Lovely Mistake

lovely mistakeKamu menatapku dan memberikan satu permintaan.

 

Hitungan tahun cukup membuat apa yang telah kita miliki sekarang terasa nyata dan tak tergoyahkan. Kita terbiasa untuk saling membebaskan satu sama lain mengalami apapun, entah itu pengalaman hidup, berbagai rasa, kesuksesan, sekali lagi apapun, lalu saling menceritakan semuanya itu. Semua warna itu melengkapi kepercayaan diantara kita.

Kali ini kamu duduk terdiam di bawah remang-remang lampu apartemen kita saat aku pulang di malam hari. Ada perasaan bersalah menghinggapiku akhir-akhir ini setiap kali aku melihatnya. Aku sangat ingin mengakui semua ini, namun selalu gagal menemukan waktu yang tepat atau menyiapkan hatiku sendiri.

Dua kata terucap darinya, “I know.”

Aku membeku dan menatapnya. Kamu… Kamu pria yang selalu kucintai, dan tak pernah sedikitpun aku ingin melukaimu tapi dia…

Lalu aku mengangguk dan tak mampu menahan tetesan air mataku. Tak kusangka ia merengkuhku dan memelukku erat-erat sampai tangisanku mereda.

Perlahan ia melepaskan pelukannya dan masih memegang kedua bahuku erat-erat, Ia menatapku lembut dan meminta satu hal, “just tell me about him.”

https://soundcloud.com/helena-rinthasari/lovely-mistake

Dia… dia seperti aktor yang naik daun di salah satu kisahku. Awalnya dia sama seperti laki-laki lainnya. Namun di akhir cerita, dia menyentuh hatiku. Dia cool, kamu tahu aku selalu suka cowok cool. Tatapan matanya… Aku menemukan apa yang kucari dari tatapannya. Dan kalau boleh jujur… Senyum dan tawanya membuatku terhanyut dan sekejap melupakanmu. Aku bahagia..  rasanya menakjubkan. Laki-laki ini membuatku merasa sempurna dan seutuhnya menjadi perempuan. Setiap detik bersamanya seperti perjalanan rasa yang penuh kejutan. Tapi entah mengapa semua ini mampu membuatku ingin kembali ke kamu, aku tahu semua ini hanya cerita singkat, dan tak mau kehilanganmu… Ini kesalahan yang indah dan aku janji kini semua telah berakhir…

Sekali lagi kamu memelukku, dan membisikkan kata-kata indah ini, “He’s worth it enough, baby. But thanx God you are back to me. Please no more…”

Aku terisak dan mengangguk dalam dekapannya. Aku tahu hatiku tak pernah salah memilih.

 

The end.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s