P People

RedUmbrellaColorfulLife

P Tower

Setelah berdiri sekitar 5 tahun yang lalu dan melewati pasang surut bahkan mati suri, P Tower akhirnya berdiri megah menjulang di tengah ibukota dengan P Towernya. Tower ini terdiri dari 10 lantai yang 3 lantai di atasnya adalah kantor bak penthouse bagi para pemegang saham dan pimpinannya, sehingga tak heran 3 lantai teratas ini berlantai marmer dan dipenuhi dengan interior mewah nan artistik, tentunya dengan seulas warna orange ciri khas P Tower.

Eits, tapi jangan salah, 3 lantai teratas ini juga terkenal sebagai lantai paling angker karena laju pertumbuhan industri retail konon disetir oleh segala keputusan yang diambil di lantai-lantai tersebut, dan tentunya keputusan serta ide gila juga datang dari 3 lantai tersebut untuk kemudian diturunkan ke para karyawan untuk segera dieksekusi.

Pemilik P Tower jarang terlihat di gedung ini karena mereka berkeliling dunia menemui berbagai fashion designer dan para businessman terkenal. Karyawan di lantai selain 3 lantai yang tersebut di atas, akan cukup berbangga hati kalau sekali saja bisa melihat apalagi berpapasan dengan pasangan bahagia, Miss S dan Mr B, yang adalah sang pemilik P Tower.

Namun, para penghuni lantai 3, bisa kesurupan dan heboh setengah mati kalau kabar kedatangan Miss S dan Mr B sudah diumumkan, bahkan walaupun pesawat mereka masih transit di Dubai sekalipun. Siapakah penghuni lantai 3 teratas tersebut. Sebutlah Miss Jahnar dan Miss Endra yang terkenal sebagai 2 pilar. Mereka bagaikan tangan kanan dan tangan kiri para pemilik P Tower. Di bawah kedua pilar tersebut, terdapatlah jajaran executive muda, sebut saja Miss Anja, Miss Selena, Miss May, Miss Hey, Miss Rose, Mister Djaja, Mister Steve, dan menempati kedudukan paling penting dan genting yaitu HR, Miss Dhira, Finance di tangan Miss Rifa, dan CS oleh Miss Eta, dan Operation oleh Mister Kencana, Production dipegang oleh Mister Samudra Lepas dan Mister Fahri.

Selebihnya terdapat juga para profesional muda yang membantu para executive muda diatas, dan beberapa diantaranya sangat terkenal di seantero P Tower. Mister Rizal, si ganteng nan cool. Mister Satria, pria flamboyan yang ramah. Miss Kanya dan Miss Wilda yang unik dan kocak.

Konon dulu P Tower juga memiliki seorang artis K-Pop yang menduduki posisi CMO, Mister Uberman. Namun kesibukannya menjadi artis membuat selebriti yang satu ini undur diri dari P Tower.

Suatu hari. Pukul 07.00 PM. WIB. Jakarta mulai bergerak dengan sangat dinamis.

Seluruh executive muda menerima sebuah email singkat:

All,

Meet us this morning to present all updates. We cancelled our meeting in Hongkong, so we can meet you all this morning.

Cheers,

S&B.

Di sebuah kamar dengan interior khas Peranakan, Mister Djaja sedang menyisir rambutnya dengan minyak, ketika menerima email tersebut. Matanya terbelalak, jantungnya barangkali sempat berhenti sesaat, namun kemudian cepat-cepat ia menekan sebuah nomer.

“Anjaaaaa! Check email now!” Teriak Mister Djaja singkat lalu segera menutup HP-nya dan buru-buru membuka laptopnya.

Sementara Miss Anja yang sedang mau masuk ke dalam mobil mewahnya hanya bengong menerima telepon singkat tak bermutu itu, dan dengan muka kantuk serta rambut tergulung di atas, Miss Anja bergumam, “Email… hem”. Sejurus kemudian, Miss Anja membuka emailnya, dan kaget setengah mampus, kepalanya kejedut mobil, dan rambutnya terurai kusut masai. Mampus! Ini beneran mampus!

Sementara itu, di sebuah mobil super mewah, Miss Jahnaz sedang memeloti laptop dan di sebelahnya Miss Selena sedang menyetrika rambutnya. Miss Jahnaz yang senewen tiba-tiba teriak, “Emang laporan lo udah beres? Ntar juga rambut lo balik keriting kalau ketemu mereka!” Dengan senyum tenang, Miss Selena menjawab, “Laporan mah semenit jadi, mbak. Rambut lebih butuh satu jam lebih untuk jadi prima.” Miss Jahnaz makin senewen mendengar jawaban Miss Selena, “Sombong lu! Untung sekarang ada colokan khusus buat setrikaan rambut kita HAHAHAAHAHA!” Yah, memang begitulah kedua wanita ini, banci blow. No perfect hair, no glory.

