When You Are in Love with Me

kiss3Ini tentang sebuah perasaan yang dirasakan seorang perempuan saat seorang pria jatuh cinta padanya.

 

Seperti gadis kecil yang sedang mengenakan tutu untuk pertama kalinya, diiringi lagu klasik nan ceria, berputar dan menari-nari, itulah rasa riang yang kurasakan saat cinta menyapa. So girly. Tersipu malu. Mengulum senyum.

Seperti di sebuah pesta dansa, aku kira aku akan jatuh cinta pada salah satu pria yang menyambut tanganku dan berdansa denganku. Sederet pria itu rupawan dengan tutur kata sopan dan rayuan manis menggoda hasrat. Mudah untuk jatuh mencinta di sela hingar bingar pesta nan cantik dengan desah nafas yang memabukkan diantara pelukan dan kecupan.

Kamu hanya berdiri mematung di salah satu sudut, dengan setelan jas hitam yang makin membuatmu terlihat tangguh dan tampan tentunya. Kedua matamu tajam menatapku, mengawasi setiap gerak-gerikku. Sesekali kita bertatapan, dan mau tak mau aku merasa takjub karena kamu tak sedikitpun merasa canggung ataupun malu lalu mengalihkan tatapanmu dariku, sebaliknya kamu terus menatapku dengan pandangan memuja dan menginginkanku, hingga akhirnya membuatku melemparkan senyum malu padamu dan meninggalkan rona merah yang teramat jelas di kedua pipiku.

Kemudian dalam alunan musik yang menghanyutkan rasa dan dansa yang bagai tak kunjung usai, kamu dengan tepat sekaligus lembut menyelipkan sebuah rasa dengan teramat manis. Saat sesekali aku berada di dekatmu karena ayunan dansa, kamu berulangkali membisikkan kata menggoda yang entah bagaimana terasa sangat pas dengan permainan kata yang kuucapkan padamu.

Saat seorang pria memelukku dalam keceriaan dansa yang penuh kemesraan, sekali lagi kamu menatap tajam, kali ini terbersit kecemburuan dan hasrat memiliki yang tak sedikitpun kamu tutupi, membuat cinta menyapa hati ini dengan lugas.

Tanpa hingar bingar ketukan sepatumu di lantai dansa, tanpa kedua tangan yang berusaha meraihku ke dalam pelukanmu, tanpa bujuk rayu yang terlalu dipaksakan, dan tanpa ketergesaan akan waktu, kamu merebut seluruh perhatianku. Kamu meraih hatiku. Aku pun berpaling dan membiarkan kedua tanganku berada di pelukanmu, kita saling bertatapan. Tepat di saat itulah, dunia terasa berhenti berputar, dunia milik kita berdua dan tak ada kata yang bisa menjelaskan perasaan dua hati yang saling terpikat ini.

Hanya musik yang teramat indah yang kemudian mengembalikan kita pada realita, dan kata-kata kembali terucap.

“Kalau aku berubah wujud menjadi sebuah foto, apa yang terpikir olehmu?” Katamu ringan dan lembut, dengan intonasi canda yang menggoda.

“To be hug. To be kissed. To be with you.” Jawabku lirih dan manja.

“Kalau aku jadi patung?” Tanyamu kembali dengan tawa kecil.

“To be hug. To be kissed. To be with you.” Jawabku sama dengan intonasi menggoda.

“Kalau aku adalah aku, pria tampan di hadapanmu?” Tanyamu dengan senyum menawan.

Aku tersipu dan menjawab dengan tak kalah menggoda, “Is it enough for you to have some words from me to answer or…?

Kita saling bertatapan penuh hasrat dan cinta, lalu kamu membawaku pergi.

“Please say it.” Katamu lembut.

“To love.” Jawabku singkat.

 

The end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s