12 MEGAPIXEL [13]

8f8dfaf0c5f6a8d46b5082b33fd1e772Aku menatapnya lekat-lekat dan tak sedetik pun ingin memalingkan wajahku darinya. Dia tampak sangat cantik dan nyata, tepat di hadapanku.

Setelah ribuan hari aku lalui tanpanya dan begitu banyak cara dan celah untuk bisa mendapatkannya kembali, akhirnya aku bisa merebut dan mengembalikannya dalam putaran hidupku saat ini.

Aku tahu dia selalu suka tiap kali aku memotretnya, dan sejak awal pun aku tahu, aku harus membuatnya terkesan dan percaya kalau hanya aku satu-satunya lelaki yang bisa memotretnya dengan tepat. Hingga akhirnya pada suatu hari di masa lalu aku mampu meluluhkan hatinya dengan cara itu, dan kapanpun aku menginginkannya aku tahu cara membuatnya kembali padaku.

Memotret dirinya sebenarnya sangat mudah karena dia so lovely dan misterius di saat yang bersamaan, dan aku sangat mencintainya. Tanpa dia, aku tidak bisa berkarya dengan optimal. Hanya dia yang mampu menyentuh dan menghidupkan hasrat seni dalam jiwaku.

Hanya saja, aku tahu persis, aku tak pernah punya keberanian yang cukup untuk memilikinya. Walaupun dia pernah mengucapkan kata cinta padaku, aku sangat menyadari dia tak pernah benar-benar memberikan seluruh hatinya padaku. Kalau kami menjalin kisah cinta, aku hanya akan jadi lelaki yang akan selalu patah hati, salah dan kalah karena aku terlalu mencintainya.

Aku lalu melarikan diri ke sebuah realita bernama pernikahan, berharap aku bisa melupakannya. Aku pilih wanita yang hampir sama persis sepertinya, replika atas sosoknya. Aku menemukan kebahagiaan, namun tak pernah merasa utuh.

Hingga suatu hari, kabar tentang dirinya yang akan menikah mengusikku. Aku tak pernah benar-benar ingin melihat dirinya menjadi milik lelaki lain, atau setidaknya aku harus memastikan aku harus tetap ada di sisi ruang hatinya dan kembali ke dalam kehidupannya.

Lalu dengan kameraku, aku menyelinap di antara dia dan calon suaminya. Hanya satu bulan sebelum menikah, aku berhasil merebutnya kembali, dan aku berharap memang itu yang benar-benar terjadi.

Kini di hadapanku, she’s still and much more lovely like she used to be, absolutely. Wajahnya tampak sangat lembut. Aku suka cara dia menatapku saat aku bercerita tentang kisahku.

Lalu suara dering handphone-nya membuyarkan kami. Ia tersenyum dan memberi isyarat sekilas untuk meminta sedikit waktu, lalu mengangkat panggilan telepon tersebut.

“Hey sayang… hhmm… tujuan honeymoon kita is totally space buat kamu. I believe in your choice and I always like a surprise from you…hmm… wait…” Katanya mesra dan hangat.

Lalu ia beranjak sembari sekali lagi memberi isyarat maaf padaku, dan pergi ke sudut ruangan untuk meneruskan berbicara di handphone-nya.

Dari tempat dudukku, aku bisa melihat raut wajahnya. Barangkali aku memang selalu bisa memotretnya dengan tepat, tapi aku tidak pernah bisa membuat raut wajahnya menjadi sebegitu cantik, tersipu-sipu, dan memerah penuh cinta. [To be continued]

<12 Megapixel [12] – 12 Megapixel [14]

<Cerber | 12 Megapixel


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s