Loser Like Me*

sundsbo002499x700Kamu dan aku duduk saling berhadapan. Kamu dan aku masing-masing dengan pikiran yang berseberangan.

Kamu menyuguhkan begitu banyak kisah tentang dirimu. Kamu pun suka menceritakan segala hal tentang karya-karyamu. Ada satu hal yang mengusikku.

“Kenapa pemeran cowok dalam karya-karyamu selalu loser?” Tanyaku ringan tanpa menuntut jawaban muluk. Hanya rasa ingin tahu yang muncul karena fakta itu terlihat paling menonjol di susunan semua cerita yang kamu hadirkan saat itu.

Kamu menjawab dengan air muka yang serius dan dramatis, “Cukup tokoh-tokohku yang menjadi loser, tapi dalam kenyataan yang sebenarnya, aku bukan dan tak pernah mau menjadi loser.”

Lalu kamu meneruskan bercerita banyak hal. Sementara aku sempat melayang ke pikiranku sendiri.

Entah kamu menyadari atau tidak, kamu sedang berbicara dengan seorang loser. Di saat yang sama, kamu juga sedang berbicara dengan seorang winner. That’s me, honey.

Itulah mengapa aku tidak pernah meluangkan waktu sedikitpun untuk berpikir apakah aku seorang loser atau winner. Pada akhirnya, fokus hidupku hanyalah ingin hidup seperti yang kumau, tak peduli apakah aku akan dianggap loser atau winner.

Loser. Yeah, I’ve been there. Mereka bilang aku loser. Sementara aku tak peduli dengan anggapan orang, atau dengan situasi dimana aku dibandingkan dengan siapapun, aku suka menjadi diriku sendiri.

Winner. I’ve been there too. Mereka bilang aku winner. Sekali lagi aku juga tak peduli, aku tak pernah terlalu sibuk memikirkan hasil yang kuraih, alasan terbesarku melakukan sesuatu hanyalah sebatas karena aku menyukainya.

Bunyi pemantik membuatku tersadar dari lamunanku. Kamu membakar rokokmu dan aku memperhatikanmu lekat-lekat.

Aku juga sebenarnya tak peduli kamu loser atau winner. Bahkan jika dunia berusaha meyakinkanku bahwa kamu seorang loser, buatku, kamu akan selalu jadi teman yang memiliki banyak arti bagiku. Kamu salah satu temanku yang suka berkata lantang, sometimes hurts me, but in the end of the time, I know you’re right, and you do that for my sake.

Jika dunia terus mendesak dan menganggap aku dan kamu sebagai seorang loser, aku akan menggenggam tanganmu erat-erat, supaya kamu bisa terus berjalan bersamaku.

Tidak perlu ada pembuktian yang perlu aku dan kamu lakukan. Tidak perlu menjadi winner untuk menggantikan predikat loser itu. Satu-satunya yang perlu kita lakukan adalah terus melakukan apa yang kita mau dengan sepenuh hati.

Hingga suatu hari nanti, aku yakin, mereka ingin menjadi loser seperti kamu dan aku.

The end.

*Inspired by Loser Like Me.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s