Po

tumblrnd4492dp3q1qcr2gxo1500Stay black and white.

Dari awal aku selalu ingin terus memeluknya. Aku tahu persis dia buas, dia liar, tapi gundukan berbulu hitam dan putih ini dengan tatapannya yang sendu sekaligus tajam, I just can’t ignore him.

“Dia sama kayak Gubi yah?” kata sahabatku dengan nada sangat paham.

Aku menggangguk. Gubi. 30 tahun yang lalu. Ayah mengantarku membeli boneka, tak satupun yang kupilih. Aku lebih suka boneka di pojokan kamar eyang, bukan boneka baru, pun bukan boneka rusak. Gubi’s just sitting there, waiting for me. He said, I’ve got your heart before you choose me.

“Gw gapapa kok kalau harus patah hati karena dia.” Kataku ringan.

“Sophie Winatasari? Kalah? Oh please! New york bakal gempar, London bakal panas sepanjang tahun, di Indonesia bakal turun salju!” Teriak temanku heboh.

Aku tersenyum sembari terus memandangi makhluk berwarna hitam dan putih di depanku ini.

“Dia gombal! Dia gak lebih dari makhluk-makhluk lain! He’s just got being happy go lucky!” Celoteh temanku berusaha wake me up.

I know.” Kataku mengangguk-angguk masih tersenyum.

Aku mendekati panda yang sedang duduk dan tak mengalihkan sedikitpun pandangannya dariku, dan aku bersimpuh. Kutatap matanya lekat-lekat. Kuulurkan salah satu tanganku. Lama sebelum akhirnya dia menarik tanganku dan menarik ke dalam pelukannya.

Bak penonton sirkus yang dag dig dug, temanku terkesiap kaget dan khawatir.

Sedangkan aku bertukar cerita di dalam pelukan panda itu. Dia hilang arah. Tempatnya bukan disini. Dia merasa tak sepenuhnya belong to this place. He needs a home. 

Find your home, not a runaway place.” Bisikku padanya.

Panda itu berbicara dengan kedua matanya yang sendu. Aku membelainya.

I don’t have any explanation. You just make me strong enough to face my own feeling. Only with you, I can leave all of my attributes. Kalau kamu wanita, kamu Lois Lane. You can accept both sides of me.” Kataku lirih namun tak meragu sama sekali.

Panda itu menitikkan air mata dan melepasku perlahan.

Am I late?” Tanyaku sedih.

Sahabatku menarikku kuat-kuat dan panda itu melepasku. Kami masih saling bertatapan. Sebelum aku benar-benar melangkah pergi, kusentakkan tangan sahabatku, dan aku berlari mendekati panda itu, dan berbisik padanya.

“You know where to find me.”

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s