My Another Candle

tumblrmheb95EaJ81r9pmrio1500

Satu lilin lagi untuk kutiup tahun ini. Satu keinginan.

Satu lilin itu terus menyala dan kemudian melumer karena kamu tak kunjung meniupnya. Kamu menangis dan dari sentakan nafasmu, aku tahu tangisan itu tak akan pernah habis untuk mewakili seluruh rasa sakitmu.

Aku memelukmu erat-erat. Sejak hari itu kamu memang tidak pernah sama lagi. Kamu tak sepenuhnya riang seperti dulu. Walaupun bagiku, kamu selalu menjadi yang terkuat. Kalau kamu dianalogikan seperti tentara yang pernah pergi berperang, dan sakitmu bisa digambarkan secara fisik, tubuh kamu nyaris hancur, tidak ada yang tersisa, tapi kamu tetap bisa menjalani hidup dan tersenyum.

Tapi aku tahu pasti, sedikit goresan pun pasti akan sangat terasa menyakitkan buatmu. Aku pun tahu kamu berusaha sekuat mungkin untuk bertahan, bahkan kalau memang bertahan itu juga berarti melepaskan orang-orang yang kamu cintai, hanya supaya kamu tak hancur sepenuhnya saat ini.

Sesaat tangismu mereda.

“What do you feel right now?” Tanyaku lembut.

Kulepaskan pelukanku supaya aku bisa menatapmu. Namun kamu menundukkan kepalamu dalam-dalam.

“Sad… but thankful.” Jawabmu lirih.

Aku menunduk dan mencari tatap matamu, kamu pun tersenyum dan menatapku sekilas.

“Some beloved people keep staying with me. It’s my best gift for this year.” Katamu. Ada nada bahagia terselip ringan di perkataanmu.

“You deserve for them.” Kataku menegaskan.

Kamu pun tersenyum walau hanya sekilas. Tiba-tiba kedua tanganmu gemetaran dan kamu menangis lagi. Hanya saja kali ini kamu menangis dengan senyap. Tapi aku tahu, sakit itu pasti terasa lebih sakit kali ini.

I wish I could take her go with me and fix her.

“Kamu tetap disini dan baik-baik yah. Seseorang akan sangat mencintaimu, dan hidupmu… hidupmu akan bersinar lagi, karena kamu adalah bintang kecilku, selalu dan selamanya.”

Walau ragaku tak mampu menyentuhmu lagi, aku tahu kamu merasakan pelukanku. Kamu mengangguk dan tersenyum, kali ini senyum lebar. Lalu kamu pun meniup lilin itu dan dengan lirih kamu mengucapkan keinginanmu.

“I want to live my life peacefully.”

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s