Happy Sunday

Kamu selalu suka pagi di hari minggu. Being the day of the sun, harinya mentari katamu. Hari yang cerah buat aku dan kamu bertemu.

 

Tak terhitung berapa kali aku memilih berjuta kegiatan lain daripada menemuimu. Gak lupa, tujuan-tujuanku yang selalu bias tiap kali menemuimu; entah jajan-jajan makanan di deket rumah kamu, karena lagi butuh banget sama kamu, atau cuma mau duduk-duduk aja.

Pun makin tak terhitung berapa kali aku lupa sama kamu dan berbuat sesuka hati yang mungkin bikin kamu sakit hati.

Sunday. Aku selalu menunggumu dan kalau bisa temui aku di hari minggu ya. Itu pesan singkatmu. Tanpa amarah, tanpa prasangka, tanpa paksaan.

Padahal kamu punya seribu satu alasan untuk membenci dan meninggalkanku. Belum ditambah bibir nyinyir orang-orang, rumor yang berhembus, dan tentu saja kesalahan-kesalahan yang kulakukan sendiri.

Tapi kamu selalu menggandengku. Kamu gak pernah kemana-mana. Kamu di sini. Di sebelahku.

“Why do you love me?” 

“Why not?”

Pagi itu di hari minggu, di bawah mentari yang bersinar cerah, aku menangis di pelukanmu.

“Mau jajan apa pagi ini?” Tanyamu riang dengan nada ringan.

Aku menggeleng.

“I’m here to love you more.” Jawabku.

Kamu tersenyum dan memelukku lebih erat.

 

The end.

*pic is taken from pinterest

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s