12 MEGAPIXEL [14]

239957486365639416I9nM4zCocHari pernikahanku semakin dekat, dan aku tetap mencuri-curi waktu untuk tetap bertemu denganmu. Hanya saja, kamu kini tak lagi tampak bahagia saat bersamaku.

Sore itu, kamu menemaniku untuk pergi ke toko bunga. Toko yang akan menyediakan seluruh kebutuhan bunga untuk hari pernikahanku. Aku memperkenalkanmu pada pemilik toko sebagai fotografer pre-weddingku.

Kamu beberapa kali memotretku di tengah hamparan bunga warna-warni nan cerah. Tapi air mukamu masam dan cepat-cepat kamu undur diri dan menantiku di kafe seberang.

Saat aku duduk, kamu langsung menyorongkan sebuah foto saat aku sedang berbicara di telepon, dengan foto-fotoku di toko bunga. Aku mengernyit tak mengerti.

“Aku mungkin orang yang paling bisa memotretmu, tapi aku tak pernah bisa membuatmu merona seperti ini.” Katanya datar dan terasa sangat pahit.

“Sayang, bagaimanapun juga orang yang sedang berbicara di telepon denganku saat itu adalah calon suamiku.”

Kamu mendesah berat dan berpaling dariku.

Hey, I bought you some flowers for the desk in your office.” Kataku riang dan berharap kamu ikut menjadi riang. Kuperlihatkan bunga-bunga itu.

Kamu menerimanya dan berkata singkat, “Thanks.”

Lalu aku memilih diam. Kita sama-sama terdiam selama beberapa saat, sampai akhirnya kamu mulai berbicara lagi.

“Kenapa kamu setuju untuk berselingkuh denganku menjelang hari pernikahanmu?” Tanyamu gamblang.

Kamu menatapku lekat-lekat dan menuntut jawaban.

“Calon suami macam apa yang membiarkan calon isterinya menjajaki perasaan lama dengan mantan cintanya?” Tanyamu makin menuntut jawaban.

Aku menatapmu dan aku tahu aku harus memberimu jawaban, bahkan jawaban yang sejujur mungkin.

“Aku hanya ingin memastikan aku tidak melakukan kesalahan yang sama denganmu.” Kataku lirih namun tegas.

Kamu tersentak.

“Maksud kamu?” Tanyamu tajam.

“Aku ingin hidup bersama seseorang secara utuh. Bukan hanya seseorang yang fit untuk kehidupan berkeluarga dan memenuhi tuntutan sosial, tapi seseorang yang bisa menjadi inspirasiku buatku, dan mengambil peranmu dalam kehidupanku.” Kataku lirih dan jujur.

“Apa?!” Tanyamu makin terkesiap.

“Aku tidak berencana untuk berselingkuh selamanya denganmu.” Lanjutku makin lirih dan jujur.

Aku berusaha meraih dan menggenggam tanganmu, tapi kamu cepat-cepat menepis tanganku.

“Kamu sudah memilih. Sejak awal kamu yang sudah memilih.” Kataku lirih sambil menahan air mata.

Kami saling bertatapan sesaat. Aku tahu kita sudah sama-sama saling menyakiti, dan terluka. Lalu kita membiarkan waktu bergulir lagi, tanpa ada kata ataupun kejujuran.

Tiba-tiba kamu menatapku lagi lekat-lekat dan penuh tekad.

“Aku akan membantumu untuk benar-benar memastikan kamu tidak melakukan kesalahan yang sama denganku. Spend your next weekend with me in South Korean.” Katamu tegas dan tak terbantahkan.

The end.

<12 Megapixel [13] – 12 Megapixel [15]

<Cerber | 12 Megapixel


6 thoughts on “12 MEGAPIXEL [14]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s