya sangat tegas, besar, dan menggelegar. Petir tak mampu menyaingi kekuatan suaranya.

“I’m here, My Father.” Katanya singkat dengan intonasi yang sangat tegas dan kuat, namun terdengar sangat patuh dan menyentuh hati.

Seketika Sang Raja berdiri, lalu mengetukkan tongkat kerajaan yang besar dan hitam dengan sebuah bintang bertatahkan berlian dan permata sebagai kepala tongkat tersebut, ini pertanda semua hadirin harus segera bersimpuh dan menunduk pada Sang Raja. Empat anak yang lain tampak amat geram saat harus melakukan sikap hormat tersebut.

Sang Raja lalu membuka kedua tangannya lebar-lebar dan tersenyum lebar pada anak kesayangannya sambil berkata, “Alexander! My son!”

Angin tiba-tiba berhembus sangat kencang. Sekali lagi petir menyambar. Hujan mendadak berhenti. Walau awan gelap masih membumbung tinggi.

Dengan gerakan yang kuat, Ia mendongak dan menatap Sang Raja. Sinar matanya tajam. Tak seorangpun mampu menatap kedua matanya kecuali Sang Raja sendiri. Sang Raja dan anak kesayangannya bertatapan lama sekali dalam kesunyian yang mencekam. [To be continued]

< PrologMy Lost Child [2]>


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s