Aku Bukan Nur atau Sri

p people1I wish, but I am not.

 

Beberapa saat yang lalu gw berkencan dengan seorang pria Jawa tulen. Sebagai seorang pengagum para pria Jawa, tentunya gw excited berat bertemu dengan doi yang satu ini. Memang gw juga perempuan Jawa tulen, tapi bukan karena itu lalu gw ngefans berat dengan para pria Jawa, I just like it.

Setelah berbincang beberapa saat, gw sangat amazed dengan pria Jawa yang satu ini. Sungguh kata-katanya tertata rapi cerminan pendidikannya yang memang setinggi langit. Bahkan caranya berkoordinasi pun mencerminkan betapa doi yang satu ini sangat profesional, cerminan warga dunia yang memang sudah ngalor ngidul ke berbagai belahan dunia ini.

Obrolan terus memanas, dan sungguh hati gw takjub melihat betapa pria ini sungguh memiliki kerendahan hati yang sangat bersahaja. Tentu ini harusnya menambah profil doi semakin plus-plus. Bahkan ia tak segan memilih produk atau layanan jasa yang hemat demi memenuhi impian masa depannya membangun rumah tangga dengan rumah yang aduhai nyaman dan tentram di sebuah kota yang damai dan bersahabat di salah satu muka bumi ini.

Lalu obrolan membelok ke topik keluarga. Waduh waduh sungguh pria ini tipe family man yang sangat memperhatikan keluarga. Pasti tak terbayang kalau nantinya jadi isterinya. Tentu akan sangat terjamin, bahkan tanpa memiliki kartu BPJS apapun.

Gerak-geriknya juga mencerminkan keseluruhan karakternya yang sungguh aduhai. Aduhai rendah hati, santun dan bermartabat. Sampai-sampai di sepanjang pertemuan gw dengannya, gw sering merasa sangat takjub. Pun di sepanjang obrolan kami, sungguh tak satupun tawa ngakak gw tersembul keluar. Ini adalah pembicaraan tingkat tinggi yang super santun.

Harusnya gw jatuh hati sama pria yang satu ini dan berharap dengan sangat pria ini segera melamar gw. Rumah yang asri dengan anak-anak yang manis dan juga santun seperti bapaknya, ah tentunya itu bayangan yang superb yang tentunya akan diaminin oleh motivator terhebat di negara ini.

Namun, gw bukan Nur atau Sri.

Setiap kali doi menceritakan kesahajaannya, sungguh rasa hati ingin berteriak. “Mas, apa ndak bisa ngajak ke tempet makan yang lebih kekinian? Apa muka saya muka pecel lele?”

Lalu ketika dengan bangga doi menceritakan pilihan-pilihan berdasarkan paket hematnya, dengan tak kalah santun gw berkata apa adanya, “saya kok tetep suka kopi Starbucks ya mas, daripada kopi joss di tugu Jogja itu.”

Saat doi berkata dengan penuh kasih, “keluarga adalah tonggak utama dalam hidup saya.” Gw tersentuh, namun hanya sebatas tersentuh dan bersyukur masih ada pria sebaik ini di muka bumi ini.

Namun, gw bukan Nur atau Sri.

Gw adalah wanita masa kini dengan sedikit kelebihan, banyak mau dan selalu mandiri walau kadang tak tahu diri. Gw juga tetap bersahabat dengan warung kaki lima walaupun kalau gw sedang menggila gw bisa tiba-tiba ngacir ke restoran bintang lima hanya sekedar untuk menikmati makanan favorit gw.

Gw hidup berdasarkan filosofi jawa. Kerendahan hati itu utama, namun bukan berarti gw hidup bersahaja dan menentang nikmat duniawi, yang mana pasti wanita Jawa tulen bernama Nur atau Sri bisa memahami dan sujud takjub pada pria yang ada di hadapan gw ini.

Di era lebay dimana para alay merajai dunia ini, gw yakin gw adalah tipe kebanyakan wanita kelas menengah yang mencengangkan, bikin gundah gulana, nyebelin dan merusak tipe wanita bersahaja ala Nur dan Sri. Eits, tapi dan tapi, kalau bisa meraih hati wanita ala gw ini, percayalah hidup akan terasa lebih hidup dan berwarna. Toh kami biasa bekerja keras dan terbiasa menjadi tangguh, serta tentunya luwes dalam merajut kasih dengan sentuhan-sentuhan ahaay.

Oleh karena itu, gw tetap angkat topi dan kirimkan salam salut pada pria Jawa itu. Gw bukan Nur atau Sri, namun gw juga sadar, gw bukan Angelina atau Monalisa.

 

The end.

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s