Bambang

anak band2 cropCinta yang memabukkan, penuh hasrat dan terlalu manis untuk dilupakan.

 

Bambang. Ada kisah di balik nama Bambang.

Pria yang satu ini sosoknya sungguh dambaan para gadis muda belia. Rambut panjang ala super star rock, jago ngeband, manly, dengan gaya womanizer yang cool tapi penuh perhatian, sehingga satu kata terucap darinya, sungguh bikin para gadis terbang ke awang-awang.

Saya termasuk salah satu orang yang mendambanya. Tentunya saya ingin mencicipi aroma pria penuh bintang dengan predikat yang aduhai ini. Siapa bisa menolak perhatian yang sebegitu besar seolah-olah cuma saya wanita di planet ini.

Ko-mu-ni-ka-si. Pria yang satu ini sangat lihai perihal yang satu ini. Tarik ulur tak kenal kata putus. Saya pun rela jadi layang-layangnya. Kemanapun angin berhembus, saya ikut mas Bambang. Setiap kata atau curahan hati saya, selalu dapat ia redam sedemikian sehingga saya bisa merasa nyaman dan tenang. Jadi sekali lagi, kemanapun mas Bambang pergi, saya ikut.

Konon, di Jawa, nama Bambang ini biasanya bersanding dengan nama Endang. Kedua nama itu semacam gelar yang diberikan untuk pria dan wanita yang lulus semacam sekolah kepribadian di jaman dahulu, atau bahkan ujian kehidupan. Jadi bayangkan saja, ada pria yang sungguh membuat anda jatuh hati, pun bernama Bambang pula. Duh, saya sampai berharap saya terlahir dengan nama Endang, supaya serasi dan merasa jodoh dengan mas Bambang.

Kelebihan lain dari mas Bambang adalah pesonanya seperti candu. Pokoknya hidup tanpa mas Bambang sehari pun rasanya seperti makan sayur tanpa garam. Bahkan setiap kali saya sudah mau berpaling ke pria lain, mas Bambang seperti punya radar, sehingga menambah dosis perhatiannya pada saya. Ujung-ujungnya, saya selalu ingin pulang pada pelukan mas Bambang.

Kelihaian mas Bambang lainnya yang sangat menonjol adalah penuh kasih. Kalau ada agama yang mengajarkan cinta kasih itu murah hati, sabar dan pemaaf, nah mas Bambang ini lebih dari itu. Penuh kasih sehingga tak segan membagi-bagikannya kepada para gadis yang membutuhkannya, termasuk saya. Tentu itu perbuatan yang sungguh mulia. Mas Bambang sungguh, sungguh baik hati dan tidak sombong.

Sehingga kalau mas Bambang bikin sebel atau marah, bukannya ingin mengusirnya pergi, tapi malah ingin memeluknya. Kalau terbersit ingin melupakannya pun, hati malah mengklaim mas Bambang persis seperti kata Slank ‘terlalu manis untuk dilupakan’. Duh, repot. Pesona mas Bambang ini sungguh bikin hati bergetar dan cinta pun terbelenggu.

Hanya saja, saya akhirnya melepaskan jerat cinta mas Bambang, tentu, tentu dengan berat hati. Ternyata mas Bambang sungguh penuh kasih, yang kebetulan tidak sepenuhnya untuk saya. Mungkin saja, saya ini pun cuma dapat cipratan kasihnya hanya karena mas Bambang iba sama saya. Apapun alasannya, intinya mas Bambang cuma ingin berbuat baik, itu pikiran paling positif saya tentang sosok yang satu ini.

Saya pun memilih undur diri karena saya tahu diri. Saya ini Sari, perempuan Jawa yang inginnya jadi yang pertama, utama dan ultimate di hati pria yang saya cintai. Saya tidak sanggup bersanding dengan pria seperti mas Bambang yang penuh kasih, karena saya tidak suka berbagi. Saya maunya premium dan eksklusif. Mau dibilang egois dan posesif ya monggo. Dibilang tidak dewasa dalam membina hubungan, emang gue pikirin. Seyogyanya, kalau memang tidak ingin ke arah yang serius, sebaiknya ya tidak perlu menggelontor kasih sedemikian rupa. Eits, tapi mas Bambang gak gitu lhoh, itu karena saya saja yang mungkin kegeeran.

Buat saya, mas Bambang akan selalu jadi bintang di hati saya. Berkilau dan bersinar. Hanya saja, sekali lagi saya memilih undur diri. Saya ini cuma perempuan biasa, mana sanggup bersanding dengan mas Bambang. Kelak kalau saya punya anak perempuan, saya akan menceritakan kisah tentang mas Bambang ini, tanpa ragu. Kalau anak saya bertanya, ‘kenapa mama gak sama om Bambang aja?’, saya akan menjawab dengan senyum legowo, ‘buat contoh supaya kamu ndak keblinger sama pria seperti om Bambang, dan memilih pria yang walau tak sehebat om Bambang, tapi yang sungguh-sungguh mencintai kamu, yang menjadikanmu bintang satu-satunya di hatinya.”

The end.

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s