To Love You More

wpid-red_artistic_flowers_wood_emily_rose_flower_colorizedmonochrome_black-white_desktop_1050x787_wallpaper-2888111Kalau aku sedih dan menangis, kamu tak perlu membuat awan jadi sekelabu ini dan hujan turun sebegitu derasnya.

Setiap aku sedih dan teramat sedih, aku akan mendongak ke langit dan mencari satu bintang. Bukan bintang kejora ataupun bintang jatuh. Aku hanya membutuhkan satu bintang kecil yang aku tahu akan selalu jadi penunjuk arahku. Hanya saja kali ini bintang itu tak tampak di langit. Akhir-akhir ini kamu lebih suka memberiku hujan untuk menemaniku.

Dengan cara seperti itu, aku tahu kamu menggenggamku erat-erat dan tak akan pernah melepaskanku pergi begitu saja, dan aku pun ingin bisa mencintaimu dengan lebih walau itu berarti aku harus bertahan lebih lama lagi disini, tapi yang kurasakan hanya sakit yang teramat sangat.

“Sebentar lagi Paskah, kamu tahu kan apa artinya Paskah bagiku?” Katamu lembut.

Aku mengangguk sambil terisak sedih. Lalu kamu memelukku untuk waktu yang cukup lama, setelah aku terlihat lebih tenang kamu melepaskan pelukmu dan menatapku lekat-lekat.

“Aku minta bertahanlah sampai Paskah. Aku tahu ini permintaan yang pasti terasa sangat berat untukmu, tapi maukah kamu percaya padaku?” Katamu dengan lebih lembut dan menyentuh hati.

Aku sebenarnya tak ingin berkata-kata, namun aku tahu kamu membutuhkan jawaban.

“Sejak hari itu, saat kamu menjadikannya bintang di langit, hingga hari ini, kamu selalu mencintaiku, jauh dari apa yang pernah kuharapkan. Bagaimana aku tidak bisa mempercayaimu? Tapi tahukah kamu bahwa aku tak setangguh dirimu? Bahwa aku mungkin tak mampu mencintai diriku sendiri seperti kamu mencintai diriku?” Kataku lirih.

Kamu menggeleng kuat-kuat dan kembali berkata dengan lembut, “Aku juga tak setangguh yang kamu kira, tapi aku percaya pada ayahku seperti kamu percaya pada ayahmu. Aku tahu semua luka yang telah kamu lalui, tapi seperti halnya aku mampu menanggung semua lukaku… I will fix you.”

Aku tersenyum getir, “Kamu memberikan padaku orang-orang yang amat sangat mencintaiku. Di saat itulah aku tahu kamu akan terus berusaha menahanku disini. Untuk apa?”

“To love me more.” Katanya tegas dan tandas. Ia kembali menatapku lekat-lekat. Beberapa saat kami bertatapan, hingga aku memalingkan wajahku darinya.

Tiba-tiba ia menyentakku dengan kedua tangannya dan ia tampak marah, “Ya! Aku egois, tapi aku membutuhkan kamu disini. Aku tak akan pernah bisa mengatakan alasannya padamu. Tapi ya! Aku membutuhkan orang sekuat kamu disini. Aku mungkin tak akan memberikanmu lagi sebuah keajaiban, karena kamu akan membuat banyak keajaiban bersamaku. Can you understand it?”

Aku menggelengkan kepalaku dengan jujur.

“I want to stay with my dad.”

Kamu juga menggelengkan kepalamu dengan jujur.

“I’ll take you there, but not now.”

Sekali lagi ia lalu merengkuh dan memelukku, kemudian ia berbisik padaku, “Please, bertahanlah. Let me take the rest, for you have done your best.”

The end.

<<-Bintang Kecil di Langit


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s