Tombol Restart

touch2Kita bukan robot dengan berbagai tombol, termasuk tombol restart.

 

Kalau gadget kita mulai sering error, tiba-tiba blank, atau bahkan saat kita menginstal program baru, kita memiliki opsi untuk memencet sebuah tombol yaitu tombol restart. Segala sesuatu yang tadinya ruwet sehingga menyebabkan error karena barangkali memori yang bertumpang tindih atau virus yang merajalela, atau program baru yang membutuhkan penyesuaian sehingga menuntut proses ulang, tiba-tiba semua lenyap dan gadget kita kembali terkendali. Semua seperti baru dan kita kembali ke titik nol, barangkali itulah mengapa tombol ini karena sesuai fungsinya dinamai tombol restart, dan bukannya start, atau shut down. Ini bukan sebuah titik, ini hanya langkah pengulangan instan demi kembali lancarnya sebuah proses dalam gadget kita.

Lalu bagaimana jika kita dilengkapi satu tombol restart ini? Atau paling tidak apa yang akan kamu lakukan jika bisa memiliki satu kesempatan dalam hidup untuk bisa menekan tombol ini?

 

Andre. 35 th. Creative Director.

Gw bakal bikin gebrakan lebih dahsyat di dunia kreatif. Lebih manfaatin waktu dan hidup gw, tanpa terbatas pada keinginan klien atau tuntutan bisnis. Improvisasi dan inovasi tanpa batas!

Flo. 50 th. Aktivis perempuan, Jaksa Wilayah, mantan Jurnalis perang.

Damn! Aku bakal baca buku Little Prince dari kecil, jadi hidupku gak seserius seperti sekarang ini!

Alexander. 32 th. Engineer.

Thanx for the idea! Saya akan develop kemungkinan fitur itu pada manusia.

Romansya. 28 th. LGBT.

Asya pengin jadi perempuan, pengin normal kayal kalian semua. Sumpah. Tapi kalau tombolnya belum ada, Asya sekarang ini cuma pengin bisa diterima apa adanya. Diterima aja, lebih dari cukup buat Asya.

Monalisa. 30 th. Penderita gejala bipolar.

Ada atau gak ada tombol itu, kalo sakit kayak gw, semua bisa mendadak restart. Sedih mendadak tertawa, dan sebaliknya. Bersyukur? sometimes. Capek iya. Tapi colorful. 

Jack. 25 th. Anak Band.

Hah, apaan tuh? Gak ngerti ah!

Syerin. 26 th. A Bitch. Wanita Tuna Susila.

Totally pengin jadi pria yang gentleman, setia dan baik-baik!

Cece Lin. Penjual bakcang babi lebih dari 20 thn.

Saya penginnya semua bisa makan babi, soalnya enak lho, ndak ngapusi saya. Kalau enggak, ndak mungkin saya jualan bertahun-tahun dan bisa nyekolahin anak sampai Amerika.

Bambang. 55 th. Pejabat PNS – Tersangka korupsi.

Tahu gini, saya korupnya sekalian gede-gedean aja dari dulu.

Gerry. 40 th. Penyanyi dan Pencipta lagu terkenal. Duda tiga kali cerai.

Gw bakal nikahin soulmate gw, karena gw yakin dengan begitu gw gak akan kawin cerai gini. But anyway, gak senyesel itu, at least gw bisa berkarya banyak dari kisah-kisah patah hati gw.

Angelina. 38 th. Manager HR sekaligus pengguna sosmed aktif.

Saya pengin tuh restart semua yang gak bener! No LGBT! No Korupsi! No deh yang gak bener-bener! Makanya saya aktif di sosmed buat menyuarakan aspirasi saya!

Fiona. 35 th. Penulis.

I know what I want. Semua jalan pasti ada resikonya. Jadi mendingan pikir matang-matang, dan jalani pilihan kita.

Bimbim. 17 th. Anak SMU.

Pengin punya ortu lebih kaya, biar bisa punya high-tech gadget lebih banyak, cobain ini itu.

Sutini. 78 th. Ibu rumah tangga.

Tombolnya bisa buat bikin anak sama cucu saya sering kesini gak?

Carol. 29 th. Hedonist.

Gw pengin papa mama gak cerai. Pengin lebih disayang. Pengin beneran punya rumah buat pulang.

***

Itu hanya sekelumit jawaban untuk pertanyaan mengenai tombol restart. Tentunya kita punya berbagai keinginan dan kepentingan yang berbeda-beda. Hanya saja kenyataannya, kita sebagai manusia tidak punya tombol restart yang memungkinkan semua bisa mendadak lancar kembali, terulang sesuai keinginan, apalagi mengulang waktu. Untungnya, sebagai manusia, kita selalu memiliki banyak opsi yang kadang walau teramat susah melihatnya, pilihan itu selalu ada. Setidaknya selalu ada ya dan tidak dalam hidup ini. Bahkan kita selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan mengubah. Tentu hal ini tak semudah menekan tombol restart, tapi bukankah dengan begitu kita bisa benar-benar merasakan seutuhnya menjadi manusia?

The end.

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s