Di lantai 1 P Tower, tak sengaja, Miss Rose dan Mister Steve berpapasan dengan Rizal dan Satria. Para karyawan cewek langsung heboh melihat dua pria muda terpopuler di P Tower tersebut dan sok menyapa good morning dengan centil.

Tiba-tiba saja Miss Rose yang tadinya tersenyum ramah, melotot sinis, dan berbisik tajam, “Eh kalian emangnya mau karier kalian macet kayak Jakarta?! Gak tahu Rizal punya siapa di tower ini?!”

Salah satu cewek itu menjawab dengan suara bergetar, “Miss Selena, mbak.”

Miss Rose melotot tajam, dan para cewek langsung seketika mundur dari Rizal dan memilih naik melalui tangga darurat. Sementara Rizal hanya tersenyum cool, dan Satria serta Mister Steve tertawa ringan. Begitu masuk ke lift, Miss Rose terkekeh jahil, “hihihi gw sebenarnya males aja satu lift sama mereka. Thanx to Selena then.”

8.30 PM. WIB. Ruang Meeting Stella – Ruang meeting utama di P Tower dan terletak di Lantai teratas karena biasanya Miss S dan Mister B datang dengan helikopter, sehingga lokasi ruang tersebut memudahkan mereka untuk segera mengadakan meeting dengan para executive terkait.

Di ruang meeting, Mister Samudra Lepas dan Mister Fahri sibuk menyiapkan bahan presentasi di laptop yang tersambung langsung dengan LCD. Di lorong dekat ruang meeting, duo wanita top merchandiser mendorong kereta berisi sederetan pakaian rancangan designer dan keduanya walaupun dibantu para asisten mereka, tampak repot sempoyongan. Tiba-tiba tersibak di tengah baju, munculah Miss Endra, yang memang terkenal sangat baik hati, pengayom warga P Tower bak pohon beringin.

“Hellow! Mau dibantu apa?” Tanyanya riang dan ramah.

Sementara dibelakang sang pimpinan teknologi ini, tampak para anggota tech team seperti Mister Pan, Mister Ian, Mister Sepon, dan lain-lain sibuk berjalan dengan Ipad masing-masing.

Di belakang mereka, tampak miss Dhira sedang berjalan dengan langkah panjangnya dan berbicara di handphonenya, “Landing 7 minutes? Ok!” Lalu Miss Dhira mematikan handphonenya dan walaupun tak berteriak, Miss Dhira berkata lantang, “Guys, come on, hurry up! Kayak siput semua deh kalian! 7 menit ready yah!”

Di meja lonjong nan mewah, semua riuh rendah menempatkan diri di kursi masing-masing, tak lupa sebelum duduk di kursinya, Miss Selena menyodorkan sebotol minuman favorit Mister Rizal sambil menyapanya dengan mesra dan super centil, “Hai ganteng, good morning!” Mister Rizal tentunya tersipu dan segera menyahut botol minuman tersebut dengan penuh semangat.

Di kejauhan, terdengar suara Miss S. Mendadak ruang meeting senyap. Namun, seketika terdengar suara ring tone sangat keras, Mister Kencana yang masih sibuk berjalan menuju tempat duduknya, spontan meraih HP-nya dari tas pinggang kecilnya. Sontak Miss May yang terkenal bermulut silet nyeletuk, “Tas pinggang kembali jadi tren.” Miss Hey yang baik hati dan polos menoleh kearah pinggang Mister Kencana dan terpaku, “HAH, MASIH JAMAN??!!” Semua terkekeh menahan tawa dan seketika kembali senyap saat Miss S dan Mister B memasuki ruangan dengan ceria dan kulit yang bertambah coklat.

“Hi guys, good morning! Why you all look so serious?” Seloroh Mister B dengan suara cutenya.

“Because you come?” Celetuk Miss Eta, yang menurut rumor, cukup bersahabat dekat dengan Mister B.

Semua tertawa sedikit lepas.

Setelah itu, miss S mulai angkat bicara, mendadak semua terdiam lagi.

“Actually I just want to announce that our next outing we are going to…. Milan!”

Pengumuman itu langsung disambut dengan teriakan gembira para executive yang walau tampak rapi jali, fashionable, dan glamor, semua mendadak kampungan kalau berkaitan dengan liburan.

Miss S pun tiba-tiba teriak, “RIFA!!! Where’s the budget?”

Miss Rifa mendadak berdiri tegang dan menjawab, “Yha, Miss S. Ini rincian budgetnya.”

Lalu makanan pagi pun diedarkan. Kali ini para penghuni 3 lantai teratas di P Tower sedikit bisa menghirup nafas lega dan berteriak-teriak riang. Itulah sepotong kesibukan di sebuah premium fashion online store #1 di dunia.

No Paraplou, No Fashion.

No People, No Paraplou.

#Paraploupeople

#Alwayslove

The end.

Farewell Sound: https://soundcloud.com/helena-rinthasari/p-people

This is a lovely compilation created by Anya to present our journey in Paraplou.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